Jakarta Ulang Tahun ke-479

Di ulang tahun yang ke-479 ini, aku sangat berharap Jakarta bisa menjadi kota yang benar-benar nyaman. Secara pribadi inilah beberapa catatanku tentang Jakarta, sebagian sama dengan yang aku tulis di blognya mas Puji.

Bubarkan FBR (Forum Betawi Rempug)

Ada kejadian lucu dan menggemaskan saat aku masih di Jakarta. Cempaka mas, adalah sebuah pertokoan baru di Jakarta saat itu. Banyak lapangan pekerjaan disana. Yang bagus, para petinggi Cempaka mas mencari orang-orang di sekitar Cempaka mas untuk dipekerjakan, entah sebagai tukang parkir atau pekerjaan lain.

Suatu saat, beberapa orang anggota FBR (kurang lebih 50 orang) menutup jalan ke arah Cempaka mas. Ini menyebabkan banyak karyawan Cempaka Mas yang tidak diperbolehkan masuk. Jangankan karyawan, orang-orang yang mau berbelanjapun tidak boleh masuk kawasan itu. Otomatis, roda ekonomi daerah itu terhenti.

Alasan FBR adalah, mereka ingin mendapatkan lahan parkir. Itu saja. Dengan tenang, seorang petinggi dari Cempaka Mas datang dan berdialog. Dia kemudian memperbolehkan FBR mengambil lahan parkir Cempaka Mas, dengan satu syarat saja:

Mereka (FBR) harus memberikan pesangon kepada sekitar 100 orang pekerja Cempaka Mas yang mengurusi lahan parkir. Karena, jika FBR menguasai lahan parkir, tentu saja pekerja yang mengurusi parkir tidak akan lagi mempunyai pekerjaan.

Dan tahu apa yang terjadi? FBR langsung membubarkan diri. =))

Tingkat Keamanan yang harus diperhatikan.

Jakarta adalah kota yang kejam. Copet, jambret, maling dan aksi palak masih menghiasi kota Jakarta. Akibatnya, tingkat kewaspadaan orang-orang Jakarta jadi begitu tinggi. Alhasil, terhadap sesama muncul rasa tidak saling percaya. Kecuali teman sendiri, tentu saja.

Aku paling sering menemui aksi pemalakan. Tas sekolah, jam tangan, bahkan baju yang sedang aku pakai pernah dipalak. Keterlaluan! Tapi jadi lucu ketika ingat saat baju yang aku pakai dipalak… =)). Dasar pemalak gag tau diri…!

Polusi Udara

Polusi udara kebanyakan berasal dari bus yang tak layak. Mungkin bisa dibuat standar bus yang layak untuk beroperasi. Bus yang tak layak, dilarang keras untuk beroperasi.

Macet

Eh, kayaknya untuk gag macet di Jakarta agak susah. Karena Jakarta memang sudah identik dengan kemacetan. Ini foto yang aku dapat di sore hari di Jalan Jend. Suprapto, dekat dengan rumahku di Jakarta. Foto ini aku ambil saat kemarin (bulan Maret) mengunjungi Jakarta.

Eh, itu saja. Gag usah banyak-banyak. Bagaimana menurutmu? apa saja yang harus dilakukan untuk kota Jakarta?

*kangen Jakarta*

53 thoughts on “Jakarta Ulang Tahun ke-479”

Comments are closed.