blog
Kasihanilah saya, didats
May 25th, 2005
Aku ini jarang dicuci. Wajahku tampak kusam. Saya betul-betul tak beruntung dipunyai seorang cowok selebor seperti didats. Padahal, kalau ia mau, bisa saja hari sabtu ia membawa saya ke sebuah tempat pemandian umum. Tak mahal, hanya 5000 rupiah saja. Tapi ia tak mau membawaku, dengan alasan sepele, ia ingin dia sendiri yg mencucinya. Tapi, kapan ia sempat mencuci saya ?
Kenyataannya, hari sabtu merupakan hari tersibuknya untuk istirahat. Tidur, tidur, dan sore harinya kembali menaikiku menuju tempat kolam renang gratisannya. Ah, kalau saja saya punya palu, atau saya punya tangan, sudah saya getok dari pertama ia menaikiku.
Dan kemarin, disebuah jalan yang pernah ia ceritakan disini, badanku terasa tak enak dibagian belakang. Ya, aku ditabrak. Ugh, sial sekali. Memang, ia sama sekali tak salah, karena saat itu ia sedang dalam keadaan berhenti. Entah kenapa, sebuah angkot langsung menabrakku.
Dan sialnya lagi, kenapa ia tak minta ganti rugi? padahal keadaan saya sudah tak berbentuk lagi dibagian belakang.
Saya benar-benar tak habis pikir, kenapa sih, masih saja ada wanita yang mau dibonceng olehnya. Padahal, sudah ketahuan dia itu tak pernah mengurus saya, selebor lagi.
Kadang, saya jadi iri jika dijejerkan dengan motor lain. Mereka terlihat indah dan mengkilap. Padahal umurnya bisa jadi sama atau bahkan lebih tua dari saya. Majikan mereka sangat berhati-hati dengan sedikit lecet dibadan sepeda motornya. Sedangkan didats? ah… sungguh tak beruntung saya punya majikan seperti didats.
Tadi pagi, ia sempat mengabadikan kerusakan saya dibagian belakangnya. Dan ini fotonya. Ah, didats, kapan saya mandi lagi ?

Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















sumpah deh.. slebor banget!
kalo ada award nya.. udah juara 1 kalee..
angkotnya lagi terkesima ngeliat cewe yg dibonceng ya?