March 14th, 2005
Sudah menjadi kodrat, Allah membuat 2 hal yang bertentangan, dan itulah hidup.
Kiri dan kanan, miskin dan kaya, tinggi dan pendek, banyak dan sedikit.
Dan kadang, persahabatan yang dulu begitu erat, bisa pecah, menjadi kubu kiri dan kubu kanan.
Ya, itulah yang terjadi saat ini. Sangat mengerikan. Persahabatan yang dulunya cukup kental, bisa pudar oleh kepentingan-kepentingan sesaat, saat mengadakan sebuah LDK. Miris rasanya mendengarkan isi hati dari adik-adik di Lab, yang masih saja memperdebatkan masalah yang sama dari tahun ke tahun. Tak berbeda, sama sekali tak berbeda. Dulu, saat masih menjadi Calas, saya melihat fenomena ini begitu mengkhawatirkan. Tugas sebagai Assisten kadang diabaikan oleh sebagiannya, dikarenakan tugas lain yang “katanya” lebih penting. Padahal, saat diangkat menjadi seorang Assisten, seorang Assisten harus merelakan kegiatan lain, karena jadwal untuk menjaga dan memelihara Lab menyita banyak waktu.
Saat diangkat menjadi seorang Assisten pun, saya masih melihat ini sebagai hal yang biasa. Dibantu dengan beberapa orang teman saat itu, kami akhirnya memerangi hal ini, dan lumayan bisa diminimalkan.
Tapi ternyata, semuanya sekarang kembali lagi. Image itu kembali merekat. Bahwa seorang assisten, bisa dipastikan mengikuti sebuah organisasi keagamaan dilingkungan kampus. Dan organisasi itu akhirnya mendapat tempat yang sangat istimewa dibandingkan dengan organisasi lain.
Tak masalah jika seorang Assisten mengikuti organisasi tersebut. Tapi, jika sudah mengistimewakan sebuah organisasi lain, dan kadang, Lab tidak terurus disebabkan kegiatan dari organisasi tersebut yang juga cukup menyita waktu.
Ternyata oh ternyata, keterdapatan kubu kiri dan kanan bukan saja melanda para Assisten, tapi para alumni Lab, termasuk saya. Kepentingan lain bermain disana. Masalahnya mungkin kurang koordinasi, makin sedikitnya waktu berkumpul, dan tidak transparan dalam melakukan kegiatan seperti LDK.
Saya, merindukan saat malam minggu bersama mereka, penuh canda dan penuh tawa. Menginginkan kebersamaan seperti dulu lagi, saat ramai-ramai berjalan kesebuah kedai Pecel Lele, Bunyi speaker dan teriakan mereka saat bermain CS, atau teriakan minta tolong saat game AOE dimulai.
Untuk teman-temanku, Bang Yit, Tub, Rabel, Nizar, Awan, Nanang,
Udin, Tomy, Made, Riki, Indra,
Maxdar, Siwa, Mancrut, Micmic, Iwaneo, Anuk, Agung, Abet, Rony, Fitrah, Hendri boy, Kuro, Arif, Iim, dan yang lainnya, ayo, kapan kita berkumpul lagi, lepaskan semua kepentingan yang ada. Mari kita berperang lewat CS.
4 Responses
wah. ini di luar wilayah saya. saya tidak kompeten di sini. dan komentar saya pastinya jadi norak. ugh.. lama-lama jadi katarsis.. :p
haa?? maen CS?? ayooooookkk!! AOE juga anyok.. **tp rada lupa..** maen Warcraft gimana?? (kok ngajak maen mulu yah…)
oi oi oi bang didats the fenomenal pa kabar nich !!!
long live… left nation
god save the left nation
hehehehe
bang didat ajarin css doonk
lagi isenk nih pengen belajar sesuatu yang lain !!!
heheheh