July 28th, 2007
Sekali lagi mohon maaf karena Projek30 pertanggal 27 Juli 2007 terlambat datang. Untuk yang belum sempat menengoknya, sila ditengok.

Hari kedelapan: Dishdasha, baju arab yang punya nilai lebih
Dishdasha adalah pakainnya orang arab. Dibilang pakaian adat mungkin iya. Pakaian dari tiap negara arab punya perbedaan masing-masing. Yang aku lihat orang Kuwaitlah yang cukup memperhatikan cara mereke berpakaian Dishdasha.
Oh iya, foto di atas aku ambil secara diam-diam. Jadi hanya tampak belakang saja. Sedangkan foto disamping, adalah sebuah iklan dari Gulf Bank. Kalau diperhatikan secara seksama, bagian kepala terdapat kain dan ikatan berwarna hitam. Nah, dibagian depan persis di tengah-tengah (di atas hidung) biasanya ada kain yang menyembul keluar. Nah, bagian inilah yang sering jadi pusat perhatian orang-orang Kuwait. Kain yang menyembul keluar harus benar-benar sempurna keluarnya.
Nilai lebih dishdasha adalah gengsi. Orang-orang yang berdishdasha biasanya lebih diakui di lingkungan sekitar. Diakui dalam arti, dia Kuwaiti. Walaupun dari tampang sudah kelihatan orang Kuwaiti atau tidak. Juga biasanya dalam acara resmi, Dishdasha harus melekat. Jika tidak, maka nilai kehormatannya sedikit berkurang.
Oh iya, dari mana aku tau ia Kuwaiti atau bukan ketika tidak memakai Dishdasha? Perhatikan saja, Kuwaiti biasanya memasang tampang “gue kuwaiti, gue harus elu hormatin, dan derajat gue lebih tinggi dari elu“.
Daftar Projek30 sebelum tulisan ini dipublish:
1. Hari pertama: Pohon Kurma
2. Hari kedua: The dangerous streets are in Kuwait
3. Hari ketiga: Makan siang roti shalaweet
4. Hari keempat: Pasar Mubarokiyah, Blok M versi Kuwait
5. Hari kelima: Mesin penghasil pulsa telepon
6. Hari keenam: Beli parfum merek terkenal
7. Hari ketujuh: Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara
9 Responses
ooo.. gitu..
ternyata egonya orang kuwait tinggi juga ya :)
hmmm… mereka memakai itu lantaran gengsi atau pengen dipuji?
wah ternyata orang kuwait bisa sombong juga ya
konon Uni Emirat Arab juga gitu ya Mas? … katanya ada nilai gengsi dalam berpakaian.
Btw, pernah gak, mas didats makai Dishdasha ?
#4 kalo emirat, aku ndak tau. gag berani komentar apa-apa kalo gag tau.
aku? pake dishdasha? hihihihi… pengen coba sih. tapi nanti aja. beli aja beloman… lagian musim panas neh. males banget pake baju aneh gitu.. :P
entar kalo dah pakai baju gitu..jangan lupa di uplod yakk potonya…wakakkaka..
ha … ha…
kayak shaolin aja, cuma bedanya kalo ini botaknya dipakein topi.
wahh kalo lihat yang difoto memang ada nilai lebihnya….pemakainya…hahaha
sebenarnya sih pakaian mereka itu kan disesuaikan dengan kondisi alam nya, warna putih sangat cocok buat negara Arab yang sangat panas juga buat pelindung/masker kalau ada badai gurun.