blog
Kawasaki Ninja
January 5th, 2005
Motor itu berwarna biru, tampak bersih, hal itu terlihat dari sang penunggang yang tampak gagah dengan helm birunya. Tepatnya disebuah perempatan Senen pagi tadi, motor itu tepat berada dibelakangku saat lampu merah menyala. Tanpa klakson, hanya untaian gas yang bernada mengusir, terdengar kencang sekali.
Padahal, saat itu lampu merah sedang menyala, dan semua kendaraan berhenti. Memang, ada sedikit celah diantara bajaj dan mobil didepanku yang cukup untuk 1 motor.

Akhirnya, kupinggirkan motorku untuk mempersilahkan dia berada didepanku. Dan tetap saja, lampu merah itu menyala dengan kilauannya. Penunggang motor itu melihat kearahku, dengan tatapan
mata yang sangat tajam. Aku hanya bisa membalas tatapannya dengan tatapan biasa. Lama sekali dia menatapku, dan hanya beberapa saat, aku segera tersadar kalau tatapannya penuh dengan kebencian yang sangat mendalam. Entah, alasan apa yang membuatnya seperti itu, menatap dengan tatapan penuh benci, dan tatapan penuh keributan. Segera kusadar tatapan itu, aku hanya melihat-lihat sekitas, sambil sesekali melihat tatapannya, yang seakan-akan mencari keributan.
Tak pantas kiranya kalau hal sepele itu menjadi alasan untuk keributan, sangat-sangat tak pantas. Aku sama sekali tak takut untuk kembali menatapnya, tapi rasanya tak pantas sekali kalau hal sekecil itu dijadikan sebuah keributan. Apa semua penunggang Ninja seperti itu? semoga saja tidak, aku hanya bisa berfikir positif, mungkin saja dia memang ingin cepat menuju tujuan, karena saat itu menunjukkan pukul 7.15 pagi.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















loh katanya biru, kok dapetnya ijo?