November 27th, 2008

Perjalanan kami dimulai dari stasiun tram di aksaray. Namanya hizli tramvay. Tiketnya murah, cukup 1,4 ytl (12 ribu atau 250an fils). Yang unik, tiketnya hanya berupa koin jigo-an (25 rupiah) yang kecil banget.
Tram adalah kereta di atas jalanan. Relnya rata dengan tanah. Kesan pertama masuk tram mirip dengan busway. Tapi tram jauh lebih tertata rapi. Jalannya tidak khusus seperti busway, karena saya lihat ada juga mobil yg melintas. Dan kalau mau curang tanpa bayar tiketpun bisa. Saya melihat bapak-bapak selonongboy dari pintu keluar. Dan langsung masuk ke tram.
Dari besarnya kemungkinan untuk tidak membayar itu, ternyata tidak sama sekali dimanfaatkan orang-orang sana. Mungkin kalau diprosentase, hanya 1%.
Tujuan saya adalah daerah sultanahmet, yang seharusnya ditempuh dengan nomor tram 38 tujuan kabatas. Tapi karena saya pikir sama saja dengan busway, maka saya asal naik saja. Beruntung ada yang lancar bahasa inggris dan memberitahu kami di stasiun berikutnya.
Sultanahmet sendiri adalah area dimana tempat berkumpulnya banyak tempat-tempat wisata. Ada blue mosque (sultanahmet cami), agla sofia (aya sofia), cistern (yerebatan sarnici), dan topkapi palace (topkapi sarayi).
Blue mosque
Orang turki menyebutnya sultanahmet cami. Cami sendiri artinya mesjid. Dan sultanahmet adalah nama raja yang membangun mesjid ini. Orang-orang bule menyebutnya ottoman, tapi sepengetahuan saya zaman utsmaniyah.
Mesjid ini begitu megah. Sampai sekarang masih berfungsi sebagai mesjid dengan sebagian lagi adalah tempat wisata. Sama seperti mesjid lain, untuk masuk alas kaki harus dilepas. Di pintu masuk diberikan plastik untuk membungkus sepatu dan menentengnya ke dalam.
Masuk ke dalam saya takjub. Karena baru pertama kali saya melihat mesjid seindah itu.
Setelah cukup berfoto-foto, saya pindah ke bangunan lain, aya sofia. Letaknya tidak terlalu jauh, mungkin sekitar 100 meter.
Aya sofia
Dan inilah yang membuat rasa penasaran saya hilang. Karena dulu waktu mengaji, guru saya pernah bilang, saking sekulernya turki, ada mesjid yang dijadikan mesium.
Dari luar aya sofia begitu megah. Tapi sayang, ada tiket masuk sebesar 20 lira (140 rebu atau 3,5 dinar) perorang. Ini bisa dibilang cukup mahal. Tapi kemahalan itu ternyata terbayar setelah melihat ke dalam.
Ceritanya, istanbul pernah dikuasai 2 kerajaan. Byzantium dan utsmaniyah. Di jaman byzantium, mereka membuat sebuah gereja besar. Setelah byzantium terusir dari istanbul oleh utsmaniyah, gereja tersebut diubah menjadi mesjid dengan ditambah beberapa menara di bagian luar.
Untuk ukuran mesjid, aya sofia itu luassss. Beberapa ornamen gereja masih terlihat. Ciri yang seharusnya 2 agama itu bisa akur dalam satu bangunan.
Sayangnya, sampai disini batre kamera habis dan saya juga pegel bukan main. Padahal baru keliling lantai dasar.
Perut lapar membawa kami di sebuah restoran turki. Kami pesan ayam dan sebuah makanan campuran terong, daging, dan telur yang semuanya 32 lira (250 ribu atau 5,1 dinar).
Setelah makan saya berencana untuk ke topkapi palace. Tapi ditengah jalan mendapati area wisata lagi, yerebatan sarayi. Sampai saat ini saya sendiri belum tahu ada cerita apa dibalik ini.
Karena bosan, saya keluar dan berniat meneruskan ke topkapi palace. Sayang, istri mengeluh pegel dan minta balik ke hotel.
Rating dari tempat wisata yg saya kunjungi.
Blue mosque: 8/10
Aya sofia: 10/10
Cistern: 6/10
Untuk melihat perjalanan saya di hari kedua, sudah saya upload semua di facebook. Dan beberapa ada di Mobile Uploads.
6 Responses
dats…ceritain dong kontradiksi turki sebagai negara yang mempunyai dua budaya besar..budaya islam dan barat..menarik kali..
Beautiful shots.. It’s like Europe in Mideast.
Have a nice trip!
wuduh pngen banget tuh gw pulang kampung ke istanbul
boleh juga tuh request’a birojasa
“..budaya islam dan barat.”
Wah makins eru aja nih cerita jalan-jalan-nya… gimana animo masyrakat disana dengan rencana integrasinya dengan EU?, secara Turki adalah buffer zone Eropa terhadap pengaruh islam negara2 di sekitarnya :)
Dolan Dolan terus ;)
liat foto2nya ka’ ngliat bangunan arsitektur eropa…eh turki masuk UE ya;))
hohoho… harga makanannya mahil bener, laen kali bawa mie instan ajah:D