blog

Indonesia ke final

January 4th, 2005

Dari Detik.com

detikcom - Jakarta, Di tengah duka bangsa atas tragedi di Aceh dan Sumatra Utara, tim nasional “Merah-Putih” memberi sedikit hiburan dengan menghantam Malaysia 4-1 guna merebut tiket final Piala Tiger.

Kemenangan telak ini sungguh terasa dramatis karena tidak saja terjadi dalam suasana berkabung, tapi juga karena Indonesia kebobolan terlebih dahulu dari Malaysia yang bermain di depan puluhan ribu pendukungnya yang memadati Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Senin (3/1/2005).

Di babak final Ponaryo Astaman dkk akan berjumpa Singapura dalam dua kali pertandingan, yakni 8 Januari di Jakarta dan 16 Januari di Singapura. Indonesia unggul 5-3 secara agregat atas Malaysia setelah di leg pertama menyerah 1-2 di Gelora Bung Karno, Senayan.

Bintang kemenangan Indonesia hari ini tak pelak adalah Kurniawan Dwi Yulianto. Masuk di babak kedua menggantikan Ismed Sofyan, ia merintis gol demi gol yang memang diperlukan untuk mengalahkan Malaysia.

Padahal, di babak awal permainan tim Indonesia begitu mengkuatirkan. Baru 55 detik peluit kick off dibunyikan wasit Kunsuta Chaiwat gawang Indonesia sudah terancam. Tak seorang pun mengawal Khalid Jamlus dengan baik sehingga striker bernomor punggung 25 itu dengan leluasa menyambut free kick rekannya. Namun bola melambung arahnya.

Buruknya pertahanan Indonesia dalam menghadapi bola-bola mati dari tim lawan kembali terlihat di menit 14. Lagi-lagi Khalid berdiri cukup bebas untuk menyundul sebuah umpan lambung, tapi bola melesat tipis di atas mistar Hendro Kartiko.

Baru selepas menit 20 serangan Indonesia mulai sampai ke jantung pertahanan Malaysia. Taktik umapn-umpan jauh yang tidak efektif diganti dengan usaha memainkan bola-bola pendek. Adapun Malaysia tetap bermain dengan aman.

Di menit ke-27 ‘penyakit’ Indonesia keluar lagi: asyik menyerang, lengah saat diserang balik. Hanya oleh seorang Khalid, Firmansyah terjerembab, Charis Yulianto pun tak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya dan jatuh di kotak penalti. Khalid pun tak kesulitan menaklukkan Hendro. Gol, tuan rumah memimpin, tim tamu harus mencari minimal dua gol untuk untuk menjaga peluang ke babak final.

Di menit ke-30 terjadi insiden memalukan yang diperlihatkan Salossa Bersaudara. Ortisan marah besar setelah wasit mengartu kuning Mauly Lessy yang dengan jelas menekel Liew Kit Kong. Bek kiri PSM Makassar itu tampak ingin menyerang wasit tapi berhasil dicegah Ponaryo.

Boas datang untuk mendukung kakaknya. Ia juga terlihat hendak menyerang wasit asal Thailand itu. Beruntung ia hanya diberi kartu kuning, sedangkan kartu merah sebenarnya cukup pantas dilayangkan kepada pemain muda asal Irian Jaya itu.

Dari free kick insiden tersebut nyaris lahir gol kedua Malaysia. Tendangan Rosdi Talib ditanduk Liew it Kong dengan mantap. Namun Hendro melakukan penyelamatan spektakuler dengan menepis bola keluar. Sampai turun minum skor tetap 1-0 untuk tuan rumah.

Di babak kedua Malaysia mengubah permainan dengan berinisiatif menyerang. Hal ini membuat Indonesia terhambat buat menekan lawan.

Namun permainan berjalan keras. Banyak tekel-tekel berbahaya terjadi, terutama dari kubu Indonesia. Wasit memimpin pertandingan dengan buruk karena keputusan-keputusannya kerap kontroversial.

Di sektor penonton sempat terjadi kericuhan. Kelompok suporter Indonesia yang jumlahnya cukup banyak terlihat diserang pendukung tuan rumah. Baku hantam dihentikan setelah aparat keamanan memisah areal penonton.

Di menit 58 terjadi kesalahan fatal yang dilakukan bek Malaysia Khaironisam. Bola lepas dari kontrolnya dan direbut Kurniawan. Setelah menggiring sedikit, striker Persebaya itu melepaskan tembakan keras yang tak mampu dibendung kiper Syamsuri. Itulah gol kelima Kurniawan dalam turnamen ini.

Gol penyama tersebut membuat permainan Indonesia kian tajam. Kini giliran Malaysia dalam tekanan besar. Meski demikian barisan belakang Indonesia tetap menyisakan kecemasan karena terlihat mudah ditembus oleh setiap serangan balik.

Di menit 70 Boas menusuk sektor kanan pertahanan Malaysia. Umpan silang datarnya disontek Kurniawan dan bola masuk. Tapi gol tersebut dianulir karena Kurniawan memang offside.

Empat menit kemudian jala Malaysia kembali bergetar. Dari sepak pojok Boas, Charis Yulianto menyambar bola dengan kepalanya. Gol, Indonesia berbalik unggul 2-1, agregat menjadi 4-4.

Indonesia terus menekan. Di menit 77 dengan jeli Syamsul mengirim umpan lambung kepada Kurniawan. Ia berhasil menarik seorang bek lawan sehingga bola liar bergulir di mulut gawang Malaysia. Ilham dengan cepat menyongsongnya untuk mencocor bola ke jala Syamsuri. Skor 3-1, Indonesia di atas angin.

Tiket ke final akhirnya dipastikan diraih setelah lahir gol keempat yang dicetak Boas di menit 84. Ia mengukirnya setelah menerima umpan manis dari Elie Aiboy.

Di final Indonesia telah ditunggu Singapura, yang berhasil mengalahkan Myanmar dengan agregat 8-5. Indonesia akan menjamu Singapura di Jakarta 8 Januari di final leg pertama. Satu minggu kemudian Indonesia akan bertandang ke National Stadium di final leg kedua.

Share: These icons link to social bookmarking sites where readers can share and discover new web pages.
  • bodytext
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google
  • Ma.gnolia
  • StumbleUpon
  • Technorati

Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog


4 Comments


Gravatar
#1. Hartono » 04.01.2005

Bravo Indonesia……!!! :D

Gravatar
#2. Imponk » 04.01.2005

pelipur lara…

Leave a Reply




Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog