Bikin SIM itu capek!

Tulisan ini dibuat sekedar untuk membuka gambaran bagaimana membuat SIM C, karena didasarkan pada pengalaman saya kemarin, 9 Juni 2005. Akhirnya, setelah 1 tahun lebih punya kendaraan, bosan dengan razia, bosan dengan angpaw berjumlah antara 25 ribu sampai 30 ribu setiap kali tertangkap.

Sebelum membuat SIM, akan lebih baik jika anda melihat dana yang bisa anda sediakan, dan siapkan 3 lembar fotokopi KTP. Karena ada dua jalan yang bisa dilalui, lewat calo, dan berusaha sendiri. Dan keduanya punya kelebihan dan kekurangan masing masing.

  1. Lewat Calo
    (+) Anda tak perlu lagi berantri-antri ria untuk mendapatkan SIM. Tinggal foto, dan tunggu hasilnya.
    (+) Tidak buang tenaga untuk sekedar berpindah dari loket yang satu ke loket yang lain.
    (-) Biaya yang dikeluarkan cukup tinggi. Biaya termurah yang bisa didapatkan adalah 300 ribu rupiah.
  2. Buat sendiri
    (+) Mengerti proses membuat SIM, minimal berpengalaman. Jadi, anda bisa menjadi ‘calo’ untuk teman2 anda nantinya. Lumayan, buat sekedar uang jajan. :D
    (+) Biaya yang dikeluarkan cukup murah. Kalau tak ada rintangan, dan tak ada ‘embel-embel’, maka cukup dengan uang 110 ribu rupiah, anda bisa mendapatkan SIM
    (+) Mengajarkan anda untuk lebih bersabar, karena disetiap loket, menunggu adalah sebuah bagian.
    (-) Capek, lelah, letih, lesu? (SPAM!) :D
    (-) Siap berdiri lama
    (-) Biasanya, butuh waktu sampai seharian.
    (-) Tas harus berisi pensil, pulpen, makanan kecil, dan buku bacaan

Sebenarnya, mau cerita proses pembuatan SIM yang super duper ribet, dan terkesan disulitkan. Tapi karena terlalu lama dan panjang, maka saya pikir akan saya tulis dalam beberapa waktu yang lain. Toh kalau memang ingin tahu lebih lanjut bisa menghubungi saya. *baik hati mode on* :P

Dan sekarang, kalau ada razia bilang-bilang ya… pengen sekali-kali nunjukin, ini loh pak, SIM baru saya…. :P Apa masih mau minta 25 ribunya ? *tersenyum kemenangan!*

32 thoughts on “Bikin SIM itu capek!”

  1. Yah, pakai yang mana saja juga sama saja… kalau diudak waktu pake calo, kalo lagi santai dan ngga ada kerjaan urus sendiri.. hehe

  2. selamet ye dats. berarti traktirannya jadi 3 neh. traktiran ga jombloh lage, traktiran menang lomba, szama traktiran punya sim. hauhauhauha *ngabur*

  3. wadah bisa ngebut didepan pak polisi nante, skalian nunjukin SIM barunya, jd krmn pake upeti/calok ato sendirian ayoo ngakuuuu

  4. hare gene baru ngurus sim?? hehehe.. jadi inget, dulu aku satu-satunya (dari 20 orang pendaftar SIM di hari yang sama), yang tidak pake sogok-menyogok. ujiannya muacem muacem… nebras marka jalan (putih-putih tengah jalan) aja disalahkan. lha padahal keluar dari polres kan mesti nebras marka.. polisi pancen tela.. hihihi

  5. sim + dompet kecopetan tahun 2000 sampe sekarang blom ganti lagi. mana pake motor setiap hari lagi selama 2 tahun :P

  6. bukan sok yah dats :p
    dari aku SMP sampe sekarang kalo bikin sim selalu pake jasa calo..
    Lagian ngapain antri huuuu mending buat bobok waktunya hihihi..

    Uang jasa juga gak seberapa kok sebenarnya..
    Tapi entah sih kalo di kota gedhe sono..l

  7. gw dapet (bikin ya sebenernya?) SIM aja tinggal kasi fotokopi KTP, pas foto 1, tanda tangan di kertas putih + cap jempol kanan. seminggu kemudian dikirim ke rumah! how’s that?

    ternyata, kantor tempat bikin SIM udah canggih koq, bisa nerima hasil SCAN juga!

  8. blon tau cara gw bikin sim yah?? hehehe.. kpn2 mo posting ah..
    Punya ga punya Sim, kudu siap2 sama berbagai trik pak pol buat nilang. Perhatikan Spion anda. Plat nomor ga usah dimacem2in. Jangan nerobos marka. Helm harus yg standart. de el el de el el.. siap2 jigo ilang lagi..

    hihihihi..

  9. kalo sekali razia diitung 25rb maka sim didats baru balik modal setelah kena razia sim sebanyak 12 kali dan tidak ditilang (kalo pake calo 300rb ya…)

  10. boy… fotonya ga di pampang sekalian
    itung2 promosi kantor pulisi :P
    sapa tau banyak yang nanya sampean
    gemana cara buat SIM

    *here we go*

  11. hmmm, emang suseeeh bikin SIM, gw aja masanya udah abis gak buat2 sampe skrg, soale kayak ujian mau nglamar kerja aja pake psikotes segala!! R-I-B-E-T….
    but congrats ya dats,, udah dapet SIM C nya.. heheheh :p

  12. Memang kadang kita tidak menjadi diri kita sendiri dalam beberapa hal, seperti beberapa komentar yang pernah saya dengar:
    - lebih baik lewat agen/calo, prosesnya lebih cepat walaupun harus membayar lebih, buat apa buang2 waktu.
    - ada yang katanya lewat prosedur tapi dibantu calo, jadi prosedurnya cuma formalitas
    - ada yang buat SIM melalui SIM kolektif, katanya sih jalur resmi, tapi tesnya juga hanya formalitas
    - prosesnya ribet atau gak lulus tes, jadinya nembak aja
    - lewat jalur resmi melalui biro jasa

    Sebagian dari komentar itu menggambarkan bahwa kita sendiri yang mau gampangnya saja: “Dengan berbagai cara, yang penting tujuan tercapai!” atau bahkan tidak mau tahu bahwa kita telah berlaku tidak adil terhadap pemohon SIM yang mengurus sendiri prosesnya. Seolah2 semua menjadi praktek yang sudah lazim bahwa begitulah cara yang harus ditempuh untuk mendapatkan sesuatu. Dan dari berbagai sumber didapatkan bahwa sebagian besar pemberi komentar mendapatkan SIMnya dengan cara nembak/melalui biro jasa/kolektif, yang tentunya tidak melalui tes yang sesungguhnya dan dengan membayar lebih. Saya pikir pooling tidak perlu dilakukan karena sudah pasti sebagian besar akan menjawab atau malu menjawab bahwa mereka mendapatkan SIMnya dengan cara yang kira2 sama dengan nembak/melalui biro jasa/kolektif. Tul?

    Mereka lupa bahwa ada orang2 seperti saya yang merasa diperlakukan tidak adail oleh orang2 yang menggunakan jalur di calo di atas. Saya sendiri mendapatkan SIM saya dengan mengurus sendiri.

    Apakah para pejabat yang tercantum dalam email di bawah bisa mengakses milis ini? Saya koq ragu. Ada yang tahu bagaimana bisa mengakses mereka? Ada baiknya kalau mereka bisa memberikan komentar yang tidak sekedar “lip service” saja.

    Hal yang kurang lebih sama, saya temui pada proses tilang di lapangan hingga di pengadilan tilang.

    Hasan tea

    — In sobatmetro@yahoogroups.com, “hsangka” wrote:

    BAGIAN I (Pengalaman Pembuatan SIM C Baru):

    Pada bulan Oktober 2006 ini saya berhasil mendapatkan SIM C baru dari kantor SIM Jakarta di jalan Daan Mogot.

    Prosesnya tidaklah semulus dibandingkan dengan kalau minta bantuan oknum setempat atau secara kolektif.
    1. Diawali dengan test kesehatan, tepatnya tes mata (Rp. 10.000).
    2. Beli formulir Permohonan SIM C baru (Rp. 75.000) dan isi formulir. Asuransi kecelakaan (Rp. 15.000) berupa himbauan.
    3. Penyerahan formulir ke loket. Orang loketnya iseng2 minta Rp 10.000. Gak dikasih juga gak masalah, namanya juga orang usaha.
    4. Uji Teori. Ada 2 macam kelas: menggunakan komputer (waktu hanya 12 menit untuk 30 soal) dan manual pake kertas (30 soal diberi
    waktu sampe selesai).
    - Pada percobaan pertama, saya masuk kelas manual kertas, hasilnya tidak lulus dengan nilai 17 dari minimum 18 dan maksimum 30.
    Tertulis untuk tes ulang 2 minggu ke depan.
    - Saya protes ke loket uji teori, untuk cek nilainya apa betul begitu?
    Tanpa babibu, “Silakan tes ulang di ruang komputer”. Gak
    ada penjelasan kenapa? Dan sayapun tidak tanya kenapa. Mereka salah periksa atau soalnya yang salah?
    - Tes komputer hari itu juga cukup menegangkan karena waktu yang terbatas, tapi akhirnya lulus dengan nilai 19 (kalo gak salah) langsung dapat diketahui dari komputer.
    5. Selanjutnya Uji Praktek! Ada 3 tes yang harus dijalani: 1)
    Jalan melalui jalan sempit selebar 60 cm dengan patok2 yang tidak boleh jatuh satupun, 2) Buat angka 8 dengan diameter cukup sempit dan melalui patok di perpotongan angka 8 dg lebar 80 cm, 3) jalan
    sempit zig zag. Ada 2 lapangan yang tersedia: di kiri untuk ujian kolektif dan di kanan untuk ujian perorangan. Coba tebak, apakah kesulitan kedua lapangan itu sama?
    Uji praktek pertama di lapangan kanan gagal. Baru tes pertama
    jalan lurus dijalan sempit, 3 patok saya jatuhkan. Heran koq orang2 bisa lolos bikin SIM C kalau ujiannya sedemikian sulitnya ya? Harus kembali 2 minggu ke depan. Sewa motor Rp. 5.000.
    6. Setelah latihan, 2 minggu kemudian saya datang lagi untuk uji praktek ulangan. Harus sewa motor lagi Rp. 5.000 dan isi formulir lagi. Hasil pengamatan sebelum maju tes ulang, yang ujian kolektif di lapangan kiri, ternyata banyak yang lulus, walaupun yang dites hanya tes pertama tanpa harus melakukan tes kedua dan ketiga.
    Tanya kenapa?
    Saya minta ke penguji untuk di tes di lapangan kiri. Ditolak
    karena lapangan itu hanya untuk ujian kolektif! Sambil jalan dari
    lapangan kiri ke lapangan kanan, saya amati kondisi medan uji. Hasilnya mengejutkan: patok2 di lapangan uji kolektif diletakkan sebagian keluar dari garis uji dan patok condong keluar, sehingga
    memudahkan motor melaluinya, sedangkan di lapangan kanan, semua patok tegak lurus dan tepat di dalam garis! Cuek, dengan kepercayaan diri tinggi, saya lakukan uji di lapangan kanan. Hasilnya 3 patok jatuh lagi! Formulir diserahkan ke loket dalam keadaan tertutup. Setelah dipanggil, ternyata hasilnya gagal dan harus ulang lagi beberapa hari ke depan!
    7. Merasa diperlakukan tidak adil oleh tim penguji, saya protes ke pak penguji, sebut si oknum X karena dia gak punya nama (saya
    sudah tanya langsung dia gak mau kasih tahu, tidak bertanggung jawab!). Setelah ngotot disaksikan puluhan orang di situ (lihat Detail 1 di bawah), saya disuruh ke Loket 11 di situ. Diterima oleh Pak Ujang (walaupun dia tidak mau menyebutkan namanya tapi saya tahu belakangan dari rekannya secara tidak sengaja) dan dia mau
    membantu dengan catatan semua permasalahan hanya sampai disitu (lihat
    Detail 2 di bawah). Selagi tunggu proses, Pak Teguh S datang menyalami dan menanyakan apa ada masalah, entah apa posisi beliau disitu.
    8. Pak Ujang sendiri akhirnya membantu pengurusan dokumen hingga saya bisa ke tahap selanjutnya. Jadi saya dinyatakan Lulus!
    9. Selanjutnya adalah proses foto, cap jempol dan tanda tangan.
    10. Dapat deh SIM C-nya.
    11. Tidak lupa isi formulir saran dengan komplain yang ada.
    Sekilas terbaca bahwa pengurusan SIM C baru hanyalah 30 menit! Bagi saya, saya mengalaminya berjam2.

    Detail 1 (Pembicaraan petugas uji praktek X dengan saya, kira-kira sbb.):
    Sebelum saya melakukan ujian:
    Saya: “Pak, saya boleh melakukan ujian di lapangan kiri?”
    X: “Tidak boleh, lapangan ini untuk ujian kolektif”.
    Setelah saya dinyatakan gagal, saya kembali ke penguji X.
    Saya: “Mengapa lebar patok uji yang berbeda antara lapangan uji perorangan dengan lapangan uji kolektif?”
    X: “Lebar jalur kedua lapangan sama, coba ukur jarak antara garis putih.”
    Saya: “Pak, yang saya permasalahkan adalah jarak kedua patok yang berbeda, karena peletakkan patok di atas garis putih yang berbeda dan menguntungkan pemohon SIM kolektif. Kalau hanya dilihat jalan
    di antara kedua garis, saya juga bisa melaluinya tanpa keluar garis, tapi karena ada patok kayu yang diletakkan tanpa aturan yang jelas yang membuat saya gagal”
    X: “Sama, tidak ada bedanya, bla-bla-bla” (membela diri bahwa
    mereka tidak melakukan kesalahan, walaupun keadaan lapangan berbeda sambil membenahi patok-patok di lapangan kiri supaya sama dengan di lapangan kanan).
    Saya: “Nama Bapak siapa?”
    X: “bla-bla-bla” (tidak mau memberitahukan namanya)
    Saya: “Mohon agar saya dapat menemui Pak Tri Wibawa (KAUR Praktek) untuk mendapat kejelasan.”
    X: “Kalau Bapak mau tes lagi di lapangan kanan, silakan ke loket untuk sewa motor dulu dan isi formulir. Bla-bla-bla.” (berbelit- belit dan diulang-ulang, sama sekali tidak menyiratkan bahwa saya bisa menemui Pak Tri Wibawa).
    Saya: “Lho saya harus sewa motor lagi? Lalu katanya lapangan kanan hanya untuk SIM kolektif? Saya mau ketemu Pak Tri Wibawa.”
    X: “Silakan Bapak ke Loket 11.”

    Detail 2 (Pembicaraan petugas Loket 11 “Pak Ujang” (UJ) dengan saya, kira-kira sbb.):
    UJ: “Silakan Pak, Bapak duduk dan tenang dulu, saya bantu.”
    Saya: “Baik, jadi selanjutnya prosesnya bagaimana?”
    UJ: “Saya bantu sampai Bapak bisa mendapatkan SIM. Permasalahan ini kita anggap selesai sampai di sini”
    Saya: “Baik, terima kasih. Nama Bapak siapa?”
    UJ: “Bla-bla-bla” (tidak mau memberitahukan namanya) Selama menunggu proses saya sempat diskusi dengan beliau.
    UJ: “Setiap pagi petugas berlatih Uji Praktek, karena ada saja pemohon SIM yang tidak percaya bahwa ada yang bisa melalui tes tersebut. Jadi harus kami buktikan. Ada beberapa hal (cara) yang perlu dilakukan supaya bisa melalui patok-patok tersebut dengan baik” (sambil menerangkan cara berbelok saat di perpotongan angka
    8)

    BAGIAN II (Pertanyaan):

    Beberapa pertanyaan: (siapa tahu yang bersangkutan bisa menanggapi)

    1. Kepada IPTU Simon Mardani (NRP 58010521), PAUR Teori.
    Saat ini ada dua jenis Uji Teori, yaitu melalui komputer atau
    dengan mengisi lembar jawaban. Bila melalui komputer dapat diketahui
    secara langsung hasil ujian kami, maka ujian melalui lembar jawaban akan tergantung pemeriksa. Semoga Uji Teori bisa dikomputerisasi secara keseluruhan sedemikian kelulusan dibuat lebih adil bagi semua
    orang, tidak terkecuali yang membuat SIM dengan cara kolektif atau
    melalui oknum petugas. Bagaimana seorang petugas Uji Teori dapat menyuruh saya
    Uji Teori ulang secara komputer tanpa alasan sedikitpun
    setelah saya meminta penjelasan kesalahan saya dalam lembar jawaban Uji Teori.
    Apakah ada kesalahan periksa atau kesalahan soal, atau
    bahkan kesalahan yang disengaja yang dibuat untuk mempersulit pemohon SIM baru yang tidak membayar lebih?

    2. Kepada IPTU Tri Wibawa, BL (NRP 64080283), PAUR Praktek.
    Bila Uji Teori masih dapat dilalui oleh pemohon SIM dengan aturan yang jelas: lulus apabila nilai 18 ke atas, lain halnya dengan Uji Praktek yang tidak menyertakan aturan yang jelas bagaimana seorang pemohon SIM dapat lulus. Sebagai informasi, berikut adalah yang terjadi di lapangan, mohon tanggapannya:
    - Uji Praktek dilakukan melalui 3 macam tes: 1) jalan lurus sempit selebar 60 cm (menurut informasi petugas, jarak sisi dalam garis putih), 2) angka 8 dengan diameter cukup kecil dan jarak patok 80cm di perpotongan lingkaran (informasi dari petugas) dan 3) jalan sempit zig-zag. Ketiga tes tersebut merupakan satu kesatuan dan
    kaki peserta uji tidak boleh menjejak tanah sama sekali. Setiap patok bagi pemohon SIM perorangan diletakkan tegak lurus pada sisi dalam garis putih. Bandingkan dengan spesifikasi motor yang kami gunakan dengan lebar 71.5 cm. Apa maksud ketiga macam tes ini dalam hubungannya dengan cara berkendara di jalan umum dan seberapa relevan?
    - Tidak diberikan contoh oleh petugas lapangan sebelum tes saya dilakukan.
    - Tidak boleh ada satupun patok yang jatuh.
    - Kesempatan kepada pemohon SIM hanya diberikan sekali tanpa latihan / pengenalan lapangan. Dibandingkan dengan Uji Praktek di Bandung yang memberikan kesempatan tes sampai 3 kali pada hari
    yang sama. Menurut pengakuan petugas sendiri bahwa mereka harus
    melakukan latihan tersebut setiap hari karena ada saja orang yang memaksa mereka memberi contoh. Bila petugas saja harus melakukan latihan setipa hari, apakah mungkin pemohon SIM melakukan itu dalam percobaan pertama?
    - Ada 2 lapangan yang dipakai dengan kondisi lapangan untuk Uji Praktek kolektif yang lebih ringan dibandingkan lapangan untuk Uji Praktek perorangan. Dapat dibedakan dari penempatan patok kayu yang lebih longgar dan condong keluar bagi pemohon SIM kolektif. Ketika ditanya, petugas berdalih bahwa bisa saja petugas melakukan itu karena capai.
    - Tes bagi pemohon SIM kolektif dilakukan hanya tes pertama saja (jalan lurus sempit) dan tidak perlu melakukan tes angka 8 dan zig- zag.
    - Catatan, para petugas tidak mengenakan identitas yang jelas dan tidak dapat menjawab pertanyaan saya mengenai perbedaan yang diberlakukan kepada pemohon SIM perorangan tanpa lewat jalur khusus, bahkan mereka tidak sanggup memberitahukan nama mereka sendiri. Petugas polisi macam apa itu?
    - Mohon koreksi apakah Uji Praktek seperti di atas sudah sesuai prosedur yang ditetapkan?

    3. Kepada KOMBES POL Drs. Djoko Susilo S.H., M.SI., DIRLANTAS POLDA METROJAYA.
    - Masih banyak perbaikan yang harus dilakukan dalam proses
    pembuatan SIM. Saya percaya bahwa kelakuan pengendara di jalan sangat bergantung dari bagaimana proses awal pembuatan SIM baru. Apabila SIM dapat diperoleh dengan membayar sehingga Uji Teori dan Uji Praktek hanya merupakan formalitas saja, maka sikap buruk
    pengendara di jalan diawali oleh kesalahan pihak kepolisian sendiri.
    - Petugas di lapangan tidak mengenakan identitas yang jelas, sehingga kami mengalami kesulitan mencatat nama dan NRP mereka apabila mereka melakukan tindakan diluar prosedur. Apabila Bapak- bapak pejabat di kantor urusan SIM menyatakan bahwa mereka yang melakukan hal tidak terpuji di atas adalah oknum, maka
    pertanyaannya adalah sejauh mana keterlibatan para pejabat di sana? Apakah semua adalah oknum? Apakah tidak ada kontrol harian terhadap praktek pembuatan SIM di lapangan? Siapa yang bertanggung jawab atas proses pembuatan SIM di lapangan?
    - Praktek pembuatan SIM baru dapat dilakukan dengan cara: SIM kolektif, melalui agen, melalui oknum orang dalam, perorangan dan mungkin melalui jalur lainnya. Mohon agar pembuatan SIM dapat distandarisasi dengan aturan yang jelas untuk setiap jalurnya apabila memang jalur-jalur khusus tesebut diperkenankan.

    BAGIAN III (Penutup):

    Apa tidak malu, mengendalikan kantor urusan SIM sendiri saja tidak berhasil, bagaimana mau mengendalikan masyarakat yang lebih luas?
    Bila sudah begini siapa yang mau disalahkan atas kesemrawutan keadaan lalu lintas.

    Tulisan ini saya maksudkan agar setidak-tidaknya para Sobat Metro mau menjadi contoh yang baik bagi calon pengendara lainnya.

    Ingin rasanya mengadakan pooling seberapa banyak pengendara, setidak2nya para Sobat Metro yang mendapatkan SIM barunya melalui agen/kolektif dibandingkan dengan yang mengurusnya sendiri.

    Salam Taat Ber-Lalu Lintas,
    -Handi-

    Catatan: Tulisan di atas hanyalah berdasarkan pengalaman penulis dalam kedua hari tersebut. Penulis tidak melakukan survei lebih lanjut apakah kejadian serupa masih terjadi setiap harinya dan
    masih berlanjut hingga hari ini.

  13. “Proses Pembuatan SIM yang tidak transparan”

    Saya dan Istrimencoba membuat SIM sesuai dengan prosedur yang benar tetapi hasilnya adalah tidak benar. Ketika membuat sim banyak tulisan tulisan yang mengatakan buatlah SIM sesuai dengan prosedur.., jangan melalui Calo,dsbnya tetapi nyatanya?? saya ikut ujian teori SIM C tetapi hasilnya tetap tidak lulus, saya menanyakan boleh ndak saya lihat kesalahan saya dimana? tetapi tidak dikasih… saya penasaran ingin ikut lagi, bagi pembaca yang punya buku mengenai soal-soal pembuatan SIM C boleh kah saya copy… setelah ada referensinya nanti saya akan banding kalau ujian teori saya tidak lulus lagi karena saya sudah punya dasar teorinya. terimakasih

  14. http://hannyks.multiply.com/journal/item/50/SOAL_Ujian_Teori_SIM._Seberapa_sulit

    Mengerjakan soal-soal ujian teori SIM sungguh gampang-gampang susah. Memang, kelihatannya soalnya mudah dan kita yakin njawab seluruhnya benar. Tapi hati-hati, beberapa pertanyaan ada jebakannya loh.

    Pengalaman saya ikut ujian teori SIM di SATPAS Daan Mogot Jakarta memberikan hasil gagal di ujian manual pertama (Cuma bener 15, sementara syarat minimal adalah benar 18 ke atas dari 30 soal). Lalu ikut ujian kedua, kali ini via computer, hasilnya lebih akurat, karena kelulusan langsung diketahui saat itu juga, begitu selesai jawab semua soal.

    Tips dari saya: sebaiknya Anda ngotot utk ujian di ruang computer, karena berdasarkan pengalaman, selalu saja diarahkan oleh petugas utk ke ujian manual, yang kelulusannya bisa dimainin sama oknum di sana……

    Artikel ini khusus buat Anda yang mengurus SIM sendiri ya, tanpa calo, yang harus melalui prosedur alur pembuatan SIM.

    Nah, prosedur bikin SIM sesuai brosur yg saya dapat di SATPAS Daan Mogot Jakarta adl sbb:

    Contoh soal ujian teori SIM sbb:

    1. Sebagai pengemudi yang baik anda harus mampu :

    a. Mengendarai mobil dengan hati-hati

    b. Mengendarai mobil dengan ketrampilan dan kecepatan yang tinggi

    c. Dapat mengendalikan diri,tidak cepat naik darah /emosi ,sabardan telti dalam segala situasi serta memiliki ketrampilan mengemudi yang memadai

    2. Sebagai pemilik SIM –A,anda dapat mengemudikan :

    a. Mobil penumpang dan kendaraan roda dua

    b. Mobil beban dan mobil Bis yang beratnya 3500 Kg

    c. Mobil beban dan mobil Bis dengan jumlah beratnya yang diperbolehkan kurang dari 3500 Kg serta mobil penumpang

    3. Pada umumnya apabila tidak ditentukan lain, kecepatan maksimum yang berlaku di dalam daerah perumahan/kota adalah :

    a. 40 km/jam

    b. 60 km/jam

    c. 50 km/jam

    4. Pernyataan di bawah ini mana yang paling benar disesuaikan dengan Undang-Undang Lalu Lintas Dan Angkutan Jalan No. 14 th.1992 :

    a. Bagi pengemudi dan penumpang yang duduk di samping pengemudi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih wajib memakai sabuk pengaman

    b. hanya bagi pengemudi kendaraan bermotor beroda empat atau lebih wajib memakai sabuk keselamatan.

    c. Semua penumpang termasuk pengemudi kendaraan bermotor beroda empat wajib memakai sabauk pengaman

    5. Ukuran maksimum tinggi dan lebar kendaraan ditentukan oleh Peraturan Pemerintah tentang Lalu Lintas dan angkutan jalan yaitu :

    a. Tinggi maksimum tidak melebihi 4200 milimeter dan tidak melebihi 1,7 kali lebar kendaraannya sedangkan lebar maksimum tidak melebihi 2500 milimeter.

    b. Tinggi maksimum tidak melebihi 3500 milimeter dan tidak melebihi 1,7 kali lebar kendaraannya sedangkan lebar maksimum tidak elebihi 2500 milimeter.

    c. Tinggi maksimum tidak melebihi 4200 milimeter tanpa kecuali sedangkan lebar maksimum tidak melebihi 2500 milimeter.

    Ada juga contoh soal ujian teori SIM berupa rambu-rambu dan gambar sbb:

  15. Sharing:

    http://hannyks.multiply.com/journal/item/51/Ujian_Praktek_SIM_A._Seberapa_Sulit

    Prosedur bikin SIM baru harus melalui uji praktek. Berikut yang dapat saya rangkum berdasarkan pengalaman sendiri. Kebetulan lokasi cerita berdasarkan test di SATPAS Daan Mogot Jakarta. Tapi untuk daerah lain, mestinya sih sama2 aja, paling beda2 dikit.
    Menurut informasi yang Saya dapat, dan juga googling sana-sini, ujian praktek tuh cukup sulit untuk dilalui. Apalagi banyak oknum petugas yang rese’ shg Anda selalu saja dinyatakan tidak lulus. Subyektif. Tapi kalo Anda beruntung dapet petugas yang bersih, tidak mustahil Anda lulus uji praktek dgn sukses pada kali pertama. (FYI, kemungkinannya keciiiiiiiiill).
    Sebagian besar uji praktek pada kali pertama tidak lulus. sebagian emang karena oknum2 petugas test yang rese’ karena Anda tidak melalui calo (artinya tdk ada uang buat dia), atau juga karena Anda emang bener2 melanggar rambu2 selama test. Biasanya Anda diminta datang 2 minggu lagi.
    Artikel ini khusus buat Anda yang buat SIM A ngurus sendiri ya. Kalo via calo/perantara mah cuma formalitas dowank….. gak bisa nyetir pun lolos. Tapi biayanya khan juga lebih mahal…
    Anda ingin coba dahulu agar ujian praktek SIM A bisa lulus? Simak yang berikut ini:
    1. Umumnya mobil yang digunakan Toyota Kijang transmisi manual. Ya iya lah, kalo matic enak benerrr….
    2. Naik mobil jangan lupa langsung pasang Seatbelt sebelum nyalain mesin. (banyak kasus kelupaan nih pasang seatbelt krn tdk terbiasa. kebetulan saya sudah terbiasa selalu pasang seatbelt sejak dulu kerja di area pertambangan dengan standar safety sangat ketat. jadi tangan udah otomatis langsung narik seatbelt). Kalau Anda lupa, kayaknya sdh dipastikan Anda tidak lulus…..
    3. Duduk. Sebelum hidupin mesin, jalan jangan lupa atur posisi Anda. Atur posisi tempat duduk sesuai kebiasaan kaki Anda. Liat kaca spion kiri kanan, bila belum sesuai, bila perlu Anda turun untuk mbetulin spion (terutama yg kiri). Ini penting untuk test parkir……
    4. Cek gigi netral, lalu nyalakan mesin.
    5. Sebelum bergerak. Anda HARUS nyalain sein ke kanan. Kalao lupa, sudah 1 kesalahan lagi Anda langgar. Aturannya katanya : “Sebelum bergerak, kendaraan harus menyalakan lampu sein”.
    6. Jalan, pelan2 aja. Paling enak cukup pake gigi 2.
    7. Perhatikan marka jalan, jangan sampe memotong cat garis yg tidak putus2. Kalau yg putus2, Anda boleh pindah jalur. Kalau petugas iseng nyuruh ke kanan, jangan langsung di iya in. Balik tanya, “Pak, ini kan marka jalan gak boleh pindah lajur?” gitu. kalau diijinin baru deh laksanakan.
    8. Kalau Anda menemukan rambu STOP, baik itu berupa tiang ataupun ada tulisan cat di jalan, sebaiknya anda STOP (stop artinya stop ya, bukannya masih jalan pelan) sebentar. lalu jalan lagi. Biasanya ada di sebelum belokan, dan ada 2 di tanjakan & turunan…
    9. Setiap ambil belokan, jangan sampai Anda memotong jalur lawan. Nanti pasti disalahin. Beloklah sesuai jalur belok Anda.JANGAN LUPA SELALU NYALAIN SEIN SEBELUMNYA!
    10. Di sana ceritanya ada perlintasan KA (tapi boong2an). Jgn lupa untuk berhenti. Hati2, tandanya bukan berupa rambu tanda XX di sebelah kiri ya, tapi ada tanda cat tanda XX di jalan, trus ada cat2 kayak gambar rel di depannya. Saya aja miss nih di sini…..
    11. Trus ada juga lampu merah beneran. Hati2, jgn sampe gak lihat. Kalo letemu pas merah, ya stop dulu….
    12. Trus, ada tes tanjakan. Anda mesti stop di tanda STOP. hand brake, pindahin ke gigi satu. Jalan lagi. Ingat! Jangan sampai mundur!. Biarpun sedikit aja mundurnya, pasti disalahin…. Dan juga jangan jangan sampe mati mesinnya, lebih parah lagi kesalahannya….trus pas turunan ada lagi tanda cat STOP di jalan. Stop dulu bentar baru jalan lagi.
    13. Test parkir mundur. Nah yang ini harus berada di dalam dua garis seperti umumnya tempat parkir. Sebaiknya langsung pas. LURUS. miring dikit aja biasanya disalahin. Juga jangan kebanyakan maju mundur lagi. Tips: gak usah buru2, pelan2 aja liat spion kiri/kanan. Yg penting lurus.
    14. Test parkir paralel. Ini rada susah. masalahnya panjang tempat parkirnya pendek sekaleee…. saya sempet protes juga “kok pendek banget ya pak”. “emang segini kok”. Nah Anda cuma dikasih kesempatan DUA KALI maju/mundur. tips: buat yg biasa nyetir pasti tahu kalo parkir paralel tuh jangan hidung mobil maju duluan, bakalan susah. Tapi anda lewatin dulu duh tempat parkir sambil ancang2 mundur. lalu mundur ambil maksimum jangkauan. lihat spion kiri kanan. mundur sampe pol. Hati2, mentok di belakang. Lalu maju dikit2 sambil nglurusin. Sebaiknya bener2 lurus dan di dalam garis, kalo gak disalahin tuh…..
    15. Ada juga marka zebra cross. Sebaiknya pelan2 lewatinnya, kalo kebeneran ada orang nyebrang. Stop dulu.
    16. Di daerah lain, setau saya ada tes maju zig-zag nglewatin patok dan juga mundur zig-zag ngelewatin patok. Patoknya tuh biasanya deket2 bgt loh ya jaraknya. Nah disini keahlian ngeliat spion mesti lihayy. Kalau maju sih mungkin Anda bisa. Tapi pas mundur… hhmmm mesti ada tips : mundur pelan2, begitu anda liat patok kanan usahakan sedekat mungkin dgn body belakang kanan. lihat spion kanan, begitu udah lewat +- 1/2 body, langsung banting abisin stir ke kanan. trus sambil lihat2 patok kiri, lakukan hal yg sama. Tips : jgn terlalu jauh kelewatan patoknya baru banting stir, pasti tekor…. gak nyampe buat patok selanjutnya.
    Kira2 segitu deh testnya. Kalau ternyata Anda dinyatakan tetap gak lulus meskipun udah coba berkali2. Wah berarti Anda emang sedang dalam permainan oknum2 petugas. Kalau Anda berani ngotot untuk minta ketemu PAUR UJI Praktek, biasanya oknum petugas tuh agak2 takut.
    Tapi kalo Anda tidak punya waktu luang, setelah Anda dinyatakan tidak lulus, yah terpaksa cari jalan belakang deh. Kisarannya 100 s/d 150rb. Kertas tidak lulus Anda, pasti diganti jadi Lulus. Ajaib. puffff….Indonesia.
    Selamat mencoba.

  16. alahh… percumaa lo punya soal dan jawaban lo betull apa ga???masa gw betul cuman 12 jawaban….emang gw bego bangttttt apaaaaaa????cuman betul 12..temen test gw yang jawaban ya A dari 1 – 30 masuk dia lulus…tapi dia pake calo….
    nah gini neh .. gw ajarin…. caranya … ga usah pake calo… biaya cuman 400 an bersih…
    (lokasi daan MOgot)

    1.pertama lo dateng .. cuekin aja calo2 yang nawarin lo…pertama kan test mata tuh.. mata lo harus bener2 bagus..dan jelas..ya kalo ga jelas pake kacamata,,,itu bayar 10 rb.. untuk daftar .. tidak perlu uang sogokan.. tapi kalo mata lo udah jelek.. mending langsung pake calo..karena di mata ga bakal isa di sogok..
    (rp 10000) lulus

    2.bayar asuransi (15000) + formulir (75000)
    3.bayar test teori 10000
    4.test teori……..test teoric pertama kali..
    lo lulus… lo hebat… tapiii:
    1.elo anaknya jendral besar yang di akuin di
    indonesia ( seperti anaknya suharto,dai
    bachtiar,dll)
    2.elo pacaran sama yang koreksi ujian…alah
    ga jelas.. yang pasti lo ga mungkin
    lulus…!!
    3.gambling perbandinganya (0,1 : 1000000000)
    jadi caranya.. lo ikut aja test petama kali… misalnya di tawarin..mas mau di bantu.. ga usah… di bantu.. karena paling dia minta 300000 biarin aja…nah setelah itu kan di umumi tuh test ya…palingan ga lulus..nah setelah di depan lo tau hasilnya ga lulus… lo langsung ngomong.. mas bisa bantu saya… baru deh dia tetapin harganya 280000 lo tawar aja 260000.. kalo dia mau ya sukur.. tapi kan lumayan dari 300rb – 280rb.. = 20 rb <–disimpen buat loket selanjutnya….
    bayar loket
    -mobil : 10000
    -motor : 5000
    dan di lapanganya lo siapin 10000…
    pasti polisi nawarin.. MAS ga usah test ya… bayr uang rokok aja mas…siapin uang pas…10000 kalo 20000 bisa di ambil semua….

    trus lo ke loket pengambilan test praktek..
    setelah itu foto…dan nunggu di loket 30

    UDAH DEH TRUS FOTO ..JADI DECH .. GA USAH KELUAR UANG LAGI!!!!!

  17. katanya bikin sim sendiri suka di manfaatin oleh pak pol yang ngurus sim alias di perlama. katanya test prakteknya sulit…shg banyak yang bikin sim sistem tembak..test sbg formalitas aja.

  18. ang mau dibantu buat sim khususnya yg di jakarta, bisa hubungin ane di 08999023748…

    SIM A 400rb
    SIM C 400rb

    tinggal siapin 5 fotokopi ktp,ketemuan,ke polres,tinggal nunggu di foto…Jadi dah!

    catet nech

    08999023748 OKE!

Comments are closed.