blog
Es Tebu
July 24th, 2004
Sabtu pagi, Saya coba menyegarkan pikiran dengan jalan-jalan
ke pasar Sumur Batu bersama mama. “Mau makan bakso”, katanya.
“Sudah lama gak nyobain yang disana”, tambahnya.
Akhirnya dia beranjak dari jupriZ, dan langsung berjalan ke
dalam pasar.
Karena merasa bosan, saya teringat akan “Es Tebu” yang pernah
diceritakan oleh seorang teman, katanya enak. Mataku
mencari-cari, dan terlihat di ujung sana kedai yang menjualnya.
Langsung menuju kesana, dan minta abangnya untuk menuangkan
di sebuah plastik.
“Berapa Bang ?” Tanyaku.
“Seribu mas….”, jawabnya.
gubrak! “Kok murah yah”, pikirku.
Saya keluarkan uang 10 ribuan dari saku celana.
“Mas, ga ada uang kecil nih?” tanya abang itu.
“Baru keluar nih…”, tambah abang itu.
Yang ada, saya hanya menggelengkan kepala.
“Beneran dah mas, itu uang yg saya bawa, ga ada lagih”, Ujarku, tentunya dengan logat seorang didats.
“Ya wis.. saya tukerin dulu ya”, ujarnya, dengan logat seperti teman saya.
Akhirnya orang itu kembali dengan membawa uang seribu-an yang saya sendiri
tidak tahu berapa jumlahnya.
“Makasih ya mas..”, kataku.
Orang itu hanya melempar senyum, yang akhirnya saya melaju kembali
ke tempat mama dan aku berpisah.
Enak juga ternyata. Rasanya memang seperti tebu, tidak terlalu manis, dan murah.
Pikirku akan lebih seru jika hal ini aku ceritakan kepada teman yang memang
kepingin banget. Sesampainya dirumah, benar saja, dengan gayaku sendiri,
mencoba menyegarkan ingatan dia, Es tebu itu enak. Dia hanya tertawa dan sedikit
kesal.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















saya jg penikmat es tebu, asal jgn kemanisan hehe enak sambil makan gorengan :D