<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Didats Triadi &#187; tkw indonesia</title>
	<atom:link href="http://didats.net/category/tkw-indonesia/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://didats.net</link>
	<description>Web Application Developer and Designer</description>
	<lastBuildDate>Wed, 03 Aug 2011 19:02:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Anak-anak tanpa kewarganegaraan</title>
		<link>http://didats.net/page/anak-anak-tanpa-kewarganegaraan/</link>
		<comments>http://didats.net/page/anak-anak-tanpa-kewarganegaraan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Mar 2010 08:07:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didats Triadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuwait]]></category>
		<category><![CDATA[tkw indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[tkw]]></category>
		<category><![CDATA[warganegara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=693</guid>
		<description><![CDATA[Sudah saya tulis sebelumnya, Kuwait ini negara yang super kaya. Tapi dibalik kekayaan itu, ternyata banyak tersimpan masalah-masalah yang banyak orang tidak tahu. Atau mungkin tak mau tahu. Antara sedih dan marah, saya juga bingung. Cerita anak-anak yang lahir dari orangtua yang tak jelas, akhirnya tak diakui. Sampai dengan saat ini, ada sekitar 11 orang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/di-kuwait-17-agustus-itu-hari-anak-nasional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Di Kuwait, 17 Agustus itu Hari Anak Nasional'>Di Kuwait, 17 Agustus itu Hari Anak Nasional</a> <small>Hihihi&#8230; :P *ngumpet dari kejaran panitia* Daftar Projek30 sebelum tulisan...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/tkw-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW Indonesia di Kuwait'>TKW Indonesia di Kuwait</a> <small>Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan para...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW, merajut impian yang sia-sia'>TKW, merajut impian yang sia-sia</a> <small>Mengunjungi KBRI beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-694" title="anak-anak2" src="http://didats.net/wp-content/uploads/2010/03/anak-anak2.jpg" alt="" width="300" height="300" />Sudah <a href="http://didats.net/page/peminta-minta-di-kuwait/">saya tulis sebelumnya</a>, Kuwait ini negara yang super kaya. Tapi dibalik kekayaan itu, ternyata banyak tersimpan masalah-masalah yang banyak orang tidak tahu. Atau mungkin tak mau tahu.</p>
<p>Antara sedih dan marah, saya juga bingung. Cerita anak-anak yang lahir dari orangtua yang tak jelas, akhirnya tak diakui.</p>
<p>Sampai dengan saat ini, ada sekitar 11 orang anak kecil yang tinggal di KBRI Kuwait. Tanpa kejelasan status. Tanpa bapak, bahkan diantaranya, tanpa ibu di sekitar mereka. Masih beruntung, umur paling tua diantara mereka adalah 2 tahun. Tak tahu saya apa jadinya kalau sudah besar nanti.</p>
<p>Beberapa dari mereka, lahir karena keterpaksaan. Diperkosa majikan.</p>
<p>Ada juga yang tak sengaja lahir. Lalu &#8216;dibuang&#8217;.</p>
<p>Secara hukum, anak-anak yang lahir harus punya 2 hal, ayah dan ibunya. Ketika salah satu syarat tak terpenuhi, maka tak ada jalan bagi anak itu untuk mempunyai akte kelahiran.</p>
<p>Yang <em>bikin</em> miris, ketika sang ibu yang sudah hamil besar, dan terpaksa melahirkan di rumah sakit, dan tak ada surat nikah, sang ibu dipenjara. Atas dasar, telah melakukan hubungan di luar nikah. Tak peduli diperkosa atau tidak.</p>
<p>Anaknya juga ikut dipenjara. Ya, yang baru lahir itu. <em>Gak</em> tau sampai kapan.</p>
<p>Maka dari itu, ada beberapa anak yang dilahirkan di tempat penampungan KBRI.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Ada juga cerita yang kedua orangtua mereka kurang ajar. Atas dasar suka sama suka, si cewek yang Indonesia ini rela disetubuhi si cowok. Mungkin telat <em>ngangkat</em>, jadilah anak. Atau tak mampu beli kondom.</p>
<p>Ketika hamil, si <em>cewek</em> datang ke KBRI, sambil bilang diperkosa. Selesai melahirkan secara darurat di KBRI, itu ibu tinggal &#8216;<em>selonong boy</em>&#8216; dari KBRI, meninggalkan anaknya.</p>
<p>&#8212;</p>
<p>Kini, anak-anak itu hidup di KBRI. Bersapa ria dengan orang-orang yang berkantor di sana. Tanpa kejelasan status, tanpa kejelasan masa depan.</p>
<p>Beberapa orang Indonesia, baik yang tinggal di Kuwait, atau pejabat-pejabat Indonesia yang datang ke Kuwait, sebenernya sudah mau mengadopsi beberapa diantara mereka.</p>
<p>Tapi percuma. Pemerintah Kuwait melarang, karena si anak tak punya kewarganegaraan, tak punya paspor, dan tak punya akte kelahiran.</p>
<p>Kabarnya, nasib anak-anak ini masih diusahakan oleh orang-orang KBRI Kuwait. Paling tidak mereka bisa pulang ke Indonesia. Melalui rapat-rapat dengan pengacara, dan pejabat Kuwait sendiri.</p>
<p>Saya turut mendoakan. Semoga anda-anda juga begitu.</p>
<p><em>Foto diambil tanpa ijin dari: <a href="http://lifemaximum8.blogspot.com">lifemaximum8.blogspot.com</a></em></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/di-kuwait-17-agustus-itu-hari-anak-nasional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Di Kuwait, 17 Agustus itu Hari Anak Nasional'>Di Kuwait, 17 Agustus itu Hari Anak Nasional</a> <small>Hihihi&#8230; :P *ngumpet dari kejaran panitia* Daftar Projek30 sebelum tulisan...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/tkw-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW Indonesia di Kuwait'>TKW Indonesia di Kuwait</a> <small>Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan para...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW, merajut impian yang sia-sia'>TKW, merajut impian yang sia-sia</a> <small>Mengunjungi KBRI beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didats.net/page/anak-anak-tanpa-kewarganegaraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TKW Indonesia di Kuwait</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-indonesia-di-kuwait/</link>
		<comments>http://didats.net/page/tkw-indonesia-di-kuwait/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 30 Aug 2009 19:23:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didats Triadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuwait]]></category>
		<category><![CDATA[tkw indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[arab]]></category>
		<category><![CDATA[dpr]]></category>
		<category><![CDATA[mpr]]></category>
		<category><![CDATA[pembantu]]></category>
		<category><![CDATA[pemerintah]]></category>
		<category><![CDATA[tenaga kerja]]></category>
		<category><![CDATA[tkw]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=611</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan para TKW Indonesia di Kuwait. TKW disini bukan berarti benar-benar Tenaga Kerja Wanita, tapi tenaga kerja yang bekerja di dalam rumah. Bahasa halusnya, Pramu Wisma, alias pembantu rumah tangga. Sampai dengan tulisan ini saya tulis, ada kira-kira sekitar 500 orang lebih TKW bermasalah yang ada di [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/bertambah-lagi-orang-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait'>Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait</a> <small>Alhamdulillah. Ini Kuwait emang negara super kaya. Jadi walaupun cuaca...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/indonesia-vs-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Indonesia vs Kuwait'>Indonesia vs Kuwait</a> <small>Masalah sumber daya alam Kuwait: Punya sumber daya alam minyak,...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/blognya-orang-orang-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blognya orang-orang Indonesia di Kuwait'>Blognya orang-orang Indonesia di Kuwait</a> <small>Berada di &#8220;dunia lain&#8221; seperti Kuwait memang sebuah pengalaman yang...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-medium wp-image-612" title="610x" src="http://didats.net/wp-content/uploads/2009/08/610x-300x194.jpg" alt="610x" width="300" height="194" /></p>
<p>Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan para TKW Indonesia di Kuwait. TKW disini bukan berarti benar-benar Tenaga Kerja Wanita, tapi tenaga kerja yang bekerja di dalam rumah. Bahasa halusnya, Pramu Wisma, alias pembantu rumah tangga.</p>
<p>Sampai dengan tulisan ini saya tulis, ada kira-kira sekitar 500 orang lebih TKW bermasalah yang ada di KBRI Kuwait. Angka 500 ini bukan main banyaknya. Tempat penampungan di KBRI yang tidak bisa dibilang besar, makin tersiksa. Para TKW jika sore hari sudah menggelar kasur di bagian luar tempat penampungan, saking banyaknya orang.</p>
<p>100% dari para TKW bermasalah itu adalah wanita. Tahukah anda, ada berapa orang yang menangani mereka? hanya 3 orang. Tak ada tanda-tanda dari pemerintah pusat untuk menambah personel. Waktu yang digunakan untuk meng-absen saja sudah hampir 3 jam!</p>
<p>Masalah utama yang dihadapi orang-orang KBRI di Kuwait tentu saja, biaya. Jika perhari 1 orang TKW itu menghabiskan uang 1 dinar Kuwait, maka harus ada sekitar 500 Dinar Kuwait (17 juta rupiah). Selama 1 bulan? 510 juta rupiah. Setahun? 6 Milyar!</p>
<p>Bayangkan uang sebanyak itu untuk menghidupi 500 TKW, akan lebih baik digunakan hal-hal yang berguna di Indonesia sana.</p>
<h3>Kenapa TKW Bermasalah?</h3>
<p><a href="http://didats.net/page/tkw-di-negeri-arab-gaya-baru-perdagangan-manusia/">Kasus TKW di negara arab itu hampir sama</a>. Sebagian besar orang arab yang otaknya masih kuno, <a href="http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/">menganggap mereka membeli &#8220;budak&#8221; dari agen</a>. So, dengan atas nama itu, si majikan merasa leluasa untuk berbuat apa saja.</p>
<p>Masalah paling banyak adalah, <a href="http://didats.net/page/kenaikan-standar-gaji-tkw-indonesia/">TKW tidak mendapatkan gaji tiap bulan</a>. Dan kaburlah mereka ke KBRI. Masalah lainnya, rata-rata para TKW yang tak tahan dimarahi, dipukul, dan majikan yang cerewet.</p>
<h3>TKW yang bermasalah</h3>
<p>Tak adil rasanya kalau saya hanya menyalahkan para majikan arab. Tapi memang data yang saya dapat dari orang KBRI, rata-rata TKW yang datang ke Kuwait hanya lulusan SD. Dengan pendidikan rendah, mental merekapun juga rendah.</p>
<p>Banyak dari mereka yang tak tahan hanya karena dimarahi majikan. Seperti tak ada mental untuk bekerja di luar negeri.</p>
<p>Banyak dari mereka juga yang gampang tergoda Banggali (orang-orang Bangladesh) untuk dipekerjakan sebagai &#8220;<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hooters">hooters</a>&#8221; atau PSK.</p>
<h3>Akar masalah</h3>
<p>Di Kuwait, masalah paling utama adalah, <strong>tidak adanya perjanjian kerja antara Indonesia dan Kuwait</strong>. Tenaga TKW yang bekerja di Kuwait berada di bawah penguasaan Departemen Dalam Negeri Kuwait. Sedangkan untuk tenaga profesional, berada di bawah penguasaan Departemen Tenaga Kerja.</p>
<p>Bedanya apa? Akan sulit bagi pemerintah Indonesia untuk memprotes apapun tentang TKW, karena TKW dan peraturan-peraturannya adalah hak Kuwait. Ditambah, tak ada <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Memorandum_of_understanding">MoU</a> antara Indonesia dan Kuwait.</p>
<p>Dengar punya dengar, ada satu orang Indonesia yang membuka jalur TKW ke Kuwait pada tahun-tahun terdahulu. Saya lupa namanya. Semoga dia hidup tenang di dunia ataupun di akherat *ini sarkasme*</p>
<p>Dan, masalah di Indonesia adalah masalah yang paling berat. Pusatnya berada di pemerintah kita tercinta. Pembangunan yang tak merata di seluruh Indonesia, tidak adanya kepedulian tentang lapangan pekerjaan, dan masalah-masalah dasar lain.</p>
<p>&#8230;. *maaf, saya kehabisan kata untuk bercerita tentang negara sendiri*</p>
<p>Dan, A****G-A****G BERDASI YANG ADA DI SENAYAN ITU MEMANG PANTAS DIHUKUM MATI! (Anda benar, ada beking kuat dari Senayan).</p>
<p>*<a href="http://indonesiaarab.wordpress.com/2008/09/06/slavery-virtual-slavery-and-the-culture-of-arab/">gambar diambil tanpa ijin dari blog lain</a></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/bertambah-lagi-orang-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait'>Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait</a> <small>Alhamdulillah. Ini Kuwait emang negara super kaya. Jadi walaupun cuaca...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/indonesia-vs-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Indonesia vs Kuwait'>Indonesia vs Kuwait</a> <small>Masalah sumber daya alam Kuwait: Punya sumber daya alam minyak,...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/blognya-orang-orang-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Blognya orang-orang Indonesia di Kuwait'>Blognya orang-orang Indonesia di Kuwait</a> <small>Berada di &#8220;dunia lain&#8221; seperti Kuwait memang sebuah pengalaman yang...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didats.net/page/tkw-indonesia-di-kuwait/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TKW di negeri Arab, gaya baru perdagangan manusia</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-di-negeri-arab-gaya-baru-perdagangan-manusia/</link>
		<comments>http://didats.net/page/tkw-di-negeri-arab-gaya-baru-perdagangan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2007 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didats Triadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[general]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[tkw indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa ceritaku tentang TKW memang selalu tragis. Dan ini menurutku paling tragis. Pedagangan manusia di jaman modern ini memang sangat rapi. Tidak seperti dulu yang dalam bayangan kita, di jejer di pasar kemudian diberikan bandrol harga. Informasi ini tentu saja valid. Aku langsung mendapatkan langsung dari orang yang memang mengurusi hal ini dan tahu benar [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab'>Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab</a> <small>Peringatan: Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca&#8230; :P Aku tak...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/membuka-peluang-mendapatkan-pekerjaan-di-luar-negeri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membuka peluang mendapatkan pekerjaan di luar negeri'>Membuka peluang mendapatkan pekerjaan di luar negeri</a> <small>Bekerja di luar negeri bagi orang Indonesia masih berupa hal...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/tahun-baru-2008-dan-kehidupan-setelah-menikah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tahun baru 2008 dan kehidupan setelah menikah'>Tahun baru 2008 dan kehidupan setelah menikah</a> <small>Alhamdulillah semua lancar. Pernikahanku yang tanggal 16 Desember itu akhirnya...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa ceritaku tentang TKW memang selalu tragis. Dan ini menurutku paling tragis. Pedagangan manusia di jaman modern ini memang sangat rapi. Tidak seperti dulu yang dalam bayangan kita, di jejer di pasar kemudian diberikan bandrol harga.</p>
<p>Informasi ini tentu saja valid. Aku langsung mendapatkan langsung dari orang yang memang mengurusi hal ini dan tahu benar seluk beluk perdagangn versi modern ini.</p>
<p><strong>Proses Penjualan </strong></p>
<p>Majikan datang ke sebuah agensi penyaluran TKW. Ketika datang dan menyampaikan maksud, ia ditawarkan 2 hal, yaitu mengambil pembantu baru dan mengambil pembantu yang ada di Kuwait yang tentunya sudah berpengalaman.</p>
<p><strong>1. Mengambil pembantu baru</strong></p>
<p>Harga yang dipatok untuk penawaran jenis ini, majikan diwajibkan membayar sebesar 360 Dinar (12 Juta rupiah), tapi harus menunggu sekitar 1 bulan untuk mendatangkan TKW yang dia inginkan. Dan sebagai DP, ia boleh membayar antara 10 KD (300 ribuan) sampai dengan 20 KD(600 ribuan) kemudian dilunasi setelah ia menerima TKW yang ia pengen.</p>
<p>Tentunya, majikan ini akan memilih dengan melihat-lihat biodata si pembantu. Biodatanya bisa tertulis jumlah anak, apa ia sudah berkeluarga atau belum, umur, dan tentu saja fotonya.</p>
<p>Syarat-syarat tertulis yang ada biasanya:</p>
<ul>
<li>Jika dalam kurang dari 6 bulan majikan sudah mengeluh akan TKW, maka ia boleh mengembalikan TKW tersebut, dan uangnya akan dikembalikan dengan perhitungan, tiap bulan dikurang 10 KD (300 ribuan).Jadi, jika TKW baru bekerja selama 2 bulan, dan si majikan sudah tidak sreg, ia bisa mengembalikan lagi ke agensi. Karena ia membayar sebesar 360 DInar, dan ia sudah memperkerjakan TKW selama 2 bulan, maka uang yang dikembalikan adalah 340 dinar.
<p>Dan dari jangka waktu 6 bulan ini, ada 2 jatah agensi. Jika kurang dari 3 bulan, maka agensi di Indonesia harus mengembalikan uang yang telah dibayar agensi di Kuwait. Untuk ini, aku tidak tahu persis perhitungannya. Dan jika lebih dari 3 bulan, maka yang bertanggung jawab mengembalikan uang si majikan adalah agensi yang berada di Kuwait.</li>
<li>Jika sudah lebih dari 6 bulan si majikan tidak puas dengan kerjaan si TKW, maka TKW bukan lagi menjadi tanggung jawab si agensi. Agensi sudah tidak akan mengembalikan lagi uang si majikan.Daaaan&#8230; ternyata&#8230;
<p>Untuk mengembalikan uangnya lagi, maka si majikan bisa saja menjualnya ke agensi lain yang rata-rata sebesar 250 KD (8,2 jutaan). Tergantung kondisi barang. Halah.</li>
</ul>
<p><strong>2. Mengambil TKW yang berpengalaman</strong></p>
<p>Pengalaman di sini bisa diartikan, pembantu yang bekerja kurang dari 6 bulan di majikan pertama. Karena masih dalam kurun waktu kurang dari 6 bulan, maka TKW ditampung di agensi.</p>
<p>Untuk mendapatkan TKW yang berpengalaman ini, si majikan diharuskan membayar sebesar 400 dinar. Kenapa lebih mahal? karena biasanya pembantu ini sudah bisa berbahasa arab walaupun hanya sedikit. Tapi rata-rata bisa lancar berbahasa arab.</p>
<p>Jika ternyata majikan tidak juga puas dengan pekerjaan TKW, maka seperti kasus di atas, ia akan menjualnya lagi di agensi lain.</p>
<p>Sungguh mengerikan!</p>
<p>Dari cerita-cerita ini, aku bertanya banyak hal. Dimana peran pemerintah Indonesia dan Kuwait?</p>
<p>Perlu diketahui juga, bahwasanya setiap bulan, TKW yang datang ke Kuwait sebanyak lebih dari 500 orang. Dan itu pasti! Dan dari jangka waktu sebulan itu, TKW yang pulang ke tanah air hanya sebanyak 3 &#8211; 7 orang tiap bulan.</p>
<p>Itu baru Kuwait. Belum lagi negara seperti Arab Saudi, Emirat, dan negara-negara arab lain. Mungkin dalam bayanganku, bisa jadi minimal ada 1000 orang TKW yang diimpor dari Indonesia ke daerah Arab.</p>
<p>Kita bisa apa?</p>
<p>Tidak mengherankan bukan, jika nama Indonesia di negara arab bukanlah nama yang harum di telinga mereka. Indonesia adalah negara pembantu. Titik.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab'>Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab</a> <small>Peringatan: Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca&#8230; :P Aku tak...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/membuka-peluang-mendapatkan-pekerjaan-di-luar-negeri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Membuka peluang mendapatkan pekerjaan di luar negeri'>Membuka peluang mendapatkan pekerjaan di luar negeri</a> <small>Bekerja di luar negeri bagi orang Indonesia masih berupa hal...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/tahun-baru-2008-dan-kehidupan-setelah-menikah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tahun baru 2008 dan kehidupan setelah menikah'>Tahun baru 2008 dan kehidupan setelah menikah</a> <small>Alhamdulillah semua lancar. Pernikahanku yang tanggal 16 Desember itu akhirnya...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didats.net/page/tkw-di-negeri-arab-gaya-baru-perdagangan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>29</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenaikan standar gaji TKW Indonesia</title>
		<link>http://didats.net/page/kenaikan-standar-gaji-tkw-indonesia/</link>
		<comments>http://didats.net/page/kenaikan-standar-gaji-tkw-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Oct 2007 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didats Triadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[kuwait]]></category>
		<category><![CDATA[tkw indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=421</guid>
		<description><![CDATA[Sebuah kabar gembira tentunya untuk para TKW Indonesia. Tapi sebuah kabar yang sangat buruk bagi orang-orang yang bermain di &#8220;perdagangan manusia&#8221; ini. Usaha kenaikan gaji ini merupakan langkah heboh dari KBRI Kuwait untuk meminimalkan keberangkatan TKW-TKW Indonesia di negeri Kuwait. Nomor Visa Di Kuwait, ada klasifikasi seorang pendatang berdasarkan nomor di Civil ID-nya. Beberapa yang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/tkw-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW Indonesia di Kuwait'>TKW Indonesia di Kuwait</a> <small>Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan para...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab'>Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab</a> <small>Peringatan: Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca&#8230; :P Aku tak...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/bertambah-lagi-orang-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait'>Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait</a> <small>Alhamdulillah. Ini Kuwait emang negara super kaya. Jadi walaupun cuaca...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebuah kabar gembira tentunya untuk para <a href="http://didats.net/page/412/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/">TKW Indonesia</a>. Tapi sebuah kabar yang sangat buruk bagi orang-orang yang bermain di &#8220;perdagangan manusia&#8221; ini. Usaha kenaikan gaji ini merupakan langkah heboh dari KBRI Kuwait untuk meminimalkan keberangkatan <a href="http://didats.net/page/412/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/">TKW-TKW Indonesia</a> di negeri Kuwait.</p>
<p><strong>Nomor Visa</strong></p>
<p>Di Kuwait, ada klasifikasi seorang pendatang berdasarkan nomor di Civil ID-nya. Beberapa yang aku tahu ada nomor 18, 19, 20, dan 21. Visa nomor 18 menandakan dia bekerja di sebuah perusahaan. Nomor 20, adalah seorang pekerja rumah tangga. Dalam hal ini, pembantu, supir, atau apapun yang tidak diijinkan keluar tanpa majikan. Nomor 21 adalah visa untuk keluarga. Dalam hal ini istri dan anak.</p>
<p>Standar gaji juga ditentukan dari nomor visanya. Untuk visa nomor 18, gaji paling minimum adalah sekitar 120 KD (kurang lebih 3,5 juta rupiah). Visa nomor 20, gaji mereka rata-rata adalah sekitar 45 KD (kurang lebih 1,2 juta rupiah).</p>
<p>Jadi ketahuan, berapa gaji rata-rata pembantu rumah tangga. Dengan uang segitu, tentunya sangat tidak layak jauh jauh datang dari Indonesia ke negara arab  khususnya Kuwait. Perlu di ketahui, standar gaji di negara-negara arab lain hampir sama.</p>
<p><strong>Agensi TKW</strong></p>
<p>Seperti yang pernah aku bilang sebelumnya, &#8220;perdagangan manusia&#8221; merupakan bisnis yang paling menggiurkan di Kuwait.  Maka daripada itulah, banyak sekali agensi-agensi yang mengkhususkan diri mereka untuk tujuan perdagangan ini.</p>
<p>Karena banyak agensi yang muncul, maka tiap-tiap agensi berkumpul untuk bergabung, dan akhirnya hanya terdapat 3 kelompok agensi. Mereka mengelompokkan diri dengan maksud agar lebih terorganisir. Dan KBRI tentunya juga akan lebih mudah mengelompokkan agensi-agensi ini.</p>
<p><strong>Kasus-kasus TKW</strong></p>
<p><a href="http://didats.net/page/412/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/">Juga seperti yang pernah aku ceritakan, kasus terbanyak TKW adalah tidak di gaji</a>. Menempati urutan kedua, adalah perlakuan kasar majikan dalam bentuk pemukulan. Dan kasus lainnya yang tidak terlalu banyak tapi selalu ada, adalah pemerkosaan dan kasus kematian <a href="http://didats.net/page/412/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/">TKW</a>.</p>
<p><strong>Pemerintah Indonesia yang tidak perhatian</strong></p>
<p>Menurutku pemerintah Indonesia juga punya tanggung jawab terhadap para pekerja khususnya <a href="http://didats.net/page/412/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/">TKW</a> yang banyak &#8220;dizholimi&#8221; di negara arab. Indonesia di negara arab merupakan negara yang sangat-sangat tidak tegas terhadap kejadian-kejadian yang menimpa warganya di negara luar.</p>
<p>Kalau kita lihat negara tetangga Filipina, pemerintah mereka sangat memperhatikan bagaimana warganya di luar negeri. Perlu diketahui, beberapa tahun yang lalu, pemerintah Filipina mendesak Kuwait yang memperkerjakan warganya untuk menaikkan gajinya menjadi 120 KD (3,5 Juta).</p>
<p>Akhirnya pemerintah Kuwait menolaknya, dan kenyataannya, pembantu rumah tangga dari Filipina jumlahnya makin hari makin sedikit. Lebih banyak yang bekerja di restoran-restoran, dan toko-toko. Ini juga dikarenakan kemampuan bahasa inggris mereka sudah sangat lancar walaupun hanya lulusan setaraf SMP.</p>
<p>Kenapa para orang-orang Arab itu berani berlaku sewenang-wenang terhadap orang-orang Indonesia, karena memang tidak ada efek jera. Pemerintah kita tak pernah berusaha untuk mengambil sikap jika ada warganya yang dianiaya di negara luar.</p>
<p><strong>Usaha KBRI Kuwait</strong></p>
<p>KBRI sebagai perwakilan negara Indonesia di Kuwait juga bukan tanpa usaha. Mereka mungkin sudah capek untuk menyelesaikan masalah ini. Usaha mereka untuk menaikkan gaji para TKW adalah usaha yang aku bilang terbilang jempolan.</p>
<p>Akhir-akhir ini KBRI Kuwait  mensosialisasikan pernyataan kepada seluruh agensi. Setiap TKW yang bermasalah dengan majikan, maka agensi yang bertanggung jawab memberangkatkan TKW tersebut harus menyelesaikan masalah itu dulu, baru kemudian mereka mendapatkan ijin untuk mencari lagi TKW lain. Jika mereka belum menyelesaikan masalahnya, maka semua agensi yang menjadi teman dari agensi yang bermasalah tersebut juga akan menanggung akibatnya, yaitu tidak diijinkan untuk mengambil TKW baru. (maap kalo bahasa indonesianya belibet)</p>
<p>Dan, semua aturan yang sudah dibuat akan tidak berguna jika para individu-individu yang bermain tidak konsekuen dengan peraturan yang ada. Perlu diingat, &#8220;perdagangan manusia&#8221; ini adalah bisnis uang yang sangat lancar. Akan banyak uang yang beredar, dan akan banyak usaha-usaha tak kenal lelah dari orang-orang arab penanggung jawab agensi.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/tkw-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW Indonesia di Kuwait'>TKW Indonesia di Kuwait</a> <small>Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan para...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab'>Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab</a> <small>Peringatan: Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca&#8230; :P Aku tak...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/bertambah-lagi-orang-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait'>Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait</a> <small>Alhamdulillah. Ini Kuwait emang negara super kaya. Jadi walaupun cuaca...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didats.net/page/kenaikan-standar-gaji-tkw-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>20</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab</title>
		<link>http://didats.net/page/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/</link>
		<comments>http://didats.net/page/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Aug 2007 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didats Triadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kuwait]]></category>
		<category><![CDATA[tkw indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=412</guid>
		<description><![CDATA[Peringatan: Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca&#8230; :P Aku tak bisa tahan untuk tidak menuliskan ini setelah nasib seorang wasit resmi diberlakukan semena-mena oleh para polisi negara tetangga. Semua sangat berhubungan dengan citra negara kita yang sudah cukup bobrok. Kita seperti sudah tak ada daya di mata negara lain. Kasihan orang Indonesia. Sumber informasi: Aku [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/tkw-di-negeri-arab-gaya-baru-perdagangan-manusia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW di negeri Arab, gaya baru perdagangan manusia'>TKW di negeri Arab, gaya baru perdagangan manusia</a> <small>Beberapa ceritaku tentang TKW memang selalu tragis. Dan ini menurutku...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/menjadi-warga-negara-terpinggirkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menjadi warga negara terpinggirkan'>Menjadi warga negara terpinggirkan</a> <small>Saya tahu ini jaman modern. Tapi tak menutup kemungkinan rasis...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/tkw-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW Indonesia di Kuwait'>TKW Indonesia di Kuwait</a> <small>Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan para...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Peringatan:</strong> Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca&#8230; :P</p>
<p>Aku tak bisa tahan untuk tidak menuliskan ini setelah nasib seorang wasit resmi diberlakukan semena-mena oleh para polisi negara tetangga. Semua sangat berhubungan dengan <a href="http://rony.dgworks.net/2007/08/28/tercabiknya-harga-diri-bangsa/">citra negara kita yang sudah cukup bobrok</a>. Kita seperti sudah tak ada daya di mata negara lain. Kasihan orang Indonesia.</p>
<p>Sumber informasi:</p>
<ol>
<li>Aku melihat dan mendengar cerita dari yang bersangkutan atau teman yang bersangkutan ketika sekedar bermain-main ke KBRI di Kuwait.</li>
<li>Aku punya seorang teman yang setiap hari ketemu, dan dia bekerja di sebuah perusahaan penyalur pembantu di Kuwait.</li>
</ol>
<p><strong>Kenapa seorang wanita rela menjadi seorang TKW</strong></p>
<p>Sebenarnya ini masih menjadi pertanyaanku. Tapi sebagian besar TKW yang aku tanyakan <strong>pendidikan terakhir mereka rata-rata SD, SMP, atau bahkan tidak lulus SD</strong>. Kesimpulannya, tingkat pendidikan mereka rendah. Dan itu berakibat langsung kepada bagaimana mereka memutuskan sesuatu tidak berdasarkan pada apa yang akan mereka dapatkan di jangka panjang.</p>
<p><strong>Faktor kedua</strong>, mereka buta untuk melihat contoh-contoh yang tidak berhasil dan bahkan tersiksa. Mereka lebih cenderung melihat TKW yang berhasil.</p>
<p>Sekarang kita definisikan maksud berhasil di sini.</p>
<ol>
<li>Gaji rata-rata mereka cuma $200 &#8211; $300. Dalam sebulan mereka bisa mengumpulkan uang taruhlah $250 (Mereka tidak punya pengeluaran. Jadinya mereka bisa menabung semua penghasilan mereka).</li>
<li>Jika mereka beruntung, mereka akan mendapatkan majikan baik hati. Maksudku, benar-benar baik hati. Tiap bulan mereka diberikan pakaian, diberi kalung emas, dan barang-barang berharga lain.</li>
<li>Mereka biasa mengirimkan uang tabungan mereka ke Indonesia setiap 3 bulan sekali yang berarti $750. Sekitar 6 juta tiap 3 bulan.</li>
<li>Ketika mereka pulang ke Indonesia, si majikan baik hati ini pastinya akan memberi bekal berupa duit dalam jumlah yang cukup besar. Taruhlah sekitar $800 &#8211; $1500.</li>
</ol>
<p>Sudah? iya sudah. Bagi orang-orang yang tidak punya tingkat pendidikan yang cukup, uang sebesar itu pasti sangat besar. Si TKW bisa membangun rumah dengan bagus, membeli sawah, sapi, dan lain-lain.</p>
<p>TAPI DENGAN SYARAT, Majikan yang didapat adalah majikan yang baik hati. DAN ITU DIIBARATKAN SEPERTI MENCARI TUKANG ES TEBU DI JAKARTA. Udah jarang kan yak? :P</p>
<p><strong>Faktor ketiga</strong>, kabur dari rumah. Beberapa TKW yang aku tanyakan biasanya mereka kabur karena mau dijodohkan.</p>
<p><strong>Faktor keempat</strong>. Pekerjaan dan kemiskinan. Inilah dia faktor terpenting. Karena faktor inilah mereka berpendidikan rendah dan akhirnya menjadi buta akan contoh2 penyiksaan TKW.</p>
<p>Setelah mereka setuju menjadi TKW, apa saja yg mereka harus lakukan?</p>
<p>1. Nyetor ke Agensi yang memberangkatkan mereka. Biaya yang disetor biasanya bisa lebih dari 5 juta rupiah. Dengan begitu, mereka terpaksa menjual barang2 berharga mereka di desa.</p>
<p><strong>Uang 5 juta ini larinya kemana?</strong></p>
<p>Aku masih belum mendapatkan petunjuk kemana uang ini. Anggapan awalku adalah uang ini untuk biaya pesawat, makan di penampungan, dan biaya surat-surat seperti paspor dan visa. Jadi, biaya ini bersih untuk Agensi yang ada di Indonesia. Tentunya para agensi ini mengambil untung. Namanya juga bisnis.</p>
<p>2. Mereka dikumpulkan di Jakarta. Di tempat penampungan. Biasanya mereka harus menunggu sampai mereka diberangkatkan. Dan itu memakan waktu paling sebentar adalah 3 bulan.</p>
<p>3. Selama di penampungan, mereka dilatih untuk mengenalkan bagaimana menghadapi orang arab. Ini biasanya hanya formalitas. <strong>Ya jelas, bagaimana bisa seseorang yang BELUM PERNAH ke Kuwait menjelaskan bagaimana orang arab di Kuwait</strong>. Cabe deeeeh&#8230;</p>
<p><strong>Mereka diberangkatkan, lalu apa?</strong></p>
<p>1. Mereka diberangkatkan di bandara Soekarno Hatta. Dari negeri mereka sendiri, mereka sudah mendapat perlakuan yang tidak pantas. Aku melihat sendiri bagaimana para petugas bandara berbicara kasar kepada mereka-mereka ini. Kesel sendiri ngeliatnya.</p>
<p>2. Di pesawat, mereka biasanya diperlakukan dengan tidak baik oleh para pramugari atau pramugara. Imbasnya, semua orang Indonesia diperlakukan tidak baik. Analoginya? anda pakailah sendal jepit ke Bank BCA dan berpakaian seadanya. Anda menerima senyuman dari para petugas Bank? jangan harap.</p>
<p>3. Sampai di Kuwait, mereka dikumpulkan. Dan dibagi-bagi berdasarkan perusahaan Agensi mereka di Kuwait.</p>
<p>4. Biasanya, satu hari itu PASTI ada TKW baru. Itu PASTI. Dan para TKW ini dibandrol harga sekitar 400 Dinar (12 juta lebih). Apa? Dibandrol? kaya dagangan aja? Embeeer!</p>
<p><strong>400 Dinar ini untuk apa?</strong></p>
<p>Biaya 400 dinar ini untuk pengurusan visa di Kuwait. Aku juga belum bisa mendapatkan informasi lain untuk apa uang ini. Mungkin saja memberikan komisi kepada agensi di Indonesia. Dan &#8220;perdagangan&#8221; manusia ini adalah bisnis yang paling menggiurkan!</p>
<p><strong>Mereka sampai di majikan. Lalu?</strong></p>
<p>Sampai di majikan, mereka tidak bisa berbicara apa-apa. Bahasa arab? mereka tidak bisa sama sekali. Dan sifat kebanyakan orang Kuwait, semakin kita diam, semakin kita diberlakukan semena-mena. Aku menebalkan kata kebanyakan, karena tidak mau meng-genarlisir.</p>
<p>Akhirnya, si TKW tidak betah. K<strong>ASUS PALING BANYAK YG MAMPIR DI KBRI adalah, TKW TIDAK DI GAJI. </strong></p>
<p>Ketika si TKW tidak betah, maka segala cara ia lakukan untuk kabur dari rumah. Aku terakhir kali melihat seorang wanita di KBRI yang berjalan menggunakan tongkat dan seluruh kakinya diperban. Ketika aku tanyakan kepada orang yang aku kenal, dia menjawab dengan enteng, karena memang katanya sudah biasa. Apa jawabannya?</p>
<p><strong>OOOH.. ITU BIASA MAS. DIA LONCAT DARI LANTAI 3. </strong></p>
<p>Whaaaaaat??? Loncat dari lantai 3 biasa???? Sedih! sedih! sedih!</p>
<p>Ketika TKW kabur inilah, ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Tapi jika dikerucutkan menjadi 3 kejadian.</p>
<ol>
<li>Sampai di KBRI dengan selamat</li>
<li>Di jalan bertemu dan diculik oleh mafia-mafia penculikan di Kuwait. Mereka dijadikan alat mencari duit. Menjadi pelacur</li>
<li>Di jalan bertemu seseorang yang memperkerjakan dia. Sayangnya, mereka juga TIDAK DIGAJI (lagi). Kasihan!</li>
</ol>
<p><strong>Sampai di KBRI, lalu apa?</strong></p>
<p>Perlu diketahui, sampai sekarang penampungan TKW di KBRI Kuwait sampai dengan 300 orang. Dan itu semua mereka yang bermasalah dengan majikan. Ketika melaporkan kejadian yang mereka alami, nantinya akan ditanyakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:</p>
<p>- Nama majikan<br />
- Alamat majikan<br />
- Sebab kabur<br />
- Apa kemauannya setelah kabur</p>
<p>Dan kebanyakan dari mereka ingin pulang ke tanah air. Pulang memang jalan keluar terakhir. Tapi bagaimana caranya mereka pulang? <strong>sedangkan mereka TIDAK PUNYA UANG SEPESERPUN untuk biaya tiket pulang</strong>. KBRI tidak mungkin menanggung biayanya. Akhirnya, mereka menunggu di penampungan untuk:</p>
<p><strong>1. Bekerja lagi mencari duit pulang menjadi pembantu rumah tangga di majikan lain.</strong></p>
<p>Dan biasanya, mereka akan balik lagi ke KBRI dengan alasan yang sama. Prosesnya akan terus memutar.</p>
<p><strong>2. Menunggu waktu &#8220;mutih&#8221;. </strong></p>
<p>Aku tidak tahu istilah mutih dalam bahasa arabnya apa. Yang jelas, pemerintah Kuwait akan mengadakan pulang massal dengan keringanan-keringanan berupa surat-surat dan pembuatan paspor darurat.</p>
<p>Pertanyaannya, apakah majikan-majikan yang tidak membayar gaji dan berlaku kasar itu bisa dituntut?</p>
<p>Jawabannya, bisa. Tapi perandaiannya seperti pengadilan Indonesia yang ingin mengadili pejabat-pejabat Indonesia. Susah? ya begitulah.</p>
<p>Lalu aku sebagai orang Indonesia juga, apa yang bisa aku lakukan? Untuk sementara aku masih dalam kategori lemah. Aku tidak bisa berbuat banyak. Yang bisa aku lakukan hanyalah memperbaiki citra Indonesia kepada teman-teman di kantor dan klien-klien kantor yang sering berurusan denganku. Aku hanya sendirian warga negara Indonesia di kantor. Otomatis, setiap gerak-gerikku mewakili orang-orang Indonesia. Jika aku jelek di mata mereka, maka mereka pastinya akan menganggap orang Indonesia sepertiku.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/tkw-di-negeri-arab-gaya-baru-perdagangan-manusia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW di negeri Arab, gaya baru perdagangan manusia'>TKW di negeri Arab, gaya baru perdagangan manusia</a> <small>Beberapa ceritaku tentang TKW memang selalu tragis. Dan ini menurutku...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/menjadi-warga-negara-terpinggirkan/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Menjadi warga negara terpinggirkan'>Menjadi warga negara terpinggirkan</a> <small>Saya tahu ini jaman modern. Tapi tak menutup kemungkinan rasis...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/tkw-indonesia-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: TKW Indonesia di Kuwait'>TKW Indonesia di Kuwait</a> <small>Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan para...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didats.net/page/kisah-perjalanan-lengkap-tkw-dari-indonesia-sampai-di-negara-arab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>53</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TKW, merajut impian yang sia-sia</title>
		<link>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/</link>
		<comments>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Dec 2006 00:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Didats Triadi</dc:creator>
				<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[general]]></category>
		<category><![CDATA[kuwait]]></category>
		<category><![CDATA[tkw indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://didats.net/?p=364</guid>
		<description><![CDATA[Mengunjungi KBRI beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka melihat para TKW. Selama ini mereka dieksploitasi sejak dari tanah air mereka sendiri. Para agen-agen TKW yang berada di Indonesia maupun Kuwait hanya meraup keuntungan demi perutnya sendiri! Beberapa agen TKI yang sempat aku temui ketika mengurus visa di Kedutaan Kuwait yang di Jakarta, dalam [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/yang-gratis-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Gratis di Kuwait'>Yang Gratis di Kuwait</a> <small>Apa-apa yang gratis memang menyenangkan. Tapi kadang tidak semuanya yang...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/maliya-kuwait-city-yang-sangat-asia-tenggara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara'>Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara</a> <small>Waduh, maap saudara-saudara sekalian. Koneksi internet sempat putus di kamar....</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/jam-kerja-yang-aneh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jam kerja yang aneh'>Jam kerja yang aneh</a> <small>Jam kerja yang menurutku tidak manusiawi ini mungkin cuma terjadi...</small></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mengunjungi <a href="http://kbrikuwait.org/">KBRI</a> beberapa hari lalu seakan-akan membuat mataku lebih terbuka melihat para TKW. Selama ini mereka dieksploitasi sejak dari tanah air mereka sendiri. Para agen-agen TKW yang berada di Indonesia maupun Kuwait hanya meraup keuntungan demi perutnya sendiri!</p>
<p>Beberapa agen TKI yang sempat aku temui ketika mengurus visa di Kedutaan Kuwait yang di Jakarta, dalam 1 bulan mereka bisa mengirim sampai dengan 600 TKW untuk perusahaan besar. Kalau &#8220;pasar&#8221; sepi, paling sedikit dalam 1 bulan bisa kurang dari 100 orang.</p>
<p><a href="http://i4.photobucket.com/albums/y118/didats/tkw.jpg"><img src="http://i4.photobucket.com/albums/y118/didats/tkw.jpg" alt="Jalan pos TKW? " width="450" /></a></p>
<p>TKW yang diberangkatkan dari Jakarta juga sudah menerima kenyataan pahit sejak dari tanah air mereka. Dibentak-bentak oleh para petugas bandara. Perandaiannya seperti seorang majikan yang sedang darah tinggi memarahi seorang pembantu yang kebetulan bersalah. Nah, masalahnya, para TKW yang berada di Bandara tidak salah apa-apa. Tapi sudah dibentak-bentak secara tidak wajar. Ini aku lihat sendiri ketika berangkat dari Jakarta.</p>
<p>Setelah berangkat dari bandara, di dalam pesawat mereka juga menerima perlakuan yang kurang ramah dari para pramugari Kuwait Airways. Sekedar informasi, para pramugari Kuwait Airways tidak ada yang cantik. Berpenampilan seperti biasa, tidak seperti kebanyakan pramugari penerbangan lokal di Indonesia. Ditambah, ada pramugara jugak! Heh? jadi makin merusak pemandangan aja! Kuwait Airways, sangat tidak direkomendasikan!</p>
<p>Para TKW akhirnya sampai di Kuwait. Mereka dijemput agen yang ada di Kuwait. Nantinya, akan ada seorang majikan yang &#8220;membeli&#8221; TKW dari agen tersebut.</p>
<p>Perlu diketahui, para Kuwaiti mempunyai rumah yang saaaangat besar, secara mereka digaji oleh pemerintah. Hanya tidur-makan-nonton tv saja, mereka sudah kaya. Tanpa perlu bekerja, mereka dapat gaji. Sekolah gratis sampai dengan S2. Kesehatan dijamin oleh pemerintah dengan menggratiskan biaya pengobatan hanya untuk para Kuwaiti. Dalam satu rumah, biasanya tinggal keluarga besar, dan punya sampai dengan 3 lantai. Nah, rumah sebesar itu hanya diurus oleh satu orang TKW.</p>
<p>Memang sudah adat bangsa Arab, jika mereka &#8220;membeli&#8221; TKW, itu berarti TKW tersebut adalah BUDAK. Mereka berfikir adalah HALAL untuk menyiksa para TKW tersebut, memukul, menyetrika, menggasak, mengguyur air panas, bahkan memperkosa!</p>
<p>Alhasil, TKW tersebut kabur dari rumah. Tanpa membawa paspor (karena paspor dipegang oleh majikan). Dengan rasa penyesalan karena sudah datang ke Kuwait, TKW tersebut &#8220;mengadu&#8221; ke KBRI. Oleh KBRI mereka ditampung terlebih dahulu, sambil mengurus paspor. Oh iya, tempat penampungan di KBRI sampai hari ini mempunyai 250an TKW.</p>
<p>Beberapa waktu ke depan, TKW tersebut akan berpindah ke majikan lain. DAN MEREKA MENDAPATKAN SIKSAAN LAGI.</p>
<p>Maka tidak heran jika para TKW yang ada di penampungan KBRI rata-rata sudah tidak *maaf* perawan dan beberapa kali pindah majikan. Di majikan pertama hanya tahan 1 bulan, 1 minggu, atau bahkan HANYA 1 HARI. Padahal, mereka sudah menandatangani surat pernyatan akan bekerja selama 2 TAHUN!</p>
<p>Setelah pindah-pindah majikan, nasib mereka ternyata tidak berubah. Dan akhirnya mereka meminta untuk pulang kembali ke tanah air dengan rasa SANGAT MENYESAL. Akhirnya KBRI juga yang memulangkan mereka.</p>
<p>Pesanku lewat tulisan ini adalah, JIKA DIANTARA PEMBACA ADALAH TKW (eh, ada ga ya), URUNGKAN NIATMU BEKERJA SEBAGAI PEMBANTU DI NEGERI LAIN (kalau selain PEMBANTU boleh! Justru dianjurkan). ATAU JIKA DIANTARA PEMBACA MEMPUNYAI SAUDARA YANG AKAN BEKERJA SEBAGAI PEMBANTU DI NEGARA LAIN, CEGAH! PENYESALAN SELALU DATANG TERLAMBAT, KAWAN.</p>
<p>Pertanyaannya, DIMANA KESERIUSAN PEMERINTAH KUWAIT DAN INDONESIA? Apakah ini hanya kepentingan beberapa orang yang hanya ingin meraup keuntungan demi buncitnya perut sendiri?</p>
<p><strong>TANYA KENAPA.</strong></p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://didats.net/page/yang-gratis-di-kuwait/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Gratis di Kuwait'>Yang Gratis di Kuwait</a> <small>Apa-apa yang gratis memang menyenangkan. Tapi kadang tidak semuanya yang...</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/maliya-kuwait-city-yang-sangat-asia-tenggara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara'>Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara</a> <small>Waduh, maap saudara-saudara sekalian. Koneksi internet sempat putus di kamar....</small></li>
<li><a href='http://didats.net/page/jam-kerja-yang-aneh/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Jam kerja yang aneh'>Jam kerja yang aneh</a> <small>Jam kerja yang menurutku tidak manusiawi ini mungkin cuma terjadi...</small></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://didats.net/page/tkw-merajut-impian-yang-sia-sia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>78</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

