March 10th, 2005
Sengketa Ambalat ternyata sampai didunia maya. Para hacker Indonesia sudah banyak menyerang situs-situs pemerintah Malaysia. Blogger Malaysia pun tak kalah gencar mengemukakan pendapatnya, yang lebih banyak mempermasalahkan sikap rakyat Indonesia yang mereka bilang “tak tahu diri”. Sudah cari makan dinegara mereka, harusnya berterima kasih kepada Malaysia. Begitu kata mereka. Mereka tidak banyak menilai dan berargumen tentang siapa yang berhak atas Ambalat.
Sipadan dan Ligitan sudah diambil mereka, dan itu harus jadi pelajaran buat bangsa Indonesia, jangan sampai untuk kedua kalinya hak kita diambil Malaysia. Ada sebagian blogger Indonesia yang tidak menyukai sikap para pendemo yang terkesan “kampungan”, dan sejujurnya, aksi Ganyang Malaysia tidak terlalu saya sukai, apalagi sampai membakar bendera kebangsaan. Emosi yang ditunjukkan oleh sebagian rakyat Indonesia hanyalah buah dari rasa nasionalisme. Memang, caranya salah, tapi begitulah rakyat Indonesia, mudah sekali terbakar emosi.
Saya, sebagai orang Indonesia, sangat tidak menyukai sikap Malaysia yang “besar kepala” setelah Sipadan dan Ligitan berada ditangannya. Ditambah pengusiran para TKI, yang membuat mereka bertambah besar kepala.
Saya, juga sebagai bagian dari bangsa Indonesia, juga tidak menyukai sikap para pendemo yang sudah diatas ambang wajar, atau bisa dibilang keterlaluan. Sebagai contoh, Posko Ganyang Malaysia di Bandung dan Semarang, tapi untunglah sampai saat ini belum ada yang mendaftarkan diri. Selain itu, aksi membakar bendera Malaysia, juga sangat-sangat saya tidak sukai, karena itu sungguh tak pantas dilakukan.
Saya dipihak normal, Tidak menyukai SIKAP Malaysia yang ngelunjak itu, dan juga tidak menyukai para pendemo yang berlaku tak wajar.
Jika memang, Ambalat akhirnya diputuskan kepunyaan Indonesia, itu memang sudah seharusnya. Tapi, jika diputuskan itu kepunyaan Malaysia, apakah bangsa Indonesia tinggal diam? saya kira tidak. Perang? semoga jangan. Hi Malaysia! tak perlu malu mengakui Ambalat kepunyaan Indonesia. Jangan segan untuk meminta maaf kepada kami atas sikapmu itu.
Hi! pejabat Indonesia! Ingat, keuntungan dari Ambalat bisa menambal utang kita. Argh…. beginilah nasib negara terkorup, apa-apa yang dilakukan pemerintah yang menyoal masalah duit, rakyatnya dibuat tak percaya, dan malah berfikir negatif terlebih dahulu…
56 Responses
bangsa malaysia dan indonesia harus dipisahkan dan bukan serumpun lagi. bangsa malaysia adalah bangsa yang maju, bertamadun, kaya dan prihatin.. berbanding ngan bangsa indonesia, bangsa yang hina, malang dan bangsat… dah diberi kerja kat malaysia langsung tak berterima kasih..
dah la negaranya slalu ada bencana.. berlagak nak ganyang malaysia. boleh dikatakan bangsa indon nie bangsa babi hutan..
dah2 la tu.tolong la berhenti ungkit-mengungkit, hina-menghina ni.ah jai ni pun satu..kenapa cakap cam tu?awak ni lagi menyemarakkan api yang sedia menyala.maaf la kalau terasa..
hidup malaysia!!! gempur wira!!
Jikalau Ambalat di putuskan kepunyaan Indonesia , iyaa ambil aja dong. Kenapa tak sama2 bangunkan pulau tersebut sebagai lambang keharmonian kedua negara berjiran. Malaysia punya uang lebih sedikit dari Indonesia untuk pelaburan dan Indonesia boleh membekalkan sumber manusia. Untung nya di bagi sama2. Mungkin Indonesia ambil 60% Malaysia 40%. Pulau Ambalat tetap jadi hak Indonesia. Uang Malaysia tersebut boleh di guna untuk menggaji pekerja2 Indonesia dan sekitar Pulau tersebut boleh di bangun untuk pelancungan dan sama2 kita menikmati untungnya. Tak gitu bapak2 ibu2. Jangan marah mudah mahu ganyang Malaysia. Orang Malaysia atau media Malysia tidak pernah mempermain sentimen membenci orang Indonesia sekiranya terjadi kejadian bunuh, rompak,curi pecah rumah dan bermacam2 lagi yang di lakukan terhadap orang Malaysia. Kita faham yang membuatnya hanyalah sekelompok penyangak Indonesia dan bukan orang2 Indonesia keseluruhannya. Kami tidak pernah sombong dengan orang2 Indonesia hanya Media2 di Indonesia yang menyatakan sedemekian sehingga rakyatnya terpegaruh dengan dakyah media2 anda.kalau Malaysia sombong sudah lama pendatang2 tanpa izin yang berjumlah hampir satu juta ini di campak kedalam kapal2 dan di hantar pulang . tapi kami tak mau berbuat demikian demi menjaga hati dan perasaan warga Indonesia. Kami hantar satu kapal pulang yang datang 20 kapal.jadi orang2 Indo jangan cepat naik minyak , sabar dan jangan ingat kami sombong, jangan bakar bendera kami kerana kami tidak pernah dan tidak tergamak membakar bendera kamu. 2 juta rakyat kamu mencari rezki secara halal dan tak halal di negara kami jadi berhati perut la sedikit.
Malaysia gak punya malu, sialan, ora duwe udel, bangsat. Gimana kalo kita perang saja?
Assalamu’alaikum.,
saling kabar kabari link dari kawan boleh kan….. tapi aku masih blajaran gawe’ blognya