blog, indonesia, kuwait, tkw indonesia

Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab

August 29th, 2007

Peringatan: Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca… :P

Aku tak bisa tahan untuk tidak menuliskan ini setelah nasib seorang wasit resmi diberlakukan semena-mena oleh para polisi negara tetangga. Semua sangat berhubungan dengan citra negara kita yang sudah cukup bobrok. Kita seperti sudah tak ada daya di mata negara lain. Kasihan orang Indonesia.

Sumber informasi:

  1. Aku melihat dan mendengar cerita dari yang bersangkutan atau teman yang bersangkutan ketika sekedar bermain-main ke KBRI di Kuwait.
  2. Aku punya seorang teman yang setiap hari ketemu, dan dia bekerja di sebuah perusahaan penyalur pembantu di Kuwait.

Kenapa seorang wanita rela menjadi seorang TKW

Sebenarnya ini masih menjadi pertanyaanku. Tapi sebagian besar TKW yang aku tanyakan pendidikan terakhir mereka rata-rata SD, SMP, atau bahkan tidak lulus SD. Kesimpulannya, tingkat pendidikan mereka rendah. Dan itu berakibat langsung kepada bagaimana mereka memutuskan sesuatu tidak berdasarkan pada apa yang akan mereka dapatkan di jangka panjang.

Faktor kedua, mereka buta untuk melihat contoh-contoh yang tidak berhasil dan bahkan tersiksa. Mereka lebih cenderung melihat TKW yang berhasil.

Sekarang kita definisikan maksud berhasil di sini.

  1. Gaji rata-rata mereka cuma $200 - $300. Dalam sebulan mereka bisa mengumpulkan uang taruhlah $250 (Mereka tidak punya pengeluaran. Jadinya mereka bisa menabung semua penghasilan mereka).
  2. Jika mereka beruntung, mereka akan mendapatkan majikan baik hati. Maksudku, benar-benar baik hati. Tiap bulan mereka diberikan pakaian, diberi kalung emas, dan barang-barang berharga lain.
  3. Mereka biasa mengirimkan uang tabungan mereka ke Indonesia setiap 3 bulan sekali yang berarti $750. Sekitar 6 juta tiap 3 bulan.
  4. Ketika mereka pulang ke Indonesia, si majikan baik hati ini pastinya akan memberi bekal berupa duit dalam jumlah yang cukup besar. Taruhlah sekitar $800 - $1500.

Sudah? iya sudah. Bagi orang-orang yang tidak punya tingkat pendidikan yang cukup, uang sebesar itu pasti sangat besar. Si TKW bisa membangun rumah dengan bagus, membeli sawah, sapi, dan lain-lain.

TAPI DENGAN SYARAT, Majikan yang didapat adalah majikan yang baik hati. DAN ITU DIIBARATKAN SEPERTI MENCARI TUKANG ES TEBU DI JAKARTA. Udah jarang kan yak? :P

Faktor ketiga, kabur dari rumah. Beberapa TKW yang aku tanyakan biasanya mereka kabur karena mau dijodohkan.

Faktor keempat. Pekerjaan dan kemiskinan. Inilah dia faktor terpenting. Karena faktor inilah mereka berpendidikan rendah dan akhirnya menjadi buta akan contoh2 penyiksaan TKW.

Setelah mereka setuju menjadi TKW, apa saja yg mereka harus lakukan?

1. Nyetor ke Agensi yang memberangkatkan mereka. Biaya yang disetor biasanya bisa lebih dari 5 juta rupiah. Dengan begitu, mereka terpaksa menjual barang2 berharga mereka di desa.

Uang 5 juta ini larinya kemana?

Aku masih belum mendapatkan petunjuk kemana uang ini. Anggapan awalku adalah uang ini untuk biaya pesawat, makan di penampungan, dan biaya surat-surat seperti paspor dan visa. Jadi, biaya ini bersih untuk Agensi yang ada di Indonesia. Tentunya para agensi ini mengambil untung. Namanya juga bisnis.

2. Mereka dikumpulkan di Jakarta. Di tempat penampungan. Biasanya mereka harus menunggu sampai mereka diberangkatkan. Dan itu memakan waktu paling sebentar adalah 3 bulan.

3. Selama di penampungan, mereka dilatih untuk mengenalkan bagaimana menghadapi orang arab. Ini biasanya hanya formalitas. Ya jelas, bagaimana bisa seseorang yang BELUM PERNAH ke Kuwait menjelaskan bagaimana orang arab di Kuwait. Cabe deeeeh…

Mereka diberangkatkan, lalu apa?

1. Mereka diberangkatkan di bandara Soekarno Hatta. Dari negeri mereka sendiri, mereka sudah mendapat perlakuan yang tidak pantas. Aku melihat sendiri bagaimana para petugas bandara berbicara kasar kepada mereka-mereka ini. Kesel sendiri ngeliatnya.

2. Di pesawat, mereka biasanya diperlakukan dengan tidak baik oleh para pramugari atau pramugara. Imbasnya, semua orang Indonesia diperlakukan tidak baik. Analoginya? anda pakailah sendal jepit ke Bank BCA dan berpakaian seadanya. Anda menerima senyuman dari para petugas Bank? jangan harap.

3. Sampai di Kuwait, mereka dikumpulkan. Dan dibagi-bagi berdasarkan perusahaan Agensi mereka di Kuwait.

4. Biasanya, satu hari itu PASTI ada TKW baru. Itu PASTI. Dan para TKW ini dibandrol harga sekitar 400 Dinar (12 juta lebih). Apa? Dibandrol? kaya dagangan aja? Embeeer!

400 Dinar ini untuk apa?

Biaya 400 dinar ini untuk pengurusan visa di Kuwait. Aku juga belum bisa mendapatkan informasi lain untuk apa uang ini. Mungkin saja memberikan komisi kepada agensi di Indonesia. Dan “perdagangan” manusia ini adalah bisnis yang paling menggiurkan!

Mereka sampai di majikan. Lalu?

Sampai di majikan, mereka tidak bisa berbicara apa-apa. Bahasa arab? mereka tidak bisa sama sekali. Dan sifat kebanyakan orang Kuwait, semakin kita diam, semakin kita diberlakukan semena-mena. Aku menebalkan kata kebanyakan, karena tidak mau meng-genarlisir.

Akhirnya, si TKW tidak betah. KASUS PALING BANYAK YG MAMPIR DI KBRI adalah, TKW TIDAK DI GAJI.

Ketika si TKW tidak betah, maka segala cara ia lakukan untuk kabur dari rumah. Aku terakhir kali melihat seorang wanita di KBRI yang berjalan menggunakan tongkat dan seluruh kakinya diperban. Ketika aku tanyakan kepada orang yang aku kenal, dia menjawab dengan enteng, karena memang katanya sudah biasa. Apa jawabannya?

OOOH.. ITU BIASA MAS. DIA LONCAT DARI LANTAI 3.

Whaaaaaat??? Loncat dari lantai 3 biasa???? Sedih! sedih! sedih!

Ketika TKW kabur inilah, ada beberapa kemungkinan yang terjadi. Tapi jika dikerucutkan menjadi 3 kejadian.

  1. Sampai di KBRI dengan selamat
  2. Di jalan bertemu dan diculik oleh mafia-mafia penculikan di Kuwait. Mereka dijadikan alat mencari duit. Menjadi pelacur
  3. Di jalan bertemu seseorang yang memperkerjakan dia. Sayangnya, mereka juga TIDAK DIGAJI (lagi). Kasihan!

Sampai di KBRI, lalu apa?

Perlu diketahui, sampai sekarang penampungan TKW di KBRI Kuwait sampai dengan 300 orang. Dan itu semua mereka yang bermasalah dengan majikan. Ketika melaporkan kejadian yang mereka alami, nantinya akan ditanyakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut:

- Nama majikan
- Alamat majikan
- Sebab kabur
- Apa kemauannya setelah kabur

Dan kebanyakan dari mereka ingin pulang ke tanah air. Pulang memang jalan keluar terakhir. Tapi bagaimana caranya mereka pulang? sedangkan mereka TIDAK PUNYA UANG SEPESERPUN untuk biaya tiket pulang. KBRI tidak mungkin menanggung biayanya. Akhirnya, mereka menunggu di penampungan untuk:

1. Bekerja lagi mencari duit pulang menjadi pembantu rumah tangga di majikan lain.

Dan biasanya, mereka akan balik lagi ke KBRI dengan alasan yang sama. Prosesnya akan terus memutar.

2. Menunggu waktu “mutih”.

Aku tidak tahu istilah mutih dalam bahasa arabnya apa. Yang jelas, pemerintah Kuwait akan mengadakan pulang massal dengan keringanan-keringanan berupa surat-surat dan pembuatan paspor darurat.

Pertanyaannya, apakah majikan-majikan yang tidak membayar gaji dan berlaku kasar itu bisa dituntut?

Jawabannya, bisa. Tapi perandaiannya seperti pengadilan Indonesia yang ingin mengadili pejabat-pejabat Indonesia. Susah? ya begitulah.

Lalu aku sebagai orang Indonesia juga, apa yang bisa aku lakukan? Untuk sementara aku masih dalam kategori lemah. Aku tidak bisa berbuat banyak. Yang bisa aku lakukan hanyalah memperbaiki citra Indonesia kepada teman-teman di kantor dan klien-klien kantor yang sering berurusan denganku. Aku hanya sendirian warga negara Indonesia di kantor. Otomatis, setiap gerak-gerikku mewakili orang-orang Indonesia. Jika aku jelek di mata mereka, maka mereka pastinya akan menganggap orang Indonesia sepertiku.


Share:
These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.

  • bodytext
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • Ma.gnolia
  • StumbleUpon
  • Technorati

Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog


48 Comments


Gravatar
#1. kw » 29.08.2007

top. kamu bisa senasionalis itu. salut!

Gravatar
#2. Jauhari » 29.08.2007

Dowo tenan cak :D sampe durung moco

Tapi KOMEN sik ;)

Gravatar
#3. rinnie » 29.08.2007

duh kasian banget ya. Kenapa ya si para tetinggi-tetinggi itu ga pernah “melek” thd kasus yang kayaknya terjadi hampir saban hari. Mereka ga mau tahu atau mereka emang ga tau?

Masih beruntung mereka bisa pulang dengan selamat sampai tanah air, kalau yang sampai ke rumah mereka berupa peti jenazah? Bagaimana? Kemana keluarga mereka meminta pertanggung jawaban?

That’s not FAIR!

Gravatar
#4. adjiee'Duren » 29.08.2007

miris hati kyu…. :((

*sambil tarik napas..keluarkan dengan perlahan* di ulang sampai 17X

Gravatar
#5. lutfi rifai » 29.08.2007

duh…Indonesiaku *nangis*
Permasalahan ini emang kompleks sih. Dg negara sebesar ini dan masalah yg banyak tentunya juga sulit untuk mengatasinya.
“kalau kita ga bisa jadi SOLUSI buat bangsa ini paling tidak kita ga nambah jadi MASALAH”
bener ga?

Gravatar
#6. Qky » 29.08.2007

TULISAN ini patut menjadi bahan pertimbangan bagi terciptanya UU BURUH MIGRAN. SALUTE!

Gravatar
#7. Qky » 29.08.2007

yang tentunya lebih MEMIHAK para TKI bukan yang lain… CAPEK deh

Gravatar
#8. firman firdaus » 29.08.2007

buehehehe, ini semi-investigatif. lucu juga analogi soal es tebu itu. di mal-mal di bekasi sekarang udah ada lho kedai es tebu. satu cup 6.000. enak loh…

*nggak fokus

Gravatar
#9. FIKAR » 30.08.2007

Salam Kenal mas
blog nya keren
tinggal di Kuwait ya…..
tetangga donk
saya alhamdulillah tinggal di Qatar

kunjungi blog saya jg yak’

Gravatar
#10. didats » 30.08.2007

#1 percayalah, ketika kita jauh dari negeri sendiri, rasa nasionalime itu akan tumbuh lebih besar

#3 baru2 ini baca2 berita, katanya keluarga korban penyiksaan tkw dateng ke duta besarnya arab saudi di jakarta.

dan sebagai orang indonesia yg tinggal di negeri arab, aku pikir itu percuma. pemerintah dong yg jalan. bukan warga.

#6, #7 mas, kisah TKI yang pulang pun gag kalah sedihnya ketika berangkat… nanti deh aku cerita kalo udah liat sendiri

#8 oh ya? mau mau mau… :D

#9 blognya gag bisa dibuka mas… :( salam kenal juga…

Gravatar
#11. Agam » 30.08.2007

Beberapa TKW yang aku tanyakan biasanya mereka kabur karena mau dijodohkan.

Lho.. napa kabur, ntar kan malah bisa dapet duit lebih banyak? :) hehehe…
Emang susah hidup di negeri orang. Meskipun banyak duit, tapi untung2an. Pembantuku juga bekas TKW. Dan dulu pernah juga disiksa di Singapore. Kerjanya kayak robot katanya. Dikasih waktu. Cuci pakaian sekian menit, cuci piring sekian menit, dll. Akhirnya balik ke Indonesia. Tapi anehnya blom kapok juga. Taun berikutnya pergi lagi ke Arab Saudi. Tapi disana lebih enak. Gak disiksa. Tapi kerjaannya tetep banyak. Harus melayani segala kebutuhan 15an orang.

Gravatar
#12. rifie » 30.08.2007

wow… wow…. mungkin mereka ngga digaji soalnya mereka udah ‘membeli’ dengan harga bandrol yang ditetapkan…

duhh,,, tega banget ya…

Gravatar
#13. rd Limosin » 30.08.2007

trenyuh jg ngeliatnya
*mudah²an punya uang cukup nanti utk buat lapangan pekerjaan di Indo*

#9:
komen di blog ak juga neeh orang, trus tulisannya hampir sama (minta ngunjungin balik)

Gravatar
#14. ekSi » 30.08.2007

Hiks, sedihnya.. Untung gak meninggal yah loncat dari lantai 3 (masih untung? :( ) hiksss…

Memang bener dats, *manggilnya apa yak*, sbg orang Indonesia, kita merepresentasikan negara & harus bekerja sebaik-baiknya. Alhamdulillah disini meski baru gue ber-4, citra orang Indonesia udahh lumayan baik, they want more Indonesian to work for the company! Yipppiyyyyyyyy! :D huehuehe

Gravatar
#15. agoest » 30.08.2007

wah salut buat mas didats. Jadi duta indonesia di kantornya..

Gravatar
#16. bluedee » 30.08.2007

emang sedih amat liat nih nasib bangsa Indonesia…makin tua bukannya tambah bagus kayak negara lain.

Gravatar
#17. Mamat » 30.08.2007

Ironis banget :(
Go go power ranger buat lo deh Om..!

Gravatar
#18. raida » 30.08.2007

seriusss lo cuman 300an..? gak salah itung?

beneran harus mencerminkan warga indonesia yg baik dan bener yah..awas lo kalo ngaku2 lagi jadi penduduk malaysia pas di bus :P

Gravatar
#19. Yogie » 30.08.2007

Wah wah wah…
betapa derajat Indonesia di mata negara tetangga sudah rendah..

Tapi kenapa rakyatnya sendiri, bahkan pejabatnya sendiri masih menganggap bahwa derajat Indonesia masih sangat tinggi?

*hehehe bisanya nyalahin orang* :p

Gravatar
#20. Emil » 30.08.2007

Selama di Indonesia masih susah dapat pekerjaan layak dengan gaji pantas, pasti masih banyak orang yang pingin kerja di ln, apapun cara dan resikonya.
Bukannya kamu juga begitu Dats ?

Gravatar
#21. ayahshiva » 30.08.2007

mungkin kalo semua rakyat indonesia bisa sekolah min sampe D3 gak bakal ada yang namanya TKW seperti yang sekarang ini.

Gravatar
#22. didats » 31.08.2007

#20 aku gag “apapun cara dan resikonya”.

sebelum menerima kerjaan di luar negeri, aku cari2 informasi sebanyak2nya. gag asal terima mentang-mentang di luar negeri.

karena informasi cukup dan sepertinya tidak ada masalah, maka aku berangkat.

dan memang tidak ada masalah sampai saat ini.

Gravatar
#23. Fany » 31.08.2007

err…beneran panjang :D

jadi seperti lingkaran setan yah..
*sigh*

Gravatar
#24. pupungbp » 31.08.2007

STOP Kirim TKI versi PRT !!!! Itu sih namanya perdagangan manusia, memanfaatkan orang yang polos untuk mencari duit, lebih baik perbanyak TKI versi Teknologi, daripada di dalam negeri pada dibayar murah dan kebanyakan nganggur…. he..he..he.. jadi curhat gini…

Gravatar
#25. iwank » 31.08.2007

wah hebat ada tanggung jawab yang besar tuh untuk memperbaiki citra indonesia.

Gravatar
#26. sunardi » 01.09.2007

Belum lagi kalau pulang masih menjadi makanan calo di bandara.

Hiks… ngenes tenan aku. Apalagi akhir-akhir ini yang pulang sudah meninggal banyak dari kampungku - Ngawi. Sedih-sedih…

Gravatar
#27. Ananda Putra » 01.09.2007

Sayangnya kamu bukan perempuan, Dats.. Jadi sangat susah memperbaiki citra TKW Indonesia dgn gerak-gerikmu di kantormu itu.. :p

Gravatar
#28. Elistia » 01.09.2007

Yah…..intinya…mari kita bangun indonesia dari luar

Gravatar
#29. loai » 02.09.2007

karna mental rakyat indonesia mental babu..kebanyakan berasal dari jawa dan sunda coba orang sumatra,gak bakalan ditemui jadi TKW karna mereka masih punya harga diri tidak mau jadi babu.biarlah makan pakai garam daripada jadi babu begitu prinsip orang sumatra.

Gravatar
#30. konsultan » 03.09.2007

salam kenal mas.
iya, saya kira pertama yg harus dibenerin adalah masalah melek hak dan kewajiban bagi TKI. Kalau mereka di Indo dijanjikan manis2 sama PJTKI, sampe di LN disuruh tandatangan kontrak tanpa ngerti apa isinya, tanpa tahu hak2 dan kewajibannya secara legal, ditambah lagi tanpa menguasai bahasa setempat/english, jelaslah posisi mereka sangat rentan.
Jangan2 kontrak2 itu adalah kontrak *jual-beli budak* :(

Disini mestinya pemerintah menertibkan PJTKI dan mengawasi bahwa kontrak kerja itu manusiawi.

Tapi masalah ini kayaknya ngga pernah diberesin sama pemerintah ya… Boro2 beresin, di Cengkareng aja TKW itu dibentak2 dan diperas. “Hebat” ya orang Indonesia: tega makan daging saudaranya sendiri.

Gravatar
#31. didats » 03.09.2007

#30 pemerintah indonesia dan kuwait yang aku lihat malah lepas tanggung jawab.

mereka dianggap rendah. jadilah mereka tidak berhak mendapatkan kewajiban.

harusnya jalan yang harus dilakukan ya, jangan sampai mereka masuk ke dalam lingkaran setan ini. terlalu banyak elemen yang bermain. lebih sulit memotongnya di tengah jalan.

tapi para tkw itu juga gag bisa disalahkan seutuhnya. mereka cuma pengen kerja dan cari duit buat keluarga.

nah, solusi kongkritnya ya menyediakan lapangan kerja di negeri sendiri. apalagi di daerah terpencil.

Gravatar
#32. roffi » 03.09.2007

cuma bisa kasian (posisi lemah juga)

Gravatar
#33. REEN » 04.09.2007

Saya Puan Marina dari Melaysia, terpanggil untuk mencoret buat sekadar renungan bersama. Begini kisahnya….

Saya mempunyai seorang tkw yang datangnya dari Lombok. Dia seorang muslim yang agama asalnya hindu. Sudah bercerai dan mempunyai seorang anak. Saya melayan dia macam adik beradik saya, seperti makan bersama, bergurau, bersiar2, malangnya bila saya bagi muka padanya, dia sudah pandai menjawab, kerja lambat dibereskan, bangun lewat sekitar jam 7am, kerja belum siap haper sentiasa ditangan melayan cowok2. Tapi saya masih bersabar dan enggak pernah marah ataupun memukulnya. Saya bukan jenis orang macam itu. Susah jugak jika saya terlalu baik melayan tkw macam ni. aPernah jugak tkw saya yang sebelum ini mencuri mengggunakan tel. dirumah sehingga mengjangkau Rm 6500..cuba bayangkan, saya masih bersabar lagi, cuma saya bilang saya akan potong gajinya. Banyak lagi kesilapan yang dia lakukan seperti membawa masuk cowok semasa ketiadaan saya. Akhirnya dia sendiri malu sama saya, lantas minta saya menghantar dia pulang kerana terlalu malu berdepan dengan saya. Kesimpulan yang saya mahu katakan disini, tak semua majikan di malaysia yang jahat. Sebaliknya 50-50. Ada majikan jahat tkw baik, ada majikan baik tkw nya pula yang tak tahu menghargai dan bersyukur. Renung-renungkanlah

Gravatar
#34. didats » 04.09.2007

#33 terima kasih atas pencerahannya.

dalam tulisan saya ini, saya tak bermaksud menyalahkan siapa-siapa. bukan orang orang malaysia atau orang dari negara saya sendiri.

saya, dalam tulisan ini hanya ingin mengetuk para pembaca (yg kebetulan baca) agar jika ada orang-orang terdekat yang ingin pergi merantau dengan skill tidak jelas bisa diberikan pencerahan dan berfikir beribu-ribu kali.

saya, dalam tulisan ini juga memohon agar pemerintah indonesia turut berperan dalam masalah ini (semoga ada yg baca).

sekali lagi terima kasih atas pencerahannya. saya percaya, masih banyak orang-orang malaysia yang baik. saya punya banyak kenalan orang malaysia, dan mereka baik-baik semua…

Gravatar
#35. bodhi » 04.09.2007

whaat?? kejam banget! wah ini sih omongannya masalah nyawa om. gw kira yang beginian cuma ada jaman firaun doang. ternyata ampe sekarang dah jadi budaya, ya? paraaaahhhh!

Gravatar
#36. bodhi » 04.09.2007

btw, analogi tentang sendal jepit di BCA “nggigit” banget. :D

Gravatar
#37. yulia » 05.09.2007

kasihan sekali mereka para devisa negara semoga , para atasan bisa menghargai mereka, dan membuat hidup mereka sejahtera
————————————-

*REMOVED*

Gravatar
#38. didats » 05.09.2007

#37 maaf, iklan anda saya hapus.

jika anda marah, silahkan datang ke saya.

Gravatar
#39. bh » 20.09.2007

endonesa … endonesa …endonesa …

Gravatar
#40. tyo » 04.11.2007

kalau kita baca apa yang di tulis mas didats bagi yang tinggal di Indonesia pasti akan terharu apa yang terjadi pada TKW di kuwait.
saya tinggal di oman , dan semua cerita tentang TKW yang disiksa , tidak dibayar gajinya , pulang dalam keadaan hamil karena di perkosa majikan jangan di terima mentah2 informasi ini.
dari apa yang saya tahu dan teman2 orang oman katakan , banyak TKW kita yang “nakal”. mereka bawa laki2 ke rumah saat majikan tidak di rumah , mereka keluar rumah pada malam hari pada saat majikan sudah tidur untuk melacur guna mendapatkan uang tambahan sebab gaji mereka sekitar 1,2 jt sampai 1,4 jt sebulan .dan pada saat mereka pulang ke indonesia dalam keadaan hamil mereka bilang ke semua media kalau di hamil majikan. padahal di sini kalau TKW sampai hamil di luar nikah pasti akan masuk penjara.
pokoknya apa yang mereka katakan di media indonesia tidak semuanya benar jadi jangan emosi dulu kalau ada kasus TKW , cek dulu apa masalhnya.
di sini ada prostitusi yang anggotanya sekitar 60 orang indonesia.itu yang terorganisir belum yang jalan sendiri2.
jadi malu nih saya pernah ada yang bilang indonesia ekspor pelacur.

Gravatar
#41. anis khomsani » 25.11.2007

i have skill hardwere and softwere computer, im seriously in the work, i can to work h/w and s/w, please give me job.

Gravatar
#42. rosinta » 29.11.2007

sedih juga ya..tapi mau bilang apa?wong pemerintah kita sendiri juga gak perduli dengan nasib rakyat kecil yang lemah..saya pernah merasakan betapa kita orang indonesia dianggap kecil sama orang malaysia..ya saya bekerja disalah satu hotel bintang 5 dilangkawi malaysia.banyak kok mahasiswa akademi pariwisata disana,tapi banyak juga masyarakat kita bekerja jadi pembantu disana.sedih juga..dan aku yang paling benci kalau orang indonesia sibilang orang indon..terus aku bilang if you say indon,no meaning for us.say indonesian.awat u cakap malas sangat(dengan meniru gaya mereka)and kebayakan warga melayu disana mungkin cuma tamat sekolah dasar,tapi mereka bisa kerja dihotel dengan english yang pas pas an…ya..sekarang saya gak kerja disana lagi.saya ada di africa,malah diafrica orang asia dihargai banget..gaji hotellier dimalaysia lumayan RM2000-RM3000.syukurnya majikan bukan orang melayu,tapi orang UK.

Gravatar
#43. middsvision » 17.12.2007

walah kasian banget. Udah, mendingan dikasi tau aja kenyataan bahwa kerja di negeri tetangga nggak selamanya bagus dan cerah. Kasi taunya lewat media yg bisa masing2 kita lakukan, minim2 dari mulut ke mulut lah. Kalo ada 100rb orang yg baca postingan ini, brati ada 100rb “mulut” aktif yg berusaha menghentikan lingkaran setan ini.

Gravatar
#44. vian » 22.01.2008

masih banyak korban yang lebih parah dari cerita itu semua.
tapi belum ada reSpon yang betul - betul menanggapi NASAIB PARA TKI, YANG BEJUANG DEMI KELUARGANYA & NEGARA

Gravatar
#45. vian » 22.01.2008

BANGSA KITA DAH BOBROK, SAYA PERNAH MELIHAT bangsa sendiri JUAL BELI MANUSIA HANYA UNTUK KEPUASAN BELAKA & mencari kekayaan
dengan memangfaatkan kepolosan & ketidak berdayaan seorang PRT,
yang betul-betul tertindas.
ya Allah aku hanya bisa diam karna tak bisa berbuat apa-apa karna hukum negara kita tidak berlaku disana. Dimana HAM ? aku hanya bisa berdoa agar negara bersih dari ke BODOHAN….

Gravatar
#46. yandi » 25.01.2008

TKW sih boleh saja.. tapi kan TKW belum tentu jadi pembantu kan ?.
Setahu saya banyak koq orang indonesia yang kerja di kuwait selain jadi pembantu. cuma karena gak pernah bermasalah jadi gak kelihatan. Buktinya di hotel saya nginap karyawannya aja ada orang indonesia 4 orang. belum lagi di beberapa rumah sakit di kuwait. pokoknya banyak deh… bukan jadi pembantu doang.

Gravatar
#47. INEB » 05.03.2008

bangsa kita di mata bangsa lain di dunia citranya sudah sangat minor sekali,bangsa arab meandang kita adalah sbg bangsa budak, di malaysia pun demikian. karena mereka yg bekerja kesana rata2 minim pendidikan hanya modal otot doang…bodooooh,hingga akhirnya mereka diperlakukan semena2 oleh majikannya.Untuk itu pemerintah perlu mengambil langkah tegas yaitu dgn menyetop TKI kerja di luar negeri,arahkan mereka utk menjadi petani, Indonesia ini negara agraris tapi beras dan kedelai saja masih import,Kalimantan Sulawesi Papua masih luas maka buka itu lahan pertanian. Tidak cukup dgn itu pejabat pemerintahpun/ DPR juga hrs turut berperan memberi contoh yg baik, generasi muda perkotaanpun hrs terkendalikan jgn bisanya modal tampang dan hura2 doang.Fenomena sekarang bangsa Indonesia ini maunya yg instan doang: hidup mapan yanpa kerja keras, yg kuat meninindas yg lemah, yg lemah malas bekerja, mudah puas, berlagak kaya padahal kere iman-pendidikan dll.Jadi intinya bangsa Indonesia saat ini sama dengan pada masa jaman jahiliyah…..perbudakan dan jadi budak di mana2.

Gravatar

[…] kok senyum-senyum ya? Kayaknya saya dulu pernah cerita deh. Dan seharusnya bertambah dari yang saya […]

Leave a Reply




Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog