2012 dan 2013

Beberapa hari lagi 2012 akan berakhir. Kiamat tidak jadi, dan orang-orang akan terus berprediksi kapan terjadi. Hidup jalan terus, rencana-rencana jangka pendek dan panjang disiapkan.

Ada beberapa catatan di tahun 2012 ini yang mungkin penting untuk saya. Diantaranya akan mempengaruhi bagaimana saya di tahun 2013 mendatang. Berikut beberapa catatan saya di tahun 2012 ini.

Resmi meninggalkan Appcelerator

Setelah beberapa aplikasi iOS dan Android berhasil saya buat sejak mulai kenal Appcelerator di pertengahan tahun 2011, akhirnya saya resmi meninggalkannya untuk beralih ke Obj-C.

Aplikasi yang membuat saya meninggalkan Appcelerator adalah VIVA Kuwait yang membuka mata saya, bahwa menggunakan Appcelerator adalah menambah daftar catatan masalah.

Beralih ke Objective C

Salah satu momen dimana saya bisa bangga dan senang dengan perpindahan ini. Terima kasih juga untuk Appcelerator yang telah membuka jalan setelah satu tahun menggelutinya.

Bisa dibilang saya masih taraf pemula di Objective-C, dan memulai ketika iOS 5 muncul. Artinya, saya masih belum terlalu mengerti konsep manajemen memori, karena itu semua sudah dipegang oleh ARC (Automatic Reference Counting), dan saya sangat dimudahkan untuk membuat aplikasi.

Karena saya berangkat dari PHP, Objective-C tidak terlalu membuat saya pusing. Karena jika sudah terbiasa, akan terasa mudah dan berjalan lancar layaknya air mengalir ke laut.

Berlibur ke Indonesia dan merasa senang

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, di beberapa hari terakhir rasanya ingin balik lagi ke Kuwait. Tapi tahun ini saya merasa senang setiap hari. Kami biasa pergi di jam-jam sibuk kantor dan naik busway, jadi tidak terlalu merasakan macet parah di Jakarta. Jalan-jalan ke Bali, dan merasa senang. Walaupun jalanan Denpasar sudah dipenuhi motor dimana-mana.

Lagipula, banyak sekali acara-acara untuk developer di Jakarta. Walau sudah termasuk tidak muda lagi, saya menikmatinya. Coba dulu waktu saya masih di Jakarta, banyak juga acara untuk developer.

Entah pertanda apa. Huehehe.

Peralihan kantor baru

Setelah kira-kira 2 tahun lamanya saya punya kerjaan di 2 kantor, dikarenakan tenaga saya yang dibutuhkan untuk parent company dan child company (ceritanya panjang, tapi 2 kantor tersebut punya manajemen yang sama). Yang satu dibidang telekomunikasi, dan satu lagi dibidang aplikasi perangkat bergerak.

Mulai Desember ini saya murni kerja di 1 perusahaan saja, yaitu dibidang aplikasi perangkat bergerak. Walaupun pekerjaannya masih bisa dibilang Superman, karena selain sebagai iOS Developer, saya juga jadi UI Designer. Kadang malah juga disertakan di back-end. Tapi dengan begitu, saya jadi belajar dan tahu lebih banyak.

Membuat banyak aplikasi iOS

Setelah tahu dan sedikit mengerti bagaimana membuat aplikasi iOS, saya mulai membuat banyak aplikasi iOS atas nama sendiri. Sampai dengan tahun ini sudah ada 7 aplikasi. Dan kemungkinan akan menambah lagi sekitar 3 aplikasi di bulan Januari.

Pendapatan dari aplikasi di iOS belum bisa dibilang bagus, tapi juga tidak terlalu buruk. Maka dari itu saya akan terus meneliti dan membuat aplikasi.

Dari catatan di atas, sekarang waktunya menyambut tahun baru, 2013. Dan beberapa hal yang ingin saya wujudkan adalah sebagai berikut.

Punya anak

Sebenarnya dari dulu pengen, tapi entah kenapa belum dikasih-kasih juga. Huehehe. Mungkin saja salah saya, karena masih kurang menunjukkan ke Tuhan kalau saya ini laki-laki bertanggung jawab dan layak dititipkan anak. Jadi, usaha teruuus.

Punya 25 – 30 aplikasi iOS

Banyak orang bilang kualitas lebih penting dibandingkan kuantitas. Tapi beda dengan aplikasi iOS. Asumsinya, jika dari 2 aplikasi menghasilkan 0,5 sampai 1 dolar, maka mempunyai 25-30 aplikasi akan bisa mendapatkan penghasilan rata-rata 12-15 dolar perhari. Artinya, dalam 1 bulan saya bisa mendapatkan sekitar 450 dolar amerika.

Angka yang tidak bisa dibilang banyak, tapi juga tidak sedikit. Lumayan buat membiayai saya belajar hal lain.

Bisa buat aplikasi Android, Blackberry, dan Windows Phone

Saya sudah terlanjur senang dengan aplikasi versi perangkat bergerak, jadi mumpung masih bisa dibilang muda, saya mau bisa dengan platform lain. Walaupun saya tahu, saya bisa menggunakan kemampuan saya di HTML dan Javascript, tapi saya ingin native.

Untuk Windows Phone sepertinya tidak terlalu sulit, karena saya sudah kenal dengan bahasa C. Yang sulit adalah membeli komputer Windows. Karena agak sayang juga kalau cuma dibeli dan nantinya jarang terpakai gara-gara saya lagi banyak kerjaan.

Untuk Blackberry, saya sudah bisa dikit-dikit menggunakan Cascades. Tapi masih belum menyempatkan banyak waktu di sini dikarenakan kerjaan lain.

Untuk Android, saya sudah coba beberapa bulan yang lalu, dan beberapa minggu lalu, tetap saja sulit. Kemungkinan saya masih belum terlalu serius dan masih dengan alasan klasik, banyak kerjaan.

Punya beberapa aplikasi di Android, Blackberry, dan Windows Phone atas nama sendiri

Sudah banyak API saya buat untuk aplikasi iOS saya, tentunya hanya tinggal mengubah kode Objective C menjadi bahasa di platform lain. Targetnya tidak perlu banyak, tapi minimal ada.

Pengen belajar bahasa lain

Saya serius untuk masalah ini. Mau ambil kursus, dan bukan belajar sendiri. Beberapa bahasa yang pernah saya sentuh selama ini cuma mampir sebentar dan karena tidak digunakan lagi, jadi hilang begitu saja. Beberapa bahasa yang menarik minat saya adalah Jepang, Korea dan Spanyol. Bahasa Arab nanti saja. Huehehe :p

Itu saja untuk tahun 2013. Hal-hal lain biar saya buat catatan sendiri. Nanti tahun depan saya mau lihat berapa poin yang sudah saya lakukan.

Catatan: Tulisan ini belum diedit sedemikian rupa sehingga sesuai dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Nanti dulu :D

Aplikasi Ibadah versi 2

Tanpa basa-basi. Aplikasi ini adalah versi kedua dari aplikasi Bulan Ramadhan yang saya rilis di Bulan puasa kemarin. Pergantian nama aplikasi juga disertai beberapa fitur baru. Berikut fitur baru yang ada di aplikasi ini:

  1. Jadwal sholat yang bisa digunakan seluruh negara dan kota di dunia.
    Sebelumnya, aplikasi ini hanya khusus diperuntukkan yang tinggal di Indonesia, Malaysia, dan Kuwait. Dengan bisa mencakup seluruh lokasi, maka makin banyak juga yang bisa mengambil manfaat dari aplikasi ini.
  2. Pemilihan metode kalkulasi untuk menentukan jadwal sholat.
  3. Arah Kiblat.
    Beberapa pengguna melaporkan kesalahan arah jarum. Huehehe. Saya sendiri sudah tes beberapa kali, dan dibandingkan dengan aplikasi lain mirip arah jarumnya. Jadi saya kurang ngerti juga salah dimana. Nanti saya cek lagi.
  4. Beberapa perbaikan di halaman Tadarus Quran.
  5. Notifikasi yang berjalan seterusnya.
    Sebelumnya, notifikasi berjalan ketika pengguna memilih mau diingatkan apa. Kali ini, pengguna bisa mendapatkan notifikasi seterusnya.
  6. Puasa Sunnah.
    Saya mendaftarkan puasa-puasa sunnah dan menuliskan tanggal persis kapan mulai puasa beserta notifikasinya.
  7. Mengganti lokasi.
    Versi terdahulu tidak memungkinkan untuk menggantinya. Huehehe.

Perlu saya tulis sekali lagi, aplikasi ini tidak tersedia untuk perangkat Android. Untuk sementara hanya untuk iPhone 3GS, iPhone 4 dan iPhone 4s dengan iOS versi 5.0 keatas.

Rencana selanjutnya?

Saya sebetulnya punya pe-er aplikasi yang lain, tapi kalau nanti ada waktu, beberapa yang menjadi jadwal saya adalah sebagi berikut:

  1. Tentunya memperbaiki beberapa kesalahan.
    Setelah menggunakan beberapa minggu versi yang baru ini ada beberapa kesalahan kecil. Tidak mengganggu, tapi cukup terlihat :P
  2. Versi iPad.
    Entah kenapa, buat saya desain di iPad ini lebih sulit, proses development sih sama aja. Sudah beberapa kali mencoba membuat desain, tapi belum puas.
  3. Ada usulan untuk menambahkan daftar sholat sunnah dan doa sehari-hari.
    Saya masih pikir-pikir apa usulan ini layak diterima. Kalau banyak yang kasih usul yang sama, mungkin saya bisa pertimbangkan
  4. Statistik tadarus
    Siapa tak suka statistik. Apalagi jika kita bisa melihat berapa ayat tiap harinya yang kita baca berupa grafik batang atau kurva. Jadi tiap bulan bisa di-review sendiri.
  5. Terjamahan di tadarus.
    Terkadang, saya ingin membaca terjemahan dari ayat yang baru saja saya baca. Bukan Quran, tapi cukup terjemahan bahasa Indonesianya saja.
  6. Informasi lain di halaman tadarus
    Sampai saat ini cuma ada prosentasi bacaan sampai khatam. Terkadang saya juga mau tau berapa ayat lagi sampai khatam, atau berapa ayat lagi untuk menyelesaikan surat yang sedang dibaca.

Sampai di sini dulu. Silahkan untuk mengunduhnya jika berminat.

Coda 2

Coba perhatikan dan baca baik-baik tangkapan layar di atas. Menarik? bagus? mau beli juga? Eit, jangan dulu. Baca tulisan saya dulu.

Saya suka Coda versi pertama. Mungkin tarafnya bukan suka lagi, tapi jatuh cinta. Aplikasi pertama yang saya beli dari kantong sendiri. Karena biasanya saya minta ke kantor untuk dibelikan. Alasannya, saya tidak ingin nanti-nanti kalau saya pindah kantor Coda bukan hak milik saya lagi, maka saya keluarkan duit sendiri.

Setelah sekitar 3-4 tahun saya menggunakan Coda versi pertama, tepatnya bulan Mei 2012, mereka merilis Coda versi kedua. Yang kata mereka jauh lebih bagus, dari segi desain, fitur, dan segala hal. Dan tanpa ragu saya membelinya. Karena saya suka Coda versi pertama, plus dengan Diet Coda (aplikasi Coda yang berjalan di iPad). Total yang saya keluarkan saat itu $60. Sekitar setengah juta lebih.

Dan sukses besar, saya kecewa berat.

Yang Panic (perusahaan pembuat Coda) lakukan bukan melakukan pembaruan, tapi mereka menulis ulang aplikasi tersebut. Hasilnya? banyak hal yang sudah sempurna di Coda versi pertama, berubah jadi lebih jelek atau tidak ada lagi di Coda versi kedua.

Sampai saat ini Coda sudah beranjak ke versi 2.0.2, dan katanya mereka sedang mengerjakan versi 2.0.3. Dari mulai versi 2.0, 2.0.1, dan 2.0.2, semua ada celah. Jika kesalahan di versi 2.0 sudah diatasi di versi 2.0.1, versi lebih baru membuat lebih banyak kesalahan. Dan sangat menggangu. Dan begitu seterusnya. Saya berani bertaruh, versi 2.0.3 yang mereka siapkan juga ada kesalahan baru, atau mengubah fitur di versi sebelumnya yang berjalan baik, menjadi hancur berantakan.

Saya mengerti tidak ada aplikasi yang sempurna. Tapi masa aplikasi editor kode membuat saya kesulitan menulis kode yang ratusan atau bahkan ribuan baris dengan memperlambat keluarnya huruf yang saya ketik hampir 1 detik lamanya. Berasa menggunakan komputer intel 486 versi jaman kuda makan orang.

Dan sukses besar, saya kecewa berat.

Kebetulan saya ikut milis pengguna Coda. Banyak komplain di sana. Dan Panic tetap tidak mau meminta maaf telah menjual aplikasi masih mentah. Mereka pintar sekali berkelit dengan mengatakan, “Oh kesalahan itu sudah dibenarkan di versi 2.0.x kok. Nanti dicoba ya kalau sudah keluar”. Atau, “Kesalahan itu sudah dibenarkan di versi 2.0.x. Ditunggu aja kita rilis.”. Begitu terus sejak versi 2.0 keluar.

Dan sukses besar, saya kecewa berat. Makanya saya tulis ini. Tak pernah saya mengalami galau sampai 3 bulan (sejak Mei – Agustus 2012) lamanya gara-gara beli aplikasi mentah itu.

Meh!

Tentang Ubud

Masih banyak hari yang perlu saya lalui untuk bisa jalan-jalan di Indonesia. Entah sudah berapa tahun saya di Kuwait, sampai saya tidak pernah lagi menghitungnya. Jadi sebelum saya berangkat, saya mau galau dulu sebentar, mengingat-ingat masa lalu mengunjungi beberapa kota.

Ubud

Saya dulu cuma mampir ke Ubud, karena dulu tinggal di Denpasar. Kebetulan ada teman di sana, jadi punya alasan untuk mampir. Bisa dibilang setiap bulan saya pasti melipir ke sana, karena saya suka dengan suasana kotanya. Tenang, damai, dan nyaman. Tidak banyak tempat wisata di sana, tapi suasananya cukup membuat saya tentram.

Foto di samping terlihat saya menemani teman-teman dari Bandung yang main ke Ubud. Masih gondrong. Sekarang sudah botak. Hihihi.

Sekali-kalinya, saya menginap cuma 1 malam saja. Di sebuah tempat yang biaya permalamnya cuma 100 ribu (tahun 2006-an). Bangun paginya terasa dingin, kabut dimana-mana, suara burung berkicau, dan suara angin yang menderu-deru. Jika di Jakarta hujan adalah bencana, hujan di Ubud adalah surga dunia.

Tapi tinggal di Ubud termasuk mahal di jaman saya dulu. Karena Ubud jadi tempat tinggal turis Jepang yang terkenal banyak duitnya. Di sepanjang jalannya, Anda akan melihat deretan kafe. Yang kadang di malam harinya mereka mengadakan konser kecil-kecilan (live music).

Sepanjang ini saja galau saya. Di lain waktu saya mau cerita tentang kota-kota lain yang pernah saya kunjungi. Kenapa saya cerita Ubud lebih dulu? karena ada lowongan kerja di Ubud. Walau saya tak tertarik dengan pekerjaan tersebut, tapi cukup membuat saya membayangkan bagaimana bekerja di sana. Huehehe.

Aplikasi Bulan Ramadhan berganti nama

Sejak Ramadhan berakhir, saya sudah punya niat untuk memperbaharui salah satu aplikasi saya. Tapi karena kesibukan di kantor, waktu pengerjaan jadi selang-seling. Kadang waktu senggang di rumah ngoding untuk kantor, kadang untuk aplikasi Bulan Ramadhan ini. Tergantung mood saya ada dimana saat itu.

Versi baru aplikasi ini langsung melonjak dari versi 1 ke versi 2, karena memang benar-benar ada perubahan besar. Fitur-fitur yang ada di versi 2 ini terbilang cukup lengkap. Berikut ini adalah daftar fitur barunya:

Jadwal sholat

Di versi sebelumnya, data jadwal sholat diambil dari server. Di servernya sendiri, saya mengambil data dari beberapa situs. Versi yang baru ini, saya menggunakan metode perhitungan yang tersedia di situs PrayTimes.org

Artinya, aplikasi ini bukan hanya untuk orang-orang Indonesia di Indonesia, Malaysia, atau Kuwait. Tapi di seluruh tempat di dunia. Selain itu, jadwal sholat juga dilengkapi dengan waktu matahari terbit dan waktu sepertiga malam terakhir.

Ganti nama

Karena aplikasi ini tidak lagi terfokus kepada Bulan Ramadhan, maka saya secara sengaja mengganti nama aplikasinya menjadi Ibadah.

Arah kiblat

Seperti kebanyakan aplikasi muslim lain, arah kiblat ini ternyata sangat berguna untuk orang-orang yang sedang dalam perjalanan. Karena waktu bulan puasa kemarin saya cuma di rumah dan di kantor, jadi tidak sempat terpikir. Hehe…

Notifikasi

Notifikasi di versi baru ini sekarang berlaku seterusnya. Tapi dengan sebuah syarat. :D

Dikarenakan pembatasan notifikasi lokal, maka saya hanya mengeset seminggu pertama dulu. Dan seterusnya akan dibuat jika pengguna membuka aplikasinya. Jadi paling tidak seminggu sekali aplikasinya harus dibuka.

Puasa Sunnah

Banyak orang tidak melakukan puasa sunnah karena banyak yang tidak tahu. Tentunya selain puasa Senin dan Kamis atau puasa nabi Daud a.s. Maka dari itu saya masukkan jadwalnya sekaligus notifikasinya.

Desain baru

Dengan banyaknya menu, maka tidaklah mungkin menggunakan Tab Bar lagi. Maka itu saya menggunakan cara lain. Mirip dengan yang digunakan aplikasi Path di versi iOS-nya.

Berikut ini beberapa tangkapan layarnya.

Aplikasinya sendiri sudah di-submit saat tulisan ini juga bisa dibaca. Kemungkinan 9-10 hari kedepan bisa diunduh.

Aplikasi Bulan Ramadhan di Appstore

Akhirnya, setelah melalui proses yang benar-benar panjang, aplikasi yang saya buat sudah bisa diunduh di Apple Appstore. Prosesnya benar-benar melelahkan, karena aplikasi saya sempat ditolak dikarenakan ada masalah di server saat itu. Riwayat status aplikasi saya bisa dilihat di gambar di bawah ini:

Fitur aplikasi

  1. Jadwal sholat sepanjang tahun
    Tiap bulan aplikasi ini akan mengambil data untuk 1 bulan penuh. Datanya sendiri diambil dari situs yang bisa dipercaya.
  2. Set notifikasi di tiap jadwal, notifikasi sahur, dan notifikasi waktu imsak
    Notifikasi diset manual. Dikarenakan saya waktu itu belum tahu kapan bulan Ramadhan dimulai. Untuk sahur, Anda akan ditanya untuk diberi notifikasi berapa jam sebelum imsak.
  3. Doa bulan Ramadhan
    Ada 30 doa yang bisa diamalkan selama bulan Ramadhan. Mungkin nantinya jika bulan puasa usai, saya akan mengganti ini dengan doa-doa lain yang bisa diamalkan setiap hari.
  4. Pencatat tadarus
    Catat sampai dimana tadarus Anda, dan Anda akan diberitahu sudah berapa persen bacaan Anda sampai menuju khatam.
  5. Jadwal untuk semua kota di Indonesia, Kuwait, dan beberapa kota di Malaysia
    Walaupun aplikasinya 100 persen berbahasa Indonesia, tapi saya pe-de aja untuk menambah data untuk Malaysia. Data ini nantinya bisa berubah dari server.

Dan karena ini adalah versi pertama, maka tentu saja ada beberapa kutu (bug) yang saya temukan. Hehe. Berikut beberapa masalah yang diketahui

  1. Pemberitahuan untuk review aplikasi
    Saya benar-benar ceroboh. Masalahnya sepele, karena saya salah copy-paste fungsi delegate untuk UIAlertView. *jedotin kepala*
  2. Crash (gagal jalan? :p) di halaman tadarus
    Skrol tableview sebaiknya dihindari jika data sudah banyak :p Dikarenakan saya salah mengoperasikan NSArray. *jedotin kepala lagi*
  3. Tombol hari ini dan besok di halaman jadwal ketika membuka aplikasi dari Notifikasi
    Tombol bar navigasi (Navigation bar button) tidak kembali ke awal ketika halaman terakhir yang Anda buka adalah halaman jadwal besok.

Dan saya akan segera menyiapkan versi baru ini, dengan perbaikan di atas dan beberapa fitur baru. Tapi saya agak ragu, karena waktu review di Apple bisa memakan hampir 2 minggu. Jadi jika Anda punya usul, sebaiknya ditulis sekarang. Ya, sekarang!

Akhir kata, silahkan unduh aplikasi ini. Gratiiiis…!