March 17th, 2010

Pantang menyerah, dan gigih. Plus rasa pede yang luar biasa.

Begitulah sedikit gambaran bagaimana orang-orang India yang saya kenal. Untuk pertama kalinya, saya tak pernah berfikir kalau kemampuan mereka ternyata sama aja dengan kita. Masih terpatri di benak saya, mereka adalah orang-orang yang jago. Dan begitulah kesan pertama saya terhadap mereka. Pintar berbicara, punya kemampuan bahasa inggris bagus, dan bisa meyakinkan orang.

Tapi seiring waktu, ternyata saya bisa juga menyadarinya. Mereka tidak lepas dari pepatah, “Tong kosong nyaring bunyinya”. Yang pasti memang tidak semua orang, tapi sebagian besar orang India yang saya kenal begitu.

Bahkan salah seorang bos saya pernah bilang, “Orang India itu kalau dikasih kerjaan, pasti bilangnya selalu BISA. Walaupun ternyata mereka gak mampu. Kalau orang Indonesia, bilangnya sulit, tapi besoknya udah selesai”.

Dan tentang rasa gigih dan pantang menyerah, serta rasa pede yang luar biasa, itu saya alami sendiri sebagai seorang yang menerima email dari contact form di website perusahaan. Sengaja sih, biar saya bisa liat juga trafiknya seperti apa.

Dari sekian banyak email yang masuk, sekitar kira-kira 85% adalah orang India yang mengirimkan CV mereka. Dengan banyak embel-embel “Saya baru lulus dan mau kerja di Kuwait”, “Saya punya pengalaman n tahun, dan tolong bantu saya untuk bisa dapat kerja di Kuwait”. Dan masih banyak lagi.

Dan dari sekian banyak, hampir 30% dari mereka tetap mengirimkan CV mereka, walaupun email pertama tidak saya balas-balas. Hebat juga mereka.

Saya pikir sekarang sudah tak ada lagi banyak orang yang membaca blog saya, jadi bisa lebih “bebas” menulis sekarang. Hihihi.

Related posts:

  1. Blognya orang-orang Indonesia di Kuwait Berada di “dunia lain” seperti Kuwait memang sebuah pengalaman yang...
  2. Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait Alhamdulillah. Ini Kuwait emang negara super kaya. Jadi walaupun cuaca...
  3. Rejekinya orang menikah Allah Karim, Allah Mawjood. Ternyata banyak hal yang berubah setelah...
  4. Peminta-minta di Kuwait Memang tidak masuk akal kalau negara yang punya kekayaan luar...
  5. Curhat sang web designer di Kuwait Kita, Indonesian, sebaiknya jangan pernah memandang tinggi negara lain lebih...

Label:, ,



Kategori:blog, general



7 Responses

  1. rifin says:

    betul mas, sama dengan pengalaman saya…di kelas, mahasiswa india yang penting ngomong mikirnya belakangan…kalo mahasiswa Indonesia mikirnya kelamaan jadinya gak jadi ngomong :)

  2. Bagas says:

    “Kalau orang Indonesia, bilangnya sulit, tapi besoknya udah selesai.”

    Bos mu sangat bener Dat.

  3. ocha says:

    jadi inget jaman dulu pernah nulis beginian di diary *halah*

    Perbedaan Pemenang & Pecundang
    >> pemenang : ini sulit untuk dilakukan, tapi mungkin.
    >> pecundang : ini mungkin untuk dilakukan, tapi sulit.

    hihihi…

  4. ridu says:

    wah gitu toh.. pantesan di film-film suka joget-joget di depan umum

    *gak nyambung*

  5. Didats Triadi says:

    anjrit! ternyata blog gw masih ada yang baca!

  6. kayaknya masih banyak yang langganan via RSS deh…
    hahahah

  7. didut says:

    lah apa salahnya dats dibaca ..wong soal orang india ini kekekeke~