September 27th, 2004

Apapun yang kita lakukan, yang kita pikirkan,
selalu saja terpusat dari hati. Dari hati, yang berupa niat,
kemudian disalurkan ke otak, dan otak akan menterjemahkan
juga menginstruksikan alat tubuh untuk melakukannya. Kira kira
alurnya seperti itu. *sumpah, saya bukan dokter atau psikiater*.



Hati kecil, bukan dilihat dari ukuran. Hati kecil
berbicara apa adanya, sesuai dengan pribadi kita, tidak mengada-ada,
dan yang pasti, hati kecil selalu mengatakan yang baik. Disebut kecil,
karena keberadaannya sering terpinggirkan, kita lebih sering memakai
pikiran, nafsu dan emosi untuk berbuat sesuatu dan memutuskan sesuatu.



Apa akibatnya, jika kita melawan hati kecil ini? salah satunya adalah
keresahan. Dan tidak menutup kemungkinan, rasa sesal akan datang saatnya.
Hidup dalam kepura-puraan dengan melawan hati kecil, sangatlah tidak mengenakkan.



Hati kecilku, sungguh aku tak ingin melawanmu, tapi aku harus…

semoga ada jalan yg terbentang

Related posts:

No related posts.



Kategori:blog



4 Responses

  1. arjuna says:

    hati kecil bukan buat ditentang. Dia adalah satu-satunya penunjuk disaat kita tak tahu lagi mana yang benar. Allah lah yang mengisiki hati kecil kita

  2. puring ren says:

    btul tuh kata juna.. knp si harus ditentang? kadang kala kita perlu mendengar suara hati kita sendiri lagih… :)

  3. vhia says:

    mnurut g hati nurani adalah yang rbaek

  4. neear says:

    Betul banget..yg namanya hati kecil tuh sll benar..jd jgn pernah ragu dgn apa yg dikatakannya…