blog
Hal-hal ganjil setelah nonton Superman Returns
July 3rd, 2006
Beruntunglah buat kalian yang tidak pernah menonton Smallville -serial drama kisah Superman di masa muda- dan ingin menonton Superman Returns yang sudah mulai diputar di Indonesia.
Kenapa?
Aku pecinta film Smallville, kisahnya yang menarik, dan tentu saja, pesona Kristin Kreuk. Dari sejak session pertama, sampai session keempat sudah aku tonton semua (untuk session kelima belum keluar DVD-nya di Indonesia).
Kemarin malam (ya, aku dapat tiket versi malam, paling pinggir sendiri, udah gitu di samping orang pacaran pula!), sambil menonton film, pikiranku juga ikut bermain dan membanding-bandingkan dengan kisah-kisah Smallville yang aku tahu. Siyal! aku jadi kurang menikmati menonton filmnya.
Berikut, menurutku hal-hal yang aneh pada film tersebut.
1. Superman datang ke bumi dengan pesawat luar angkasa!
Padahal, setelah sesi kedatangan Superman, digambarkan Superman bisa terbang ke luar angkasa. *tendang Benny yang udah kasih bocoran sebelum nonton*
2. Peran Martha Kent yang ngga ibu banget
Di Smallville, Martha Kent sangat menyayangi Clark seperti anaknya sendiri. Tapi di film ini kok gak keliatan ya?
3. Superman keluyuran terus
Superman gak pernah pulang ke rumah dan ngobrol-ngobrol sama Martha Kent.
3. Superman sepatunya segede gajah
Eh, ini aneh gak sih?
4. Anaknya Superman
Jason, adalah titisan Superman yang digambarkan pada film ini. Ia anak yang tidak pintar berolahraga dan penyakitan. Dan anehnya, ia tidak terlalu berpengaruh dengan batu kripton. Jadi, bisa dibilang pencampuran Superman dengan manusia menghasilkan anak yang kebal dengan batu kripton. Hahaha… kok persis ceritanya Songoku ya!
5. Rambut kriwil
Terlalu dipaksakan. Seharusnya tidak harus selalu berbentuk S juga tidak apa-apa. Bahkan di sebuah sesi, terlihat rambutnya benar-benar dibuat huruf S, dan terlihat sangat tidak alami.
6. Nonton malem
Ini terlalu berlebihan. Tapi sebuah keanehan karena aku masih saja membeli tiketnya walaupun itu jam 11 malam, dan duduk paling pinggir sendirian. Secara dari dulu aku gak pernah terlalu berniat yang namanya nonton bioskop. Perlu diingat, di Denpasar hanya ada 2 tempat menonton bioskop, tidak seperti di Jakarta yang tersebar di mana-mana.
Tapi diluar keanehan-keanehan di atas, film ini cukup bagus. Efek-efeknya terlihat real. Walau kadang berlebihan.
Hah? belum nonton? kasiyan…. hihihi…
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















aku juga barusan bahas masalah ini di blogku (here)…