blog, kuwait
Mesin penghasil pulsa telepon
July 25th, 2007

Projek30 hari kelima: Mesin penghasil pulsa telepon
Hanya ada 2 provider di Kuwait. Wataniya dan MTC. Dari layanan, harga, dan perbandingan lain, tak ada yang mencolok. Sama saja. Hanya dari pembelian nomor baru, Wataniya lebih unggul karena lebih murah.
Dulu, waktu pertama kali membeli nomor, aku harus merogoh sekitar 15 KD (Rp. 450 ribu). Bandingkan dengan harga nomor MTC yang mulai dari 20 KD (Rp. 600 ribu). Kalau ingat Indonesia, jadi ngiri. Uang 10 ribu bisa beli nomor sekaligus pulsa.
Bertelepon dengan handphone di Kuwait termasuk mahal. Untuk sekali SMS lokal saja 20 fils (Rp. 600) dan untuk SMS internasional adalah 50 fils (Rp. 1500). Untuk telepon, aku tak tahu dengan jelas. Yang jelas jika pulsa kita dibawah 500 fils (Rp. 15 rebu) sudah ada yang ngomel-ngomel di ujung telepon.
Harga voucher pulsa yang dengan jumlah terendah dari Wataniya adalah 2,5 KD (Rp. 75 ribu). Dan harga terendah untuk MTC adalah 1,5 KD (Rp. 45 ribu).
Pembelian voucher pulsa juga sangat mudah. Dan harganya seragam. Untuk pulsa 2,5KD tetap saja dibandrol dengan harga 2,5KD. Tidak ada diskon atau biaya tambahan lain.
Untuk memudahkan para penggunanya, ada mesin ATM penghasil voucher pulsa seperti gambar di atas. Biasanya terdapat di mall. Tak ada istilah kembalian dari mesin ini. Jadi anda harus memasukkan uang pas. Uang yang masuk kadang juga harus berbentuk uang. Maksudku, uang yang terlalu ‘lecek’ tidak akan diterima oleh mesin ini. Uang palsu? wah, kayaknya bisnis uang palsu boleh juga di Kuwait ya. Yang jelas, peredaran uang palsu di Kuwait tidak seperti Indonesia. Bahkan sepertinya tak ada uang palsu.
Nah, sepertinya mesin ini boleh juga diaplikasikan di Indonesia. Bagaimana menurut kalian?
Daftar Projek30 sebelum tulisan ini dipublish:
1. Hari pertama: Pohon Kurma
2. Hari kedua: The dangerous streets are in Kuwait
3. Hari ketiga: Makan siang roti shalaweet
4. Hari keempat: Pasar Mubarokiyah, Blok M versi Kuwait
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















wew
indonesah perlu blom kek gitu?
ntar malah dibobol lagi
:D