blog
Didats di Bali
December 3rd, 2005
Pekerjaanku
Banyak yang bertanya tentang pekerjaanku di Bali. Yang pasti bukan menjadi gigolo, dimana memang katanya banyak pendatang yang akhirnya menjadi gigolo. Pekerjaanku masih seputar web, dan desain, atau gabungan keduanya.
Selama bekerja, aku sengaja tidak online Yahoo Messenger. Kenapa? bos ku, terlalu baik. Ia perhatian dengan para pegawainya. Lagipula, ini memang pekerjaan favoritku, belajar sambil bekerja dengan CSS. Aku jadi lebih serius mengerjakan pekerjaanku, bukan melalaikannya.
Secara resmi, aku bekerja mulai pukul 9.30 WITA, dan pulang pada pukul 18.00 WITA. Terlambat tak apa, dan makan siang terlalu lama juga tak apa. Pekerjaanku lebih berorientasi kepada hasil.
Walaupun gajiku disini lebih kecil sedikit dari yang aku dapatkan di kantor lama, tapi suasana kerja dan lingkungan lebih membuatku nyaman.
Tempat kost
Pada tanggal 1 Desember, aku diantar pak Dewa -seorang supir taksi langganan bosku- untuk mencari keperluan kost. Hari itu, biaya taksi ditanggung perusahaan. Dengan uang bekal secukupnya, aku membeli kasur termurah, lemari termurah (dan aku mendapatkan lemari pelastik yang harus dirakit terlebih dahulu), setrika termurah, tisu basah, tisu kering dan keset termurah. Duh, selama di Jakarta, aku cukup loyal untuk beli ini dan beli itu. Karena memang aku sama sekali tidak memikirkan peralatan rumah dan makan. Sekarang? aku harus pintar berhemat.
Dalam 1 bulan, aku diwajibkan untuk membayar uang kost sebesar 250 ribu rupiah -Alhamdulillah, uang kost ditanggung perusahaan- ditambah listrik yang tergantung pemakaian. Dengan harga tersebut, aku mendapatkan kamar mandi dan dapur di dalam kamar. Tempat kost ku berada dalam lingkungan desa. Dekat dengan LP (Lembaga Pemasyarakatan), tapi yang jelas bukan di LP. Tepatnya di jalan Merta Sari, Kerobokan.
Teman-teman di Bali
Beruntung aku mempunyai teman sebaik Saylow. Pertanyaan-pertanyaan kecilku tentang Bali semua terjawab, walaupun kadang ia putarbalikkan. Hehehe. *jitak Saylow*
Bahasa sehari-hari
Tinggal di tempat baru, menjadikan aku terpacu untuk belajar hal yang baru, seperti bahasa. Di kantor, aku mulai terbiasa menggunakan bahasa Inggris. Lalu, setelah itu, aku mulai terbiasa mendengarkan bahasa Bali. Ah, semoga saja dalam beberapa bulan ke depan, aku bisa mengerti bahasa Bali, dan makin lancar berbahasa Inggris.
besik, duo, telu, papat, limo, nenem, pitu, kutus, sie, dase
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















Wah, jangan sampe deh dats jadi gigolo di bali.. hehe..