February 16th, 2005

Seorang laki-laki itu menangisi kepunyaannya yang kini hilang. Entah, bagaimana awal kejadiannya, sehingga ia bisa kehilangan barangnya. Jadi, ia hanya bisa meratapi, bahkan menangisi yang telah terjadi.

Ditempat lain, orang yang sehari-hari bergelut dengan komputer memukul-mukulkan kepalanya dengan kepalan tangannya, sambil terus berusaha mengembalikan data-data yang hilang, entah kemana.

Yah, kehilangan bisa sangat memukul kita, apalagi, kehilangan sesuatu yang paling disukai. Rasanya, kehadiran dan rasa syukur kita akan sangat berarti, disaat kita kehilangan.

Bersyukur dengan keadaan kita sekarang, dan lebih melihat keadaan yang lebih buruk dari kita, adalah tips yang paling bagus untuk tetap mensyukuri nikmat-Nya.

Pagi ini, kepala perusahaan disini, kehilangan email dari seorang client besar, dan kini, kami semua yang menanggungnya. Jika dalam hari ini tidak ditemukan, maka karyawannya tidak diperbolehkan pulang sampai dengan Selasa depan. Begitu katanya. Diktator sekali, memangnya, dia hidup di negara siapa?

Related posts:

No related posts.



Kategori:blog



8 Responses

  1. egghead says:

    makanya, kalo dapet email penting tuh langsung di print, scan trus di OCR

  2. nurv3 says:

    ayo…demo sang diktator…!

  3. lantip says:

    uhm.. mbok bilang kalau butuh nomer saya.. ck ck ck.. ndak mau jujur deh

  4. Syahrani says:

    ekspat sialan.. jadi pengen tau perusahaan apa sih.. huhuhuhu kasian aku ma karyawan2 yg dah kerja keras :(

  5. Imponk says:

    loh kok, yang kehilangan dia yang dimarahi kok karyawan? piye to?

  6. danny says:

    waduh nyeh klo di webmailo taruh pesen donk segala macam kehilangan diluar tanggung jawab kami (staff IT) :P

  7. iwan says:

    dari dulu kantor ini cari masalah ma kita2 orang deh jadi ga kaget lagi, moga2 kontrak 3 bln ke depan sudah tutup, habis percuma di lanjutkan lagi yg ada nyiksa badan ok?