Tinggal di Malang, 3 tahun kemudian

Ketika dulu merencanakan untuk pulang kampung setelah bertahun-tahun di Kuwait, jujur saya saya cukup khawatir bagaimana kehidupan saya di Indonesia nanti. Di Kuwait hidup kami terlalu nyaman dengan yang ada di sekitar. Tidak semua nyaman, tapi cukup tanpa merasa kekurangan suatu apapun. Setiap akhir pekan, saya dan istri jalan-jalan ke tempat-tempat nongkrong rata-rata semua umat di sana, Mall.

Kalau ada waktu lebih dan niat yang lebih, kami bisa ke negeri seberang seperti Turki. Karena biaya perjalanan cukup murah. Ketika sedang bulan diskon, bisa dengan 2-3 juta perorang saja. Total-total dengan makan dan penginapan, 15-20 juta saja berdua, untuk 3-5 hari.

Dengan hidup nyaman seperti di atas, cukup beralasan untuk khawatir. Karena saya tahu, gaji yang akan saya dapat di Indonesia pastinya akan berkurang jauh. Tapi saya langsung menepis anggapan itu, karena saya yakin, rejeki gak akan kemana. Tinggal di Kuwait terlalu monoton. Kerja, kerja, ke mall. Tiap 2 tahun, pulang ke Indonesia. Begitu terus. Walaupun cukup nyaman.

Kenapa Malang?

Saat memutuskan pulang ke Indonesia, ada 3 syarat untuk kota yang mau kita jadikan tempat tinggal. Yaitu gampang akses lewat kereta api. Dan yang paling penting, udaranya tidak terlalu panas. Dari 2 syarat itu, ada Bandung dan Malang. Sebenarnya ada Wonosobo, tapi kota itu terlalu kecil dan sulit diakses walaupun udaranya cukup menyegarkan.

Setelah Bandung dan Malang, kami menambahkan Denpasar. Memang tidak masuk syarat, tapi dari Denpasar begitu mudah mencari pantai dan jalan-jalan di sekitarnya.

Bandung, Malang, dan Denpasar. Saya ajak istri untuk menengok sekitar 3-5 hari di tiap kota tersebut. Buat saya, tidak ada masalah tinggal di 3 kota tersebut, tapi istri belum tentu mau. Dan kami akhirnya sepakat untuk memilih Malang, karena udaranya yang masih sejuk dan akses ke luar kota yang mudah lewat kereta api.

Setelah 3 tahun?

Saya senang. Hidup senang. Nyaman, dan gak ada perasaan untuk balik lagi ke Kuwait walaupun sudah ditawari lagi. Bahkan saya juga ga ada keinginan untuk tinggal di negara lain. Untuk saat ini tidak ada niat, tapi entah setelah melihat Pemilu 2019 nanti. Semoga gak akan ada apa-apa.

Tulisan ini klikbait. Karena intinya cuma di paragraf kedua dari terakhir. Inipun nambah sedikit. Memang gak penting kok.