We would like to meet with you in Bali to discuss about the salary, benefits and how we can contribute you on the move. It is the last process. If we both can agree on details, we will give an official job offer in letter.
Aku menerima sebuah email dengan untaian kata-kata diatas malam ini. Awalnya aku sempat pesimis, ketika aku mulai interview dengan berbahasa inggris melalui YM, karena jelas kemampuan bahasa inggrisku sangat terbatas.
Sebelumnya, para warga kampung gajah sudah mengetahui kalau aku memang sudah ingin pindah dari kota besar ini, kota yang dari kecil telah aku tempati. Maka dari itu aku nekat untuk keluar dari kantor yang tak jelas itu, yang sampai sekarang masih punya hutang THR dan sisa gajiku.
Kira-kira hampir sebulan aku sudah menjadi bos diri sendiri. Mengerjakan beberapa proyek, pergi kesana kemari untuk mengambil upahnya sambil bertemu dengan beberapa client. Hasilnya? ah, sangat tidak mengecewakan. Besar gajiku sudah bisa kutambal dengan mengerjakan ini dan itu.
Tapi dasar cowok boros, tagihan tetap saja tagihan. Besarnya pun tak berubah. Bahkan lebih. Tagihan telepon rumah membengkak karena aku sering online malam-malam. Hahaha. Memang, internet itu sangat tak pantas jika tidak gratis. Kabar buruknya, account radnet-ku dihapus karena belum membayar sekitar 60 ribu rupiah. Hihihi. Aku malas dengan cara pembayaran radnet, aku tak punya account BCA, juga harus fax bukti pembayaran kesana. Duh, bisa dipermudah gag sih caranya?
Kini, aku harus menyiapkan diri untuk terbang ke Bali. Duh, ada yang memalukan. Dari kecil aku tak pernah naik pesawat, apalagi sampai menyeberangi pulau. Gimana rasanya ya? hihihi…
Nah, karena aku tak pernah naik pesawat, gimana sih caranya pesan tiket? kalau bisa harga termurah, karena sisa gaji dan THR-ku belum kuterima sampai saat ini.
*jitak didats yang masih menunda merilis warplet*
No related posts.
golda @23.11.2005
bilang dong sama cintahnya..
Ntah.. pesenin tiket ke Bali dunks..