blog, kuwait
45 Degrees in Kuwait
May 27th, 2007

Masalah suhu sebenarnya tidak menyita banyak perhatianku dulu. Tinggal di Indonesia (tepatnya Jakarta dan Bali) paling-paling suhu maksimal yang bisa kita dapat 35 sampai dengan 39 derajat celcius. Itu juga di saat jam 12 siang, dimana matahari tepat berada di atas kepala.
Datang pertama kali ke Kuwait, aku langsung disuguhi suhu dingin sekitar 15 derajat celcius. Dan saat itu aku memang menggigil kedinginan di bandara. Secara belum pernah merasakan dinginnya suhu 15 derajat celcius.
Beberapa bulan setelah datang di Kuwait, aku masih saja disuguhi hawa dingin. Musim dingin memang belum habis. Suhu minimal yang pernah aku rasakan saat musim dingin adalah 4 derajat celcius. Dengan dinginnya yang seperti waktu itu, tulang-tulang di tangan rasanya ikut menggigil. Walaupun sudah menggunakan kupluk, jaket tebal, dan sarung tangan.
Dan waktu terus berjalan. Tidak terasa sudah setengah tahun aku di Kuwait. Suhu makin lama beranjak naik sedikit demi sedikit secara pasti. Saat suhu masih sama seperti di Indonesia (bulan Februari sampai dengan pertengahan Maret), aku masih belum percaya kalau-kalau akan merasakan panas yang seperti sekarang.
Dengan berbekal ramalan suhu di Internet, aku menyempatkan diri melihat negara tetangga. Kadang bahkan bertanya kepada temen disekelilingku. Hasilnya, Kuwait adalah negara arab yang paling ekstrim cuacanya.
Akhir-akhir ini, suhu sudah mencapai 45 derajat pada pukul 9 sampai 11 pagi. Dan perlu usaha yang sangat-sangat keras untuk bisa sampai mencapai halte bis. Dan akan bertambah ketika pukul 12 sampai pukul 2 siang.
Aku yakin, bahkan sangat yakin kalau aku sedang tidak tinggal di Bumi belahan manapun.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















biar hujan batu, memang tetap lebih enak negeri sendiri, dats … :D