blog
Kedisiplinan
January 31st, 2005
Garis adalah penghubung atau pengikat dua buah titik atau lebih, yang bisa berarti
suatu batas, atau hanya benar-benar garis. Sebagai contoh, garis polisi, yang
berarti batas seseorang melintas. Begitu juga dengan garis lampu merah, adalah
batas kendaraan berhenti, karena persis didepan garis, terdapat Zebra Cross,
tempat pejalan kaki melintas.
Kenyataannya? di Jakarta (atau Indonesia?) para pengendara motor seringkali lalai (atau sengaja?)
untuk berhenti tepat dibelakang garis. Banyak sekali terjadi dilampu merah, pengendara motor yang
sengaja (benarkah?) berhenti didepan garis, bahkan, sangat jauh meninggalkan garis.
Saya sendiri mencoba untuk selalu tepat berada dibelakang garis, tapi kadangkala, pengendara motor dibelakang sering mencoba mengusir dengan klaksonnya, agar saya lebih kedepan. Huh! menyebalkan.
Kalau anda akan dan memang bertujuan kedaerah Ciledug, alangkah parahnya disana, karena lampu merah
disana dianggap untuk jalan terus, lampu kuning juga jalan terus, dan apalagi lampu hijau. Tak percaya?
cobalah anda berhenti pada saat lampu merah didaerah sana, niscaya anda akan diteriaki untuk terus jalan. Tidak tahu daerah lain. Aneh yah?
Dan yang sering saya perhatikan, dimanapun, tentunya di Jakarta (atau Indonesia?) lampu merah sudah tak
ada artinya lagi, yang diperhatikan adalah lampu lalu lintas untuk para penyeberang di Zebra Cross, kalau lampu itu berubah jadi merah kedip-kedip, padahal lampu lalu lintas masih merah,
maka tak ayal lagi, itulah saat lampu hijau bagi pengendara motor (kadang pengendara mobil).
Sudah sedemikian parahnya kah kedisiplinan di Indonesia?
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















Paraaaaaahhhhhhhh… huh.. kenapa orang2 itu gak sadar2 yaaa :(