blog, kuwait, personal
Bekerja dengan Kuwait Times
December 24th, 2006
Tulisan ini hanya sebagai perkenalan bagaimana aku bekerja. Nanti ke depan, aku akan terus menulis blog yang khusus membahas tentang project-project yang aku tangani. Penggunaan bahasa Indonesia karena memang niat membagi pengalaman dan menambah rujukan dan referensi belajar untuk orang-orang Indonesia, sekaligus berdiskusi dengan orang-orang Indonesia.
Seperti yang pernah aku bilang, akhir-akhir ini aku sedang mengurusi design Kuwait Times. Dari awal memang cukup merasa senang, karena inilah project terbesarku sampai dengan saat ini. Walaupun hanya melalui perusahaan, tapi perasaan senang tetep aja muncul.
Langkah pertama, mengumpulkan keluhan dan kemauan.
Website yang sekarang memang menyedihkan. Pertama melihat saja rasanya sudah ingin pindah ke tab yang lain. Susah untuk di baca, sangat-sangat jaman dahulu sekali, dan satu lagi, tidak profesional.
Ketika datang untuk pertama kalinya ke kantor Kuwait Times, aku sudah disuguhi dengan berbagai hal-hal mendasar yang mereka ingin dari website sebuah koran besar.
Sebenarnya aku sudah mengetahui semua hal-hal yang mereka utarakan, dan aku memang setuju dengan pendapat-pendapat tersebut.
Langkah kedua, Mendesign beberapa template
Dari keluhan dan kemauan mereka yang banyak mereferensikan situs-situs sebuah portal informasi populer, maka aku mencoba membuat sesuatu yang memang terlihat sangat koran sekali.
Apa saja poin-poin yang sangat-koran-sekali?
1. Plain.
Shadow, efek tulisan, dan background dikurangi. Sebagai contoh ya blogombal.
2. More text, less image
Penggunaan image hanya dibagian-bagian tertentu saja, seperti kolom headline, dan kolom-kolom kecil tiap kategori berita. Yang lain, biarkan text!
3. Strong Layout
Website sebuah koran memuat banyak artikel. Karena tiap sebagian besar artikel berisi teks saja, maka kekuatan yang harus ditonjolkan adalah layout. Lewat kekuatan layout-lah sebuah website yang berisi teks menjadi berkesan elegan dan simpel.
Dan inilah hasil dari poin-poin di atas.

Design lain
Design lain
Lalu ketika membawa design-design di atas, mereka meminta beberapa hal dari design pertama. Yaitu penggunaan warna biru di bagian header.

Langkah ketiga, menerima masukan user
Pagi hari, ketika membuka email, yang aku takutkan terjadi. Karena banyak kepala yang menentukan, hasilnya jadi kurang efektif. Berikut petikan email dari mereka.
I like the designs but Ab would like a little more blue (and a darker blue or one more in line with our masthead) on the page. Perhaps a blue outline or a frame or something like that?Also, I’d like the prayer times to be smaller and lower on the page…
Everything else is lovely!
Yaah…… dengan datangnya email ini, maka aku putuskan untuk membuat template lagi yang cukup “manusiawi” untuk klien seperti mereka. Maka ada beberapa poin yang aku rubah, yaitu poin pertama. Dalam hati sih, ga rela………… karena designnya malah jadi blog bangeeed! Dan inilah hasilnya
Dan kita lihat, bagaimana reaksi mereka nantinya. Sebenarnya proses pembuatan design selanjutnya sedang berlangsung, tapi 2 design di atas cukup mewakili, walaupun masih sedikit.
Aku jadi punya ide, melihat design yang paling atas, dengan khas yang simpel dan layout yang kuat, rasanya sangat menarik jika dijadikan Template Wordpress gratisan lain? hihihi… :D
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog

















wah pertama ;)
langsung action ya dats.
klo bisa kuwaittimesnya ada edisi bahasa Indonesia dats meski versi web