blog
Akhir pekan di Malang dan Surabaya
June 26th, 2006
Bali, Malang, Surabaya, Bali.
Perjalanan yang cukup panjang. Dan ditempuh hanya dalam 2 hari. Rasanya kurang, apalagi menikmati kota Malang. Dinginnya yang khas, udaranya yang sejuk, membuatku benar-benar jatuh cinta. Sampai aku berfikir, kapan aku bisa tinggal di Malang ya?
Perjalanan dari Bali dimulai pukul 6 sore waktu Bali. Lalu sampai di Malang pukul 5 waktu Malang. Harusnya mungkin lebih cepat dari itu, karena di perjalanan bus yang aku tumpangi harus beberapa jam berhenti di kantor polisi. Polisi sucks! 3 jam lebih bus yang aku tumpangi di oper kesana kesini. Gara-garanya menyerempet sepeda motor di jalan.
Sampai di terminal Arjosari, aku langsung menuju tempat aman. Pengalaman sebagai orang Jakarta, terminal adalah tempatnya para penjahat. Maka dari itu aku memutuskan keluar dari terminal dan duduk di depan pom bensin sambil menunggu Isdah menjemput.
Tak disangka, seorang laki-laki yang mungkin 4 atau 5 tahun lebih tua dariku datang menghampiri. Aku langsung memperhatikan sekitar, kalau-kalau ada teman-temannya. Begini memang tipikal orang Jakarta, kewaspadaan harus selalu dijaga dimana pun. Walau kadang terlihat berlebihan.
Ia mulai berkata-kata. Intinya, ia ingin pulang ke Blitar dan hanya punya sandal untuk di jual kepadaku dengan harga 20 ribu rupiah. Aku hanya menganggapnya angin lalu. Cuwek, dan tidak terlalu tertarik dengan tawarannya sambil tetap waspada terhadap suasana sekitar. Aku kadang bertanya sedikit, kemudian ia jawab dengan panjang lebar dan menunjukkan wajah memelasnya.
Akhirnya Isdah datang, dan langsung membawaku pergi. Ternyata sama saja dengan Jakarta, hal-hal seperti itu sudah sering terjadi.
Yang lucu, di perjalanan menuju Malang, dan orang yang menghampiriku itu punya pendapat sama. Aku masih dianggap mahasiswa! *ngaca*
Kopdar Surabaya
Hari Minggu, bersama Venus, Aryo, Isdah, Arie dan Rita pergi ke Surabaya. Surabaya kota yang panas! bahkan lebih panas dari Jakarta. Tata kota juga lumayan ribet, muter sana muter sini. Dan… sama seperti Jakarta, Surabaya banyak mall!
Di Surabaya, aku bertemu dengan Pika, Arief, Ririn, dan si jagoan Andry. Sayang sekali Doni dan Beni, sang wartawan ID-Gmail, dan Pakerte tidak ikut datang. Padahal aku memang ingin bertemu mereka. Huh!
Pulang ke Bali
Surabaya punya terminal yang namanya Bungurasih, tempat yang sangat suckstothemax. Di dalam mobil aku gak bisa tidur, karena para pedagang asongan dan pengamen yang hanya bolak-balik. Aku harus menggelengkan kepala jika mereka menawarkan barang. Jika hanya diam saja, mereka tidak akan pergi begitu saja.
Resminya, dari Surabaya bus berangkat pukul 6 sore waktu Surabaya, kemudian sampai di Bali juga pukul 6 waktu Bali. Yang membuat macet adalah lumpur sialan itu!
Foto-foto bisa dilihat di Flickr. Terima kasih buat teman-teman di Malang dan Surabaya. Lain kali kopdarnya di Malang aja, atau sekalian di Bali. Hehehe… :D
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















siapa yang nganter lo ke Ubung HA?
lain kali tolong beri kredit, minimal button 88×31 pixel berisi link!