blog
13 januari
January 13th, 2005
kali ini kupandangi keyboard, dan menyiapkan jariku diatasnya,
tapi, kenapa jari ini tak mau bergerak? hanya berada tepat diatas tuts-tuts keyboard yang kotor itu. “Hei, pikirkanlah sesuatu untuk menulis, hari ini kau belum menghasilkan sebuah atau beberapa tulisan untuk kau wariskan kepada anakmu kelak”, sahut kata hatiku, menyemangati.
Dan kini, kucoba bercerita, entah dengan kata-kata yang sesuai atau tidak. Saat itu, 4 tahun lalu, menjadi hari yang bahagia bagiku, seorang mahasiswa baru, seorang assisten lab baru, dan seorang pria yang tertarik terhadap sebuah pesona, ya, pesona seorang wanita.
“Maukah kau menjadi pacarku ?”. Tanyaku gundah. Saya tak pernah berfikir, kalau mengucapkan empat kata diatas menjadi sangat susah sekali. Tapi ucapan itu berbuah manis, karena semuanya berjalan dengan sempurna.
detik detik berganti dengan detik
menit pun silih berganti
hari2pun terus berganti
bulan2 juga terus berganti
zaman2 pun terus berubah
hidup inipun semua pasti mati
Bukan hidup namanya jika tak berliku, karena tiap liku-liku terdapat sebuah hikmah yang bisa diambil pelajaran, agar tak kembali melakukannya disaat lain. Perubahan demi perubahan, akhirnya terjadi. Kisahnya terlalu panjang untuk ditulis, tapi tak sepanjang hati ini mengingat.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog















