<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Didats Triadi &#187; jalanjalan2009</title>
	<atom:link href="http://didats.net/category/jalanjalan2009/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://didats.net</link>
	<description>Web Application Developer and Designer</description>
	<lastBuildDate>Sun, 13 May 2012 19:09:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Sukabumi 2 &#8211; Jalan-jalan 2009</title>
		<link>http://didats.net/page/sukabumi-2-jalan-jalan-2009/</link>
		<comments>http://didats.net/page/sukabumi-2-jalan-jalan-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Nov 2009 09:59:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didats Triadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jalanjalan2009]]></category>
		<category><![CDATA[opinion]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[sukabumi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=643</guid>
		<description><![CDATA[Setelah membahas masalah transportasi, saatnya cerita tentang keadaan kota Sukabumi. Dibandingkan dengan kota-kota disekitarnya, Sukabumi masih bisa saya kategorikan tempat yang enak untuk menghirup udara segar. Menjelang maghrib, udara semriwing mulai menghiasi malam-malam saya di Sukabumi. Pemandangan hijaunya juga masih bagus. Untuk hidup tenang, dan tak terganggu macam-macam memang cocok sekali di daerah ini. Tapi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/sukabumi-jalan-jalan-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukabumi &#8211; Jalan-jalan-2009'>Sukabumi &#8211; Jalan-jalan-2009</a> <small>Seingat saya, dulu saya sempat beberapa kali ke Sukabumi. Dalam...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/jalan-jalan-2009-part-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jalan-jalan 2009 &#8211; part 1'>Jalan-jalan 2009 &#8211; part 1</a> <small>Rasanya saya tak sabar lagi untuk segera mengemas barang-barang yang...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/pesta-blogger-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pesta Blogger 2009'>Pesta Blogger 2009</a> <small>Akhirnya, setelah 2 tahun cuma bisa ngeces melihat teman-teman blogger...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-657" title="sukabumi" src="http://didats.net/wp-content/uploads/2009/11/sukabumi.jpg" alt="sukabumi" width="500" height="268" /></p>
<p>Setelah membahas <a href="http://didats.net/page/sukabumi-jalan-jalan-2009/">masalah transportasi</a>, saatnya cerita tentang keadaan kota Sukabumi.</p>
<p>Dibandingkan dengan kota-kota disekitarnya, Sukabumi masih bisa saya kategorikan tempat yang enak untuk menghirup udara segar. Menjelang maghrib, udara semriwing mulai menghiasi malam-malam saya di Sukabumi. Pemandangan hijaunya juga masih bagus. Untuk hidup tenang, dan tak terganggu macam-macam memang cocok sekali di daerah ini.</p>
<p>Tapi sayangnya, keadaan yang cukup menarik itu tak disertai dengan ketertarikan pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan keadaan kota dan masyarakatnya. Semua seolah-olah jalan di tempat. Lapangan pekerjaan di kota ini terbilang sangat sedikit. Tak jarang, banyak orang Sukabumi yang lebih memilih mencari kerja di Jakarta.</p>
<p>Transportasi untuk berkeliling kota Sukabumi hanya angkot dan ojek. Jalanan yang kecil, tak memungkinkan untuk alat transportasi lain.</p>
<h3>Semrawutnya pasar</h3>
<p>Satu hal paling saya gak suka dari Sukabumi adalah, keadaan pasar yang sangat semrawut di tengah kota. Bahkan sampai turun ke jalan. Sampai-sampai saya yang suka komen ini itu bingung harus diapakan keadaan yang seperti itu. Mungkin bapak-bapak yang duduk di pemerintah daerah Sukabumi ini juga bingung, makanya tak ada geraknya sama sekali.</p>
<p>Selain pasar-pasar di tengah kota, penempatan pasar di daerah Cibadak, Cisaat, dan Cicurug yang di pinggir jalan utama juga salah besar. Macetnya bukan main.</p>
<h3>Wisata Kuliner</h3>
<p>Di sekitar pusat kota, jajanan banyak di sini. Inilah salah satu yang membuat saya betah di Sukabumi. Pemandangan sekitar pusat kota, banyak sekali kaki lima yang menjual berbagai makanan yang saya suka. Mulai dari pempek, batagor, mie ayam, martabak, dan segala macam.</p>
<p>Mimpi saya, yang sampai saat ini belum tercapai, mencoba semua makanan di sepanjang jalan menuju pusat kota dalam satu hari. Tapi ini susah, secara saya lagi diet. :p</p>
<h3>Penduduk Sukabumi</h3>
<p>Saya harus mengakui kalau penduduk Sukabumi sudah agak ke-kota-kota-an. Sebagian besar orang muda gayanya lebih kentara. Pengangguran bisa dibilang cukup banyak. Tingkat kedisiplinan di jalan sama seperti orang-orang di Jakarta.</p>
<p>Yang membuat saya tetap bangga adalah penggunaan bahasa daerah yang masih jadi ciri khas. Tidak seperti di Bandung, dimana bahasa Indonesia lebih dominan dibandingkan bahasa daerah.</p>
<h3>Kesimpulan:</h3>
<p><strong>Keramahan penduduk</strong>: 7/10<strong><br />
Transportasi (dalam kota)</strong>: 6,5/10<strong><br />
Transportasi (ke luar kota)</strong>: 4/10<strong><br />
Aksesibilitas</strong>: 6/10<br />
<strong>Nyaman dan aman</strong>: 7/10<br />
<strong>Cuaca</strong>: 7,5/10</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/sukabumi-jalan-jalan-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukabumi &#8211; Jalan-jalan-2009'>Sukabumi &#8211; Jalan-jalan-2009</a> <small>Seingat saya, dulu saya sempat beberapa kali ke Sukabumi. Dalam...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/jalan-jalan-2009-part-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jalan-jalan 2009 &#8211; part 1'>Jalan-jalan 2009 &#8211; part 1</a> <small>Rasanya saya tak sabar lagi untuk segera mengemas barang-barang yang...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/pesta-blogger-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pesta Blogger 2009'>Pesta Blogger 2009</a> <small>Akhirnya, setelah 2 tahun cuma bisa ngeces melihat teman-teman blogger...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didats.net/page/sukabumi-2-jalan-jalan-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sukabumi &#8211; Jalan-jalan-2009</title>
		<link>http://didats.net/page/sukabumi-jalan-jalan-2009/</link>
		<comments>http://didats.net/page/sukabumi-jalan-jalan-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Nov 2009 21:04:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didats Triadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[general]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jalanjalan2009]]></category>
		<category><![CDATA[opinion]]></category>
		<category><![CDATA[bis]]></category>
		<category><![CDATA[bogor]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[jawa barat]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[transportasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=638</guid>
		<description><![CDATA[Seingat saya, dulu saya sempat beberapa kali ke Sukabumi. Dalam ingatan, beberapa itu adalah Villa tempat dimana ayah saya bekerja, dan Salabintana. Oh, hanya 2 kali ternyata. Itupun waktu saya masih SD. Jika disebut beberapa kata yang mewakili Sukabumi dulu adalah, Dingin, Sejuk, dan Udara bersih. Sudah tak ada yang begitu istimewa sekarang di Sukabumi, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/sukabumi-2-jalan-jalan-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukabumi 2 &#8211; Jalan-jalan 2009'>Sukabumi 2 &#8211; Jalan-jalan 2009</a> <small>Setelah membahas masalah transportasi, saatnya cerita tentang keadaan kota Sukabumi....</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/jalan-jalan-2009-part-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jalan-jalan 2009 &#8211; part 1'>Jalan-jalan 2009 &#8211; part 1</a> <small>Rasanya saya tak sabar lagi untuk segera mengemas barang-barang yang...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/pesta-blogger-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pesta Blogger 2009'>Pesta Blogger 2009</a> <small>Akhirnya, setelah 2 tahun cuma bisa ngeces melihat teman-teman blogger...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-640" title="jakarta-sukabumi" src="http://didats.net/wp-content/uploads/2009/11/jakarta-sukabumi.png" alt="jakarta-sukabumi" width="490" height="329" /></p>
<p>Seingat saya, dulu saya sempat beberapa kali ke Sukabumi. Dalam ingatan, beberapa itu adalah Villa tempat dimana ayah saya bekerja, dan Salabintana. Oh, hanya 2 kali ternyata. Itupun waktu saya masih SD.</p>
<p>Jika disebut beberapa kata yang mewakili Sukabumi dulu adalah, <strong>Dingin</strong>, <strong>Sejuk</strong>, dan <strong>Udara bersih</strong>.</p>
<p>Sudah tak ada yang begitu istimewa sekarang di Sukabumi, ketiga kata yang menggambarkan nama Sukabumi yang dulu <em>menclok</em> di otak saya hilang tak berbekas. Cuma tinggal air yang dingin di pagi hari. Selain air yang dingin, ada satu lagi yang sangat menganggu saya. Transportasi.</p>
<p>Terlihat sekali bagaimana pemerintah daerah di Sukabumi, Bogor dan Jakarta berjalan sendiri-sendiri. Membiarkan masyarakatnya kreatif untuk menciptakan alat transportasi sendiri. Alhasil, sangat tidak teratur.</p>
<p>Cuma ada 2 cara yang bisa anda tempuh jika ingin pergi ke Sukabumi. Kereta api, dan transportasi darat. Itupun, pilihan pertama hanya ada dari Bogor. Selebihnya, jalan darat. Kereta api hanya ada di pagi hari sekali dan sore hari sekali. Maksudnya, subuh dan maghrib. Persis waktu sholat. Itupun cuma Bogor &#8211; Sukabumi.</p>
<p><strong>Jalan darat Jakarta &#8211; Sukabumi</strong></p>
<p>Cuma bis pilihan anda. Dari Jakarta (Jakarta Pusat), akan ada 2 pilihan bis. Menuju langsung Sukabumi, atau transit ke Bogor dulu. Pilihan-pilihan tersebut tentunya menimbulkan konsekuensi. Ada yang positif, walau banyak juga yang negatif.</p>
<p><strong>Jakarta &#8211; Bogor &#8211; Sukabumi</strong></p>
<p>Beruntung, ada bis AC dari Jakarta Pusat (Depan Gedung Djarum &#8211; <em>kenek</em> bisa biasa menyebutnya Pengadilan). Buat saya, naik bis di Jakarta tanpa AC itu <em>kriminal</em>. Kecuali jarak dekat. Bis inilah yang membuat &#8220;perasaan&#8221; saya jarak Jakarta &#8211; Bogor itu cukup dekat. Ber-ac, jalan tol, cepat, dan sampai. Kira-kira jarak tempuh bisa memakan waktu 40 menit (tidak termasuk waktu tunggu bis hingga jalan)</p>
<p>Dari Bogor, ada 2 pilihan buat anda. Naik bis kecil (mirip dengan metromini) atau naik kol (angkot versi besar). Bis kecil tentunya tak ada AC. Dapet bonus pengamen yang kalau tidak anda kasih receh, bisa-bisa kacau urusan.</p>
<p>Pilihan kedua, naik kol. Sama tidak nyamannya dengan naik bis kecil. Tapi <em>gak</em> dapet bonus pengamen. Kalau anda sedang tak beruntung, bisa jadi teman sebangku anda disamping mabok darat. Hehehe. Ditambah, kewarasan sang supir yang perlu ditanyakan. Keunggulan naik kol itu cepat. <em>Gancang</em> kata orang Sunda. Waktu tempuh bisa 2 &#8211; 3 jam, tergantung keadaan jalan.</p>
<p>Total jendral: 3 &#8211; 4 jam.</p>
<p><strong>Jakarta &#8211; Sukabumi</strong></p>
<p>Jangan pernah mencari bis AC untuk trayek Jakarta &#8211; Sukabumi. Siap-siaplah kecewa. Juga jangan lupa uang receh 500 rupiah 20 keping. Karena menurut perhitungan kasar saya, akan ada sekitar 10 &#8211; 15 pengamen yang akan anda temui selama dalam perjalanan.</p>
<p>Waktu tempuh bis ini luar biasa. Pernahkan anda berfikir naik angkot itu lama, muter-muter, dan sering berhenti mengambil penumpang? bayangkan lebih buruk dari itu. Menurut perhitungan kasar saya, waktu minimal yang anda butuhkan bisa 4,5 jam. Total jendral bisa jadi 1/4 hari, yaitu 6 jam!</p>
<p>Bayangkan, anda cuma bisa duduk di dalam bis selama itu. Waktu segitu sebenarnya sudah bisa bikin aplikasi web sederhana, atau desain beberapa halaman web. Tapi jangan pernah lakukan di dalam bis. Sama saja anda mengundang orang-orang jahat menjadi lebih jahat di mata anda.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Hmmph&#8230; Ternyata, cerita transportasi saja bisa sepanjang ini.</p>
<p>Saya sebenarnya hanya ingin pemerintah daerah Jakarta, Bogor dan Sukabumi lebih fokus ke transportasi publik. Ada banyak jam yang terbuang percuma di sini. Ditambah, ada banyak pungli yang ada di sekitar jalan raya Ciawi. Kasihan itu para supir angkot, supir kol, dan supir bis.</p>
<p>Akan lebih baik jika jalan dari Sukabumi ke Bogor, dan Sukabumi ke Jakarta dipisahkan. Buat jalan baru lagi. Saya lihat tata kota juga berantakan. Menaruh pasar tradisional dan terminal Cibadak di pinggir jalan utama dan jalan kecil adalah kesalahan sangat fatal.</p>
<p>eh, kayaknya percuma berharap.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/sukabumi-2-jalan-jalan-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukabumi 2 &#8211; Jalan-jalan 2009'>Sukabumi 2 &#8211; Jalan-jalan 2009</a> <small>Setelah membahas masalah transportasi, saatnya cerita tentang keadaan kota Sukabumi....</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/jalan-jalan-2009-part-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jalan-jalan 2009 &#8211; part 1'>Jalan-jalan 2009 &#8211; part 1</a> <small>Rasanya saya tak sabar lagi untuk segera mengemas barang-barang yang...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/pesta-blogger-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pesta Blogger 2009'>Pesta Blogger 2009</a> <small>Akhirnya, setelah 2 tahun cuma bisa ngeces melihat teman-teman blogger...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didats.net/page/sukabumi-jalan-jalan-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jalan-jalan 2009 &#8211; part 1</title>
		<link>http://didats.net/page/jalan-jalan-2009-part-1/</link>
		<comments>http://didats.net/page/jalan-jalan-2009-part-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Nov 2009 19:36:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didats Triadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[general]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jalanjalan2009]]></category>
		<category><![CDATA[kuwait]]></category>
		<category><![CDATA[personal]]></category>
		<category><![CDATA[oknum-bandara]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[pengangguran]]></category>
		<category><![CDATA[tkw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=624</guid>
		<description><![CDATA[Rasanya saya tak sabar lagi untuk segera mengemas barang-barang yang akan saya bawa ke Indonesia waktu itu. Setelah 2 tahun tak menginjak tanah kelahiran, rasanya begitu ngangenin. Badan saya boleh saja masih berada di Kuwait, tapi pikiran saya rasanya sudah jalan-jalan duluan di Indonesia, mendahului badannya yang masih terkekang di negara lain. Begitulah, pulang ke [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/sukabumi-2-jalan-jalan-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukabumi 2 &#8211; Jalan-jalan 2009'>Sukabumi 2 &#8211; Jalan-jalan 2009</a> <small>Setelah membahas masalah transportasi, saatnya cerita tentang keadaan kota Sukabumi....</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/sukabumi-jalan-jalan-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukabumi &#8211; Jalan-jalan-2009'>Sukabumi &#8211; Jalan-jalan-2009</a> <small>Seingat saya, dulu saya sempat beberapa kali ke Sukabumi. Dalam...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/pesta-blogger-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pesta Blogger 2009'>Pesta Blogger 2009</a> <small>Akhirnya, setelah 2 tahun cuma bisa ngeces melihat teman-teman blogger...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-634" title="kuwait-indonesia" src="http://didats.net/wp-content/uploads/2009/11/kuwait-indonesia.jpg" alt="kuwait-indonesia" width="492" height="255" /></p>
<p>Rasanya saya tak sabar lagi untuk segera mengemas barang-barang yang akan saya bawa ke Indonesia waktu itu. Setelah 2 tahun tak menginjak tanah kelahiran, rasanya begitu <em>ngangenin</em>. Badan saya boleh saja masih berada di Kuwait, tapi pikiran saya rasanya sudah jalan-jalan duluan di Indonesia, mendahului badannya yang masih terkekang di negara lain.</p>
<p>Begitulah, pulang ke Indonesia adalah saat-saat yang menyenangkan bagi kami-kami pencari kerja di negara orang. Jangankan menginjakkan kaki, menyantap masakan khas Indonesia saja girangnya bukan main. Indonesia boleh saja banyak bom, boleh saja pemerintahnya tak tau malu, tapi Indonesia tetaplah Indonesia. Tempat saya dilahirkan dulu. <em>Ngangenin</em>.</p>
<p>Semua agenda saya tulis. Pertanggal. <em>iCal</em> dan <em>Google Calendar</em> saya gunakan. alat GPS sudah terinstall <a href="http://navigasi.net">peta Indonesia</a>. Begitulah hebohnya orang-orang yang tinggal di luar negeri selama bertahun-tahun dan akhirnya berkesempatan menginjakkan kaki di Indonesia dalam rangka liburan.</p>
<p>Tersebutlah, tiket saya yang sudah saya siapkan jauh-jauh hari tercantum tanggal 15 September 2009, pukul 10 malam waktu Kuwait (GMT +3). Saya, Istri, dan 2 orang yang sudah saya anggap ibu dan bapak saya di Kuwait, bersiap-siap menuju bandara.</p>
<p>Sampai di Indonesia, hawa gerah sudah menusuk-nusuk kulit saya. Keringat mengucur, tanda tak terbiasa lagi dengan cuaca Indonesia. Rasanya memang gak enak, mirip seperti ketika Kuwait berada diantara musim panas dan musim dingin. Kalo bahasa internasionalnya, <em>humidity</em>.</p>
<p>Kebetulan ketika saya pulang, ada banyak sekali teman-teman TKW yang kurang beruntung itu ikut pulang. Dengan keluguan mereka, yang polos, dan yang belum bisa membedakan mana orang yang benar-benar baik, dan mana orang yang ada maunya, dimanfaatkan oleh oknum-oknum bandara.</p>
<p>Menurut saya, gak benar juga sih kalau dibilang oknum, <em>wong</em> semua orang di bandara tampak dengan muka mupeng mereka, seperti singa yang berfikir akan mendapatkan banyak makanan ketika melihat rusa-rusa berterbaran.</p>
<p>Oknum-oknum bandara itu tak tahu, nasib para TKW di negara arab bisa jadi lebih buruk dari nasib mereka sendiri. Si TKW ditawari macam-macam. Mulai dari pertukaran uang arab yang <em>rate</em>-nya sangat tidak manusiawi, harga nomor perdana yang biasa 10 ribu dijual bisa lebih dari 50 ribu, &#8220;membantu&#8221; mengangkat barang-barang yang tidak seberapa dengan imbalan ratusan ribu yang dipaksa, dan acara-acara lain.</p>
<p>Sayapun kena. Ketika memesan taksi, ada 1 orang yang tidak saya kenal dengan baiknya menegur dan membantu saya mengangkat barang bawaan saya yang cuma satu itu. Tapi setelah taksi mau berangkat, orang itu tiba-tiba nyamperin dan bilang &#8220;Bos, minta buat buka puasa dong&#8221;.</p>
<p>Di perjalanan pulang, macet sudah menanti saya. Bukan macet biasa, karena terjadi di jalan-bebas-hambatan. Mungkin biasa buat orang Jakarta kali ya. Dan para pedangang asongan menyebar di sudut2 jalan. Padahal sedang berada di jalan-bebas-hambatan.</p>
<p>Begitulah, sambutan Indonesia kepada saya. Melihat banyak orang tak punya pekerjaan yang jelas, membuat Indonesia makin tak jelas nasibnya. Sayapun tak bisa menyalahkan orang-orang itu, karena mereka juga tak akan mau begitu jika keadaan tidak memaksa mereka.</p>
<p>Dengan sambutan yang seperti ini, saya jadi makin benci dengan orang-orang yang duduk sebagai pemimpin. Mulai dari presiden, mentri, pejabat daerah, wakil rakyat, dan polisi. Serius. Kadar kebencian saya sudah pada titik paling tinggi.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Cerita akan bersambung dengan cerita di beberapa tempat seperti Sukabumi, Bandung, Semarang, Kendal, Wonosobo, Dieng, dan Jogja.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/sukabumi-2-jalan-jalan-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukabumi 2 &#8211; Jalan-jalan 2009'>Sukabumi 2 &#8211; Jalan-jalan 2009</a> <small>Setelah membahas masalah transportasi, saatnya cerita tentang keadaan kota Sukabumi....</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/sukabumi-jalan-jalan-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Sukabumi &#8211; Jalan-jalan-2009'>Sukabumi &#8211; Jalan-jalan-2009</a> <small>Seingat saya, dulu saya sempat beberapa kali ke Sukabumi. Dalam...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/pesta-blogger-2009/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pesta Blogger 2009'>Pesta Blogger 2009</a> <small>Akhirnya, setelah 2 tahun cuma bisa ngeces melihat teman-teman blogger...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didats.net/page/jalan-jalan-2009-part-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

