A young Bahraini Shiite Muslim girl reads the Koran, Islam's holy book, during the holy fasting month of Ramadan at a mosque in the village of Sanabis, west of Manama, on July 27, 2013. AFP PHOTO/MOHAMMED AL-SHAIKH        (Photo credit should read MOHAMMED AL-SHAIKH/AFP/Getty Images)

Apple Music, 2 bulan kemudian

Dari awal kehadiran Apple Music, saya agak ragu untuk mulai mendaftarkan diri. Karena saya gak terlalu suka dengar musik, gak tau apa-apa tentang musik, dan malu-maluin kalo udah mulai coba nyanyi. Makanya jadi programmer, bukan artis. Dan saya gak nyesel dengan pilihan saya itu. Andapun seharusnya begitu.

Kemudian kartu kredit datang setelah berbulan-bulan daftar. Tepatnya lebih dari 5 bulan. Dengan adanya kartu kredit, artinya saya harus mengubah lokasi Apple ID ke Indonesia dari versi Amerika. Setelah mengikuti semua petunjuk dari Apple, akhirnya resmi akun Apple ID saya berpindah lokasi. Begitu juga dengan Apple ID kepunyaan istri, Bapak dan Ibu.

Dan kakak Isyana Sarasvati, bidadari lain yang turun dari langit setelah Raisa, mengeluarkan albumnya. Dan sukses saya beli. Dari situlah saya mulai daftar Apple Music. Toh, 3 bulan gratis ini.

Apple Music, semua ada.

Saya terdaftar sebagai akun keluarga dengan biaya sekitar 100 ribuan perbulan, dengan 3 bulan gratis. Semua lagu ada, dari lagu-lagu lama di tahun 70-an, 80-an, 90-an, sampai yang paling menarik perhatian saya, ada ustad Mishary Rashid dengan semua album Qurannya!

Kenapa saya singgung lagu-lagu 70-80an -walaupun saya lahir di akhir 80an (ini jelas pencitraan), semata-mata karena orang tua. Mereka antusias sekali ketika tahu tidak perlu lagi buka Youtube untuk mendengarkan lagu-lagu lama, lagu sunda, lagu jawa, dan lagu-lagu khas bapak-bapak dan emak-emak langsung dari telepon genggam mereka.

Bacaan Quranpun ada!

Jelas ini pencitraan. Tapi memang benar, rata-rata semua pembaca Quran terkenal punya album di iTunes store. Yang paling banyak jelas ustad Mishari Rashid yang asli Kuwaiti.

Kesimpulan akhir, lanjut kita… Entah sampai kapan.

*foto diambil tanpa ijin dari sini.

One thought on “Apple Music, 2 bulan kemudian”

Comments are closed.