May 1st, 2008
Alhamdulillah.
Ini Kuwait emang negara super kaya. Jadi walaupun cuaca buruk, badai debu menerjang setiap tahunnya, tetap saja orang-orang berdatangan ke Kuwait. Termasuk dari Indonesia. Apalagi kalau bukan karena dinar. Huehehe.
Efeknya, tiap tahun selalu terjadi kenaikan pendatang. Dan yang paling jelas terlihat adalah, Kuwait sekarang jadi macet. Dulu hanya daerah tertentu saja yang mengalami kemacetan, sekarang banyak.
Dengan kemacetan yang semakin parah, sekarang lebih susah untuk mendapatkan ijin tinggal. Orang-orang Bangladesh, sudah dilarang masuk ke Kuwait untuk bekerja. Lagipula kasihan, gaji mereka ga seberapa dan harus tinggal di negara mahal ini.
Dan berbagai peraturan baru mulai datang. Untuk mempunyai ijin mengemudi saja, diharuskan bergaji minimal 450 KD (15 juta lebih). Juga untuk mendatangkan keluarga seperti istri, gaji minimal yang ditetapkan pemerintah Kuwait juga harus lebih dari 450 KD.
Kini, akan ada satu lagi orang Indonesia yang akan mengisi kantor yang saya tempati sekarang. Setelah Anwar, seorang programmer .NET, kini akan ada seorang Network Specialist. Juga dari Indonesia. Jadi akan ada 3 orang Indonesia yang menempati kantor saya. Eh, nanti aja deh kasih link-nya. :D
Kenapa Indonesia?
Indonesia, ternyata punya reputasi yang bagus di kantor saya. Hehehe. Bukannya sok nih, tapi kenyataannya memang mereka terkesan dengan cara kerja orang Indonesia. Dulu sebelum saya, katanya ada orang Indonesia yang kerjaannya kurang bagus. Kemudian salah satu boss mencoba lagi mencari orang Indonesia dan akhirnya mendapatkan saya.
Karena saya cukup bagus (kata orang sini loh ya), jadilah dipanggil lagi orang Indonesia yang lain. Dan inilah beberapa alasan kenapa mereka lebih memilih tenaga dari Indonesia daripada India
- Indonesia punya skill bagus. Mumpuni di bidangnya.
- Mau bekerja keras :)
- Gak macem-macem
- Dan murah! :))
Tapi dari segitu banyak kelebihan orang Indonesia, ternyata ada satu hal yang menjadi perhatian mereka. Yaitu Bahasa Inggris! Mungkin banyak orang Indonesia yang ngerti tata cara ngobrol, tapi ketika dalam percakapan, mereka lebih banyak diam.
Baguslah, berarti saya sudah membantu memasarkan nama Indonesia dengan nama yang baik.
;))
14 Responses
wah makin banyak temen nih……
ANDA telah berjasa BESAR kepada negara nak… :)
Hehehe, saya ky di tempat kerja gw. Sekarang bos gw lebih prefer pakai tenaga orang Indonesia ketimbang negara lain seperti India, Philipine, dll. Sekarang total ada skitar 5 orang Indonesia yang bekerja buat bos gw (baik tenaga kontrak atau kerja per project-based).
Selain karena skill yg bagus, bayaran yg cukup murah (menurut mereka lho, menurut orang kita mah bayarannya justru gede bener :D) dan karena perbedaaan timezone yang tidak terlalu jauh antara Indonesia dengan negara tempat bos gw tinggal, which is Australia.
Wah makin seru kerjanya ya, slamat kumpulin dollar nuat beli real estate :D … trm ksh dah mampir ke blog Sy
jadi gaji ente dah 450KD dats ?
gaji segitu murah yah dat
Mari kita pertahankan reputasi programmer Indonesia di Kuwait
~minimalDiKantor..
#3 orang arab, biasanya mintanya lebih banyak. segitu cuma buat jajan mereka doang… :D
pertama selamat dan terima kasih dulu, karena artikel ini agak panjang, jadi baru nyadar kalo sekarang didat udah ngasih full feed. jadinya enak bacanya dari feedreader ku.
thanks dat.
oya, gaji segitu, biaya hidup berdua rata-rata sebulan berapa dat? 100kd cukup? atau malah jauh dibawah itu?
450 KD?15 juta?bs buat beli susu anak, beli baby chairnya, beli sepatu osh koshnya, beli strelizar yg ciamik…wa…makmur sumingrah :D
Hai Didats, tunggu kedatangan saya sebentar lagi yah…:D
Ngiler aku cak….
dan ditunggu postingan lowongannya :D
Hai Mas Didat, numpang promo neh. kenalkan situs resmi Indonesian National Nurses Association di Kuwait (INNA-K).
Semoga prestasi Didats dan kawan-kawan bisa mengubah citra Indonesia yg biasanya dikenal cuma sebagai bangsa pembokat di negeri sana. :D
[...] 30, 2008 Tentang Kuwait Jam 6 pagi lagi panas-panasnya, gw ditelpon Didats untuk menjemput seorang anggota baru di [...]