blog
Didats Dan Kupluk
August 15th, 2005
Ternyata ada untungnya juga rambut saya ini terlihat kriwil dan tak teratur. Bukan dari rambut yang mau panjang ini, tapi karena rambut yang susah diatur itulah saya menggunakan kupluk (sebagian orang bilang cupluk). Ayah saya, sama sekali tak setuju dengan penggunaan kupluk untuk pertama kalinya (walaupun sekarang masih sering protes). Tapi toh teman-teman saya di dunia maya mengenal saya dengan kupluk.
Bukan sekedar omong kosong belaka, karena ini semua sudah sering terjadi, bagaimana orang-orang yang hanya saya tahu dari dunia maya bisa mengenali saya dengan kupluk. Seperti Golda -kopdar pertama kalinya dengan sesama blogger-, Azil, Fahmi, Faisal -pada kopdar kampung gajah pertama kali-, mas Jay -hari sabtu kemarin di depan Atmajaya-, Gita -kopdar di Plaza Semanggi Sabtu kemarin-, Om Kere Kemplu -saat jam makan siang dulu-, Goiq -yang sempat ta’waf di Blok M-. Dan tentunya banyak juga yang lain yang lebih mengenali saya karena menggunakan kupluk.
Jadi, rasanya agak sayang melepaskan kupluk ini saat rambut sudah gondrong nanti. Karena tanpa diminta, kupluk ini sudah jadi identitas. Pun saat mengajar nanti, saya diperbolehkan menggunakan kupluk, syukurlah.
Sampai saat ini, saya punya 5 buah kupluk. Yang pertama berwarna biru, dan sekarang sudah pindah tangan ke adik. Yang kedua, warna hitam dan masih saya pakai sampai saat ini. Yang ketiga, berwarna biru terang, tapi sayang ukurannya terlalu kecil dan akhirnya pindah tangan ke adik. Yang keempat, masih saya pakai juga untuk bergantian dikala salah satunya hendak dicuci. Yang terakhir, diberikan teman kerja yang baru saja pulang dari Australia saat itu. Tapi sayang, ukurannya terlalu besar dan lebih cocok untuk pendaki gunung.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















Yaaaaaa yaaa yaa ya ;)