blog
Jalan Asmara
April 25th, 2005
Bukan, bukan itu nama jalannya. Itu hanyalah istilah, atau mungkin lebih tepatnya julukan untuk jalan lurus itu. Tak ada yang istimewa dari sepanjang jalan tersebut jika pagi, siang dan sore hari anda melihatnya. Karena memang, tak ada yang bisa dibanggakan dilihat dari jalan tersebut.
Malam hari, ya, hanya pada malam hari jalan itu menjadi begitu istimewa. Bukan istimewa untuk saya dan anda, tapi untuk para kawula muda yang menghabiskan malam disepanjang jalan tersebut. Gelap, sepi, dan nyaman berada dibawah pohon rindang nan besar menambah “khusuk” kegiatan malam itu.
Sepanjang jalan itu, disetiap trotoarnya, terdapat banyak motor diparkirkan oleh penggunanya, dan dimanfaatkan untuk bercengkrama dengan pasangannya. Bahkan, ada beberapa warung yang sengaja dibangun untuk menambah “khusuk” setiap malam.
Bentuk warungnya, tak ada yang istimewa. Jauh sekali dari kesan indah, dan sedap dipandang. Yang dijualpun tak jadi soal. Entah itu hanya bakso, bubur ayam, atau sekedar warung minuman. Yang membuat warung itu terlihat istimewa hanya gelap. Ya, terdapat beberapa meja makan, yang kesemuanya diatur, dan memang sengaja digelapkan.
Dimana warung makan memang sengaja didirikan untuk mengenyangkan, atau paling tidak menahan lapar pengunjungnya, tapi saya pikir, warung tersebut hanya menjadikan makan sebagai topeng. Apa yang ada dibalik topeng tersebut? anda lebih mengetahuinya.
Saat saya tanyakan kepada seorang teman tentang jalan asmara tersebut, dia hanya berujar, “Malu tau, kaya gak ada tempat lain aja” ujarnya. Oh, berarti ada tempat lain? :D
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















terdapat banyak motor diparkirkan oleh penggunanya <— kayanya elo salah satu pengunjung tetap dunkz dats. hohohoho