Alhamdulillah.

Ini Kuwait emang negara super kaya. Jadi walaupun cuaca buruk, badai debu menerjang setiap tahunnya, tetap saja orang-orang berdatangan ke Kuwait. Termasuk dari Indonesia. Apalagi kalau bukan karena dinar. Huehehe.

Efeknya, tiap tahun selalu terjadi kenaikan pendatang. Dan yang paling jelas terlihat adalah, Kuwait sekarang jadi macet. Dulu hanya daerah tertentu saja yang mengalami kemacetan, sekarang banyak.

Dengan kemacetan yang semakin parah, sekarang lebih susah untuk mendapatkan ijin tinggal. Orang-orang Bangladesh, sudah dilarang masuk ke Kuwait untuk bekerja. Lagipula kasihan, gaji mereka ga seberapa dan harus tinggal di negara mahal ini.

Dan berbagai peraturan baru mulai datang. Untuk mempunyai ijin mengemudi saja, diharuskan bergaji minimal 450 KD (15 juta lebih). Juga untuk mendatangkan keluarga seperti istri, gaji minimal yang ditetapkan pemerintah Kuwait juga harus lebih dari 450 KD.

Kini, akan ada satu lagi orang Indonesia yang akan mengisi kantor yang saya tempati sekarang. Setelah Anwar, seorang programmer .NET, kini akan ada seorang Network Specialist. Juga dari Indonesia. Jadi akan ada 3 orang Indonesia yang menempati kantor saya. Eh, nanti aja deh kasih link-nya. :D

Kenapa Indonesia?

Indonesia, ternyata punya reputasi yang bagus di kantor saya. Hehehe. Bukannya sok nih, tapi kenyataannya memang mereka terkesan dengan cara kerja orang Indonesia. Dulu sebelum saya, katanya ada orang Indonesia yang kerjaannya kurang bagus. Kemudian salah satu boss mencoba lagi mencari orang Indonesia dan akhirnya mendapatkan saya.

Karena saya cukup bagus (kata orang sini loh ya), jadilah dipanggil lagi orang Indonesia yang lain. Dan inilah beberapa alasan kenapa mereka lebih memilih tenaga dari Indonesia daripada India

  1. Indonesia punya skill bagus. Mumpuni di bidangnya.
  2. Mau bekerja keras :)
  3. Gak macem-macem
  4. Dan murah! :))

Tapi dari segitu banyak kelebihan orang Indonesia, ternyata ada satu hal yang menjadi perhatian mereka. Yaitu Bahasa Inggris! Mungkin banyak orang Indonesia yang ngerti tata cara ngobrol, tapi ketika dalam percakapan, mereka lebih banyak diam.

Baguslah, berarti saya sudah membantu memasarkan nama Indonesia dengan nama yang baik.

;))

Related posts:

  1. TKW Indonesia di Kuwait Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan...
  2. Nonton timnas langsung di Kuwait Memang, nonton langsung dan nonton di tivi rasanya beda....
  3. Kuwait Banjir Tahun 2009 ini cuaca memang lagi aneh. Badai debu lebih...
  4. Imbas krisis sampai ke Kuwait Disadari atau tidak, krisis moneter di Amerika sampai juga...
  5. Makanan terenak di kuwait Inilah tampak depan makanan terenak di kuwait. Tomyam seafood,...

 

14

Komentar

Gravatar
 

az&fa @01.05.2008

wah makin banyak temen nih……
ANDA telah berjasa BESAR kepada negara nak… :)

 
 
Gravatar
 

Yogi @01.05.2008

Hehehe, saya ky di tempat kerja gw. Sekarang bos gw lebih prefer pakai tenaga orang Indonesia ketimbang negara lain seperti India, Philipine, dll. Sekarang total ada skitar 5 orang Indonesia yang bekerja buat bos gw (baik tenaga kontrak atau kerja per project-based).

Selain karena skill yg bagus, bayaran yg cukup murah (menurut mereka lho, menurut orang kita mah bayarannya justru gede bener :D) dan karena perbedaaan timezone yang tidak terlalu jauh antara Indonesia dengan negara tempat bos gw tinggal, which is Australia.

 
 
Gravatar
 

Dwitagama @01.05.2008

Wah makin seru kerjanya ya, slamat kumpulin dollar nuat beli real estate :D … trm ksh dah mampir ke blog Sy

 
 
Gravatar
 

geblek @01.05.2008

jadi gaji ente dah 450KD dats ?
gaji segitu murah yah dat

 
 
Gravatar
 

Andra @01.05.2008

Mari kita pertahankan reputasi programmer Indonesia di Kuwait

~minimalDiKantor..

 
 
Gravatar
 

Didats Triadi @02.05.2008

#3 orang arab, biasanya mintanya lebih banyak. segitu cuma buat jajan mereka doang… :D

 
 
Gravatar
 

Jacky @02.05.2008

pertama selamat dan terima kasih dulu, karena artikel ini agak panjang, jadi baru nyadar kalo sekarang didat udah ngasih full feed. jadinya enak bacanya dari feedreader ku.

thanks dat.

oya, gaji segitu, biaya hidup berdua rata-rata sebulan berapa dat? 100kd cukup? atau malah jauh dibawah itu?

 
 
Gravatar
 

nidya @02.05.2008

450 KD?15 juta?bs buat beli susu anak, beli baby chairnya, beli sepatu osh koshnya, beli strelizar yg ciamik…wa…makmur sumingrah :D

 
 
Gravatar
 

arimurti.com @03.05.2008

Hai Didats, tunggu kedatangan saya sebentar lagi yah…:D

 
 
Gravatar
 

Jauhari @03.05.2008

Ngiler aku cak….

 
 
Gravatar
 

didut @04.05.2008

dan ditunggu postingan lowongannya :D

 
 
Gravatar
 

INNA-Kuwait @21.05.2008

Hai Mas Didat, numpang promo neh. kenalkan situs resmi Indonesian National Nurses Association di Kuwait (INNA-K).

 
 
Gravatar
 

bank_al @26.05.2008

Semoga prestasi Didats dan kawan-kawan bisa mengubah citra Indonesia yg biasanya dikenal cuma sebagai bangsa pembokat di negeri sana. :D

 
 
Gravatar
 

Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait « Andra & my Backbone @30.05.2008

[...] 30, 2008 Tentang Kuwait Jam 6 pagi lagi panas-panasnya, gw ditelpon Didats untuk menjemput seorang anggota baru di [...]

 
 

Maaf, form komentar saya tutup. Jika ada pertanyaan atau pendapat, langsung saja ke halaman kontak.