Bayar parkir lewat mesin pintar

Bayar parkir
Setelah mesin penghasil pulsa telepon, kini aku baru menemukan (baca: baru tahu) mesin pintar untuk mengurusi pembayaran parkir. Mesin ini aku lihat berada di Bandara. Entah di tempat lain, tapi sejauh pengamatanku, baru ada di Bandara aja.

Ketika kita masuk kawasan bandara, akan ada mesin yang jika kita tekan tombolnya, mengeluarkan kartu yang punya barcode. Lalu parkirlah kita di kawasan tersebut.

Saat pulang dari bandara, maka di pintu keluar lantai 2 (keberangkatan), akan ada mesin yang cukup besar ini. Mesin ini cara kerjanya seperti mesin ATM. Dimana kita memasukkan kartu, dan kartu tersebut akan dikembalikan lagi setelah pembayaran selesai.

Jika kartu sudah dimasukkan, maka akan tertera berapa dinar yang harus kita bayarkan. Tidak usah takut, mesin ini bisa mengembalikan sisa uang anda. Jika pembayaran parkir 700 fils, dan anda membayar dengan uang kertas 1 dinar, maka uang 300 fils akan dikembalikan.

Lalu, apa gunanya mesin ini?

1. Menghemat pembayaran parkir.
Area bandara selalu padat. Maka jika kita membayarnya di kasir ketika mau keluar, maka tentu saja akan ada charge tambahan. Makin lama kita berada di area bandara, maka semakin mahal biaya parkir yang harus di bayar.

2. Praktis
Tak perlu lagi menyiapkan uang kecil. Dan ketika berada di kasir ketika mau keluar, anda tak akan diminta uang parkir lagi.

3. Memanfaatkan teknologi yang ada
Ini alasan yang di buat-buat biar kelihatan banyak… hihihi…

Eh, sepertinya, mesin ini bisa diaplikasikan di Indonesia kan? Atau sudah?

Daftar Projek30 sebelum tulisan ini dipublish:

1. Hari pertama: Pohon Kurma
2. Hari kedua: The dangerous streets are in Kuwait
3. Hari ketiga: Makan siang roti shalaweet
4. Hari keempat: Pasar Mubarokiyah, Blok M versi Kuwait
5. Hari kelima: Mesin penghasil pulsa telepon
6. Hari keenam: Beli parfum merek terkenal
7. Hari ketujuh: Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara
8. Hari kedelapan: Dishdasha, baju arab yang punya nilai lebih
9. Hari kesembilan: Makan siang hari ini: Kebab dan Khobus
10. Hari kesepuluh: Tinggal bareng demi kata hemat
11. Hari kesebelas: Jam kerja yang aneh
12. Hari keduabelas: Kirim uang ke Indonesia
13. Hari ketigabelas: Liberation Tower tertinggi di Kuwait
14. Hari keempatbelas: Krisis energi di Kuwait
15. Hari kelimabelas: Tukang Sampah
16. Hari keenambelas: Potret Stasiun Bus di Kuwait
17. Hari ketujuhbelas: Suasana Eropa di Kuwait

No related posts.

Kategori: blog, kuwait

 

17

Komentar

Gravatar
 

rd Limosin @21.08.2007

nunggu di indo…. kapan ya?? apalagi di palembang

 
 
Gravatar
 

rd Limosin @21.08.2007

weeee, kok jadi pertamaxxx

 
 
Gravatar
 

didi @22.08.2007

wuihh.. dah beli mobil lho!!

 
 
Gravatar
 

edwin @22.08.2007

bagus-nya memang di Indonesia jg di-bikin kaya begitu tapi gue yakin nanti-nya angka pengangguran bakalan meningkat tajam dalam waktu kurang dr satu bulan…

 
 
Gravatar
 

firman firdaus @22.08.2007

canggih ya kuwait.

 
 
Gravatar
 

ayahshiva @22.08.2007

klo mesin ini diaplikasikan di indonesia bakal terjadi demo para tukang parkir :D

 
 
Gravatar
 

hielmy @22.08.2007

wuuiihhh….canggih bos!!

 
 
Gravatar
 

ekSi @22.08.2007

Disini juga ada…

Selain sebab2x yang ditulis diatas, alasan lain sepertinya karena untuk menghemat biaya dari membayar karyawan untuk menjaga loket bayar parkir. Kaya disini kan sepertinya org lokal ga mau kerja “level” itu :D huehuehuee

Ada juga lho mesin yang bayar parkir sukarela, ga pake kartu. Pernah gue tanya ke temen kantor, “Kalau gak bayar, ketawan gak?” trus dia bilang, “Gak..”. Gue tanya lagi, “Trus kenapa gak kabur aja, ga usah bayar?” hueheuheue orang Indonesia banget yah, maunya yg gratis :P hahahahah

 
 
Gravatar
 

bodhi @22.08.2007

canggih cu,, jadi inget dulu gw parkir di BEC gara2 nungguin bayarannya kelebihan 10 menit jadi nambah gopek.. hyayahaha

 
 
Gravatar
 

didats @22.08.2007

#4 iya yak. lupa. hehehe… :D
tapi tetep pake tenaga manusia kok untuk jaga di kasir sebelum keluar. fungsi mesin ini bukan untuk menggantikan manusia, tapi mempermudah.

#8 iya, kamu ini orang indonesia banged! hihihi…

 
 
Gravatar
 

Agam @23.08.2007

Tampaknya Indonesia baru bisa mimpi menyaksikan kecanggihan2 orang luar :)

 
 
Gravatar
 

irwansyah @23.08.2007

Tidak mungkin mesin ini tiada di Indonesia. Bukankan mesin ini sudah berada dimana-2?.

 
 
Gravatar
 

Jauhari @23.08.2007

Sangar tenan kok ketinggalan terus INA :D

 
 
Gravatar
 

adjiee'Duren @24.08.2007

Doohhh ktinggalan neh,,,,,,

Om kalo diaplikasiin di indonesia..
pegimana nasip para tukang parkir…???

*btw Om didats kapan nyusul Om arjun neh…??!!.apa udah kale :D*

 
 
Gravatar
 

bimoseptyop @24.08.2007

tenaga manusia makin berkurang dong

 
 
Gravatar
 

kus @25.08.2007

ada 3 hal kenapa mesin itu ndk diterapin di Indonesia :

1. Rawan maling.

jangankan mesin parkir, wong telepon koin aja banyak yang di hack , supaya koinnya bisa dikeluarin :P

2. Kasihan tukang parkir

Merka kan juga butuh makan dats.

3. Ada parkir berlangganan.

Dah juga murah karena borongan, pemasukannya pun juga bisa di Mark UP.

 
 
Gravatar
 

Indra Diky @17.09.2007

di Bandung Electronic Center, pas mau parkirnya tekan tombol keluar kertas yang ada barcodenya, cuman pas keluar sih tetep aja orang yang nerima pembayarannya :p mungkin kedepannya bisa juga tuh diterapkan di Indonesia

 
 

Maaf, form komentar saya tutup. Jika ada pertanyaan atau pendapat, langsung saja ke halaman kontak.