November 22nd, 2004
Jakarta pagi ini, terlihat jelas jalan-jalan mulai dipenuhi
kendaraan yang mulai melakukan aktifitasnya. Motor-motor yang
saling menyalip, asap-asap knalpot yang mulai berhembus kembali,
dan semuanya kembali seperti semula. Ya, semuanya kembali lagi,
setelah seminggu sunyi, sepi dan senyap, seperti bukan jakarta.
Kantor pagi ini, berdatanganlah teman-teman kantor sehabis
berlebaran ditanah mereka masing-masing. Ada yang membawa oleh-oleh,
ada juga yang tidak. Dan terlihat wajah-wajah berseri mereka setelah
menikmati liburan. Kadang iri melihat mereka yang bisa menikmati
liburan, tapi siapa tahu, dibalik ini semua akan terlihat manis
pada akhirnya. Anda tahu apa? ya… harusnya sih gaji saya bulan ini
akan bertambah, karena tak ada libur lebaran untuk tahun ini.
Didats hari ini, kena migran kayaknya. Kepala sebelah kanan terasa
sakit, dan badan seperti mau lepas, karna tadi malam tidur larut.
Dikarenakan adik yang bawa motor vespa, mogok didaerah Cakung. Dan sayapun
ikut repot dibuatnya, karena harus menjemputnya jam 22.30. Tidurpun
baru bisa dimulai pukul 01.00 dini hari. Sungguh, hari yang cukup
berat.
Kamera hari ini, jadilah dipinjam oleh bapak Nizar. Padahal, hasilnya bisa
dibilang sekarat. Karena niatnya akan dibawa ke Service Center, tapi
hal itu saya undur, karena ada teman yang benar-benar membutuhkannya.
Termasuk nekat, karena kamera yang dipinjam sama sekali tidak bisa
dipakai, kalaupun bisa, itu hanya sesaat, tergantung mood si kamera.
Hal itu juga membuat saya kesal, saking kesalnya, saya punya niat untuk
mempoligamikan kamera digital.