blog
Fenomena Friendster
May 5th, 2006
Aku sudah lama ingin menulis tentang hal ini. Friendster, seperti kita tahu adalah sebuah situs jaringan pertemanan. User yang terdaftar dari Indonesia tidak sedikit, buktinya, beberapa iklan berbahasa Indonesia terpampang jelas di sana.
Beberapa hal yang menjadi pembahasanku kali ini adalah sebagai berikut:
Add as a friend
Aku cukup bingung dengan beberapa temanku yang mempunyai banyak sekali account friendster. Jika namanya Triadi, maka ada account bernama Triadi I, Triadi II, atau bahkan Triadi Full. Bukan tidak mungkin jika beberapa orang mempunyai 3 sampai 5 account. Wow! Tidak lupa memberi sedikit variasi TuLIs4n sEPeRTi iNi.
Bagiku sendiri, Friendster yang aku punya jarang dibuka. Beberapa hari sekali saja. Itu juga kalau ingat. Dan mendapati “Friend Request” yang cukup banyak. Parahnya, aku tak tahu mereka. Maka dari itu, aku tidak mudah untuk klik tombol yes. Aku ingin, daftar teman-temanku di friendster adalah orang-orang yang memang aku kenal, pernah bertemu, atau paling tidak, aku tahu URL-nya. Atau, akan terlihat lebih sopan jika kita terlebih dahulu menyapa lewat fasilitas pesan. Bukan secara tiba-tiba “Add as a friend“.

Tapi tidak semua orang mempunyai filter sepertiku. Beberapa temanku, jika aku tanya siapa saja yang ada di friend list-nya, mereka hanya bilang tidak tahu. Dan aku cuma bisa geleng-geleng kepala.
Sekedar info, ya, aku tahu ini adalah basbang sejati, batas maksimum teman yang ada adalah 1000 untuk satu account. Padahal, dulu masih sekitar 200an.
Galeri foto
Lihat saja foto-foto yang ada. Friendster sudah berubah menjadi galeri foto. Untuk satu account, kita bisa menaruh 50 foto. Dulu, yang aku ingat hanya dibatasi kurang dari 10. Aku, hanya menaruh beberapa foto. Itupun juga hasil “suruhan” karena ada beberapa orang yang tidak nyaman melihat foto-fotoku yang masih terlihat “anak-anak”. Hahahaha… ayo, kamu pasti merasa diomongin!
Tapi ya tidak apa-apa sih, aku juga suka mengintip sedikit. Dan yang menakjubkan, rata-rata semua foto bergaya sama. Hahahaha
CSS di Friendster
Kini, friendster juga menjadi ajang pamer CSS. Bagus juga, idenya sangat kreatif. Dengan begini, jadi banyak anak-anak muda (baca: ABG) yang mulai mempelajari CSS. Walaupun, agak risih ketika melihat mereka menaruh gambar sebesar gabon sebagai background, dan menggunakan warna-warna yang membuat mata sakit.
Banyak juga yang menanyakanku tentang CSS di friendster. Sayang, aku tak pernah aktif untuk merubah CSS di friendster. Jadi, aku sama sekali tak tahu tentang hal ini. Maaf… :D
Begitulah, silahkan menjadi temanku di sana, dengan senang hati aku akan menyambut.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















Jadi keinget jaman dulu ketika Friendster menggoyangngeboralainul jagad per-script-an dengan beralih dari JSP ke PHP.
Trus, ada kloningannya juga, buatan anak negeri, temanster.com. (what a name)