Fase pengguna sebelum bebas dari produk bajakan

Walaupun sekarang saya sudah bebas dari produk bajakan, terutama di dunia digital, saya sadar sepenuhnya bahwa saya pernah dalam kondisi pemakai produk bajakan. Untuk itu saya menulis ini agar selalu diingatkan betapa beruntungnya saya dan betapa harus bersyukurnya saya sudah dilepaskan dari produk-produk bajakan.

Produk bajakan yang saya maksud adalah berupa musik digital, perangkat lunak, sistem operasi, film, dan sejenisnya.

Berikut ini adalah fase-fase yang saya lalui sebelum bisa bebas dari produk bajakan.

Tidak tahu kalau itu bajakan

Fase ini biasanya dilalui oleh semua orang di Indonesia, terutama ketika masa sekolah sampai awal-awal kuliah. Mungkin saya tergolong telat, karena saya baru tahu kalau bajakan ketika seorang teman yang tinggal di luar negeri saya mau ajari penggunaan Adobe Photoshop.

Beliau dengan entengnya bilang, “Saya gak punya Photoshop, belinya mahal banget“. Dek, saya kaget bukan main. Karena di Indonesia, Adobe Photoshop bisa didapatkan dengan hanya 25 ribu rupiah (jaman jadul dulu, entah berapa sekarang).

Tahu itu bajakan, tapi tidak perduli

Setelah cerita di atas, akhirnya saya tahu mana yang bajakan dan mana yang bukan. Tapi saya tidak perduli. Lagipula, dari mana saya bisa membeli perangkat lunak yang harganya beratus dolar itu sedangkan saya masih mahasiswa.

Ketidakpedulian itu akhirnya lama-lama terkikis ketika saya tahu betapa sulitnya membuat perangkat lunak.

Beralih ke Linux

Akhirnya, karena masih kuliah, saya sempat 100% meninggalkan Windows dan mulai menggunakan Linux. Kebiasaan seorang pemula yang baru terjun dan merasa pintar, saya mulai mengejek pengguna Windows. Saat itu saya merasa paling benar karena menggunakan Linux yang gratis.

Di lingkungan Linux, saya sudah banyak mencoba distro-distro yang dulu tenar. Sayapun mulai bereksperimen dengan LTSP (Linux Terminal Server Project), yaitu Anda hanya membutuhkan 1 server dan client tidak lagi memerlukan HDD lagi, karena tergantung sepenuhnya dengan server.

Tergoda dengan game di Windows

Setelah full 100% di lingkungan Linux, saya mulai tergoda dengan beberapa game yang cuma ada di Windows. Dan suskseslah saya memasang dual-boot.

Saat itu (mungkin sampai saat ini), game yang ada di Windows lebih beragam dan lebih canggih. Jangan tanyakan apakah game yang saya mainkan bajakan atau tidak, karena sudah pasti bajakan. Dan saya sudah gak peduli. Hehehe

Pindah lagi ke Windows sejak pertama bekerja

Saat itu saya bekerja dengan komputer desktop dengan sistem operasi Windows. Mulailah saya melupakan Linux dan mulai menggunakan Windows secara 100%. Tidak hanya itu saja, saya juga lebih sering membeli CD bajakan untuk menonton film dan mengunduh lagu-lagu mp3.

Jadilah kumplit. Bekerja membuat perangkat lunak, tapi tidak tergerak sedikitpun dengan hasil kerja keras orang lain.

Pindah ke Mac, mulai peduli

Dikarenakan penasaran dengan sistem operasi yang satu ini, saya mengumpulkan uang dan berhasil membeli komputer Mac. Dikarenakan lebih sulit mencari perangkat lunak bajakan di Mac, dan rata-rata aplikasi berbayar, akhirnya saya mulai meninggalkan aplikasi bajakan dengan pengecualian.

Pengecualian itu adalah, saya tetap menggunakan Adobe Fireworks. Dikarenakan harganya yang cukup mahal, maka saya belum bisa membelinya. Sampai saat saya minta ke kantor untuk dibelikan lisensinya, Alhamdulillah dibelikan beneran.

Bebas bajakan dari perangkat lunak, tapi tidak dengan musik dan film

Fase ini terjadi beberapa tahun kebelakang. Saya masih belum bisa terima kalau harus membeli musik dan film. Kalau aplikasi okelah, karena saya juga berkutat di bidang pengembangan perangkat lunak. Agak sayang rasanya untuk mengeluarkan uang membeli musik dan film.

Untunglah saya diselamatkan dengan rusaknya Mac pertama saya. Semua data hilang. Termasuk musik dan film.

Bebas dari semua produk bajakan

Alhamdulillah, sekarang saya ada di fase ini. Dan saya juga berusaha untuk tidak mengejek orang yang masih menggunakan produk bajakan, karena saya pernah di posisi mereka.

Saat ini saya tidak lagi menggunakan aplikasi, perangkat lunak, atau mendengarkan musik ilegal. Saya juga tidak lagi mengunduh film dan mp3 sembarangan. Jika ingin mendengarkan musik, saya cukup buka Youtube saja. Semua aplikasi yang saya punya adalah 100% gratis atau 100% hasil pembelian.

——

Bagaimana untuk lepas dari produk bajakan menurut versi saya? berusahalah menghargai hasil karya orang lain, dan berusahalan untuk membeli perangkat lunak atau aplikasi yang murah-murah dulu dan pas di kantong. Jika aplikasi yang Anda inginkan berharga mahal, maka carilah alternatifnya yang lebih murah.

2 thoughts on “Fase pengguna sebelum bebas dari produk bajakan”

Comments are closed.