Tahun 2011 ini, Kuwait merayakan ulang tahun emasnya yang ke-50. Ada banyak hal spesial di tahun emasnya kali ini. Walau banyak juga hal-hal yang masih sama saja dibanding tahun yang lalu.
Tak terasa, sudah lebih dari 4 tahun saya tinggal di negara ini. Banyak hal yang saya pelajari, dan juga banyak hal yang sudah saya tahu tentang negara ini. Secara keseluruhan, saya nyaman dan senang tinggal di negara ini. Itulah kenapa bisa sampai 4 tahun. Padahal pada awal-awal kedatangan saya, pernah terpikir maksimal 2 sampai 3 tahun saja.
Tentang ulang tahun Kuwait.
Kuwait berulang tahun 2 hari, tanggal 25 dan 26 Februari. Pada tanggal 25 Februari 1961, mereka diberikan kemerdekaan olah Inggris. Dan tanggal 26 Februari 1990, mereka “merdeka” dari invasi Irak. Jadilah 2 hari itu libur nasional. Dan entah sejak tahun berapa, tiap perayaan ulang tahun, anak-anak dari yang kecil sampai yang agak tanggung menyemprotkan busa ke mobil-mobil di jalan. Tidak sedikit yang iseng menyemprotkan langsung ke orang yang sedang jalan.
Bagi mereka, 2 hari itu adalah hari yang “dibolehkan” untuk iseng menyemprotkan busa (kadang berupa air, entah air beneran atau air kencing) ke siapapun. Terlebih kepada para pendatang. Dan itulah yang membuat banyak pendatang yang berduit di negara ini keluar Kuwait untuk 2 hari itu saja. Tapi bagi saya, 2 hari libur itu adalah waktunya berleha-leha di dalam rumah. Tidak melakukan kegiatan di luar rumah. Atau paling tidak, tidak pergi-pergi jauh.
Mirip seperti Nyepi di Bali. Bedanya, Nyepi yang berisik di luar.
Nah, untuk ditahun emas ini, saya sangat menyambut positif upaya pemerintah yang mengadakan acara lain selain semprot-menyemprot seperti karnaval dan pesta kembang api. Ditambah, semprotan busa yang dilarang beredar di Kuwait. Dan sejauh pengamatan saya, ini cukup efektif.
Tapi, bagi saya, tetap saja 2 hari libur ini adalah hari Nyepi di rumah. Karena jalanan macet di mana-mana. Jakartapun bisa kalah telak.
Kegembiraan rakyat Kuwait
Ditahun emas ini, semua rakyat Kuwait gembira betul. Tiap kepala dapat jatah 31 juta rupiah (1000 dinar kuwait) di tanggal 23 dan 24 Februari. Termasuk anak-anak. Tapi sayang, tidak termasuk saya dan teman-teman pendatang lain. Maka dari itu, untuk merayakan kegembiraan mereka, benar-benar mereka kumpul di jalan. Mobil-mobil ditempel stiker sang Emir (Emir = Raja), bendera-bendera dipasang dimanapun. Sangat bertolak belakang dengan negara-negara tetangga yang akhir-akhir ini menghujat para pemimpin mereka.
Dikarenakan populasi orang Kuwait yang rata-rata anak-anak muda dan anak kecil, bisa ditebak apa yang mereka beli dong. Betuuul, XBOX dan PS3! Saya yang mampir untuk nengok saja keburu kehabisan.
Kabar gembira buat saya? tengok seminggu lagi, saya yakin banyak yang jual Xbox bekas atau PS3 bekas yang baru dipakai beberapa hari.
—
Dari saya, Selamat ulang tahun Kuwait, semoga lebih bersahabat untuk para pendatang. Dan semoga alat transportasi umum lebih diperhatikan. Mabroook….










