October 27th, 2007

Sebuah kabar gembira tentunya untuk para TKW Indonesia. Tapi sebuah kabar yang sangat buruk bagi orang-orang yang bermain di “perdagangan manusia” ini. Usaha kenaikan gaji ini merupakan langkah heboh dari KBRI Kuwait untuk meminimalkan keberangkatan TKW-TKW Indonesia di negeri Kuwait.

Nomor Visa

Di Kuwait, ada klasifikasi seorang pendatang berdasarkan nomor di Civil ID-nya. Beberapa yang aku tahu ada nomor 18, 19, 20, dan 21. Visa nomor 18 menandakan dia bekerja di sebuah perusahaan. Nomor 20, adalah seorang pekerja rumah tangga. Dalam hal ini, pembantu, supir, atau apapun yang tidak diijinkan keluar tanpa majikan. Nomor 21 adalah visa untuk keluarga. Dalam hal ini istri dan anak.

Standar gaji juga ditentukan dari nomor visanya. Untuk visa nomor 18, gaji paling minimum adalah sekitar 120 KD (kurang lebih 3,5 juta rupiah). Visa nomor 20, gaji mereka rata-rata adalah sekitar 45 KD (kurang lebih 1,2 juta rupiah).

Jadi ketahuan, berapa gaji rata-rata pembantu rumah tangga. Dengan uang segitu, tentunya sangat tidak layak jauh jauh datang dari Indonesia ke negara arab khususnya Kuwait. Perlu di ketahui, standar gaji di negara-negara arab lain hampir sama.

Agensi TKW

Seperti yang pernah aku bilang sebelumnya, “perdagangan manusia” merupakan bisnis yang paling menggiurkan di Kuwait. Maka daripada itulah, banyak sekali agensi-agensi yang mengkhususkan diri mereka untuk tujuan perdagangan ini.

Karena banyak agensi yang muncul, maka tiap-tiap agensi berkumpul untuk bergabung, dan akhirnya hanya terdapat 3 kelompok agensi. Mereka mengelompokkan diri dengan maksud agar lebih terorganisir. Dan KBRI tentunya juga akan lebih mudah mengelompokkan agensi-agensi ini.

Kasus-kasus TKW

Juga seperti yang pernah aku ceritakan, kasus terbanyak TKW adalah tidak di gaji. Menempati urutan kedua, adalah perlakuan kasar majikan dalam bentuk pemukulan. Dan kasus lainnya yang tidak terlalu banyak tapi selalu ada, adalah pemerkosaan dan kasus kematian TKW.

Pemerintah Indonesia yang tidak perhatian

Menurutku pemerintah Indonesia juga punya tanggung jawab terhadap para pekerja khususnya TKW yang banyak “dizholimi” di negara arab. Indonesia di negara arab merupakan negara yang sangat-sangat tidak tegas terhadap kejadian-kejadian yang menimpa warganya di negara luar.

Kalau kita lihat negara tetangga Filipina, pemerintah mereka sangat memperhatikan bagaimana warganya di luar negeri. Perlu diketahui, beberapa tahun yang lalu, pemerintah Filipina mendesak Kuwait yang memperkerjakan warganya untuk menaikkan gajinya menjadi 120 KD (3,5 Juta).

Akhirnya pemerintah Kuwait menolaknya, dan kenyataannya, pembantu rumah tangga dari Filipina jumlahnya makin hari makin sedikit. Lebih banyak yang bekerja di restoran-restoran, dan toko-toko. Ini juga dikarenakan kemampuan bahasa inggris mereka sudah sangat lancar walaupun hanya lulusan setaraf SMP.

Kenapa para orang-orang Arab itu berani berlaku sewenang-wenang terhadap orang-orang Indonesia, karena memang tidak ada efek jera. Pemerintah kita tak pernah berusaha untuk mengambil sikap jika ada warganya yang dianiaya di negara luar.

Usaha KBRI Kuwait

KBRI sebagai perwakilan negara Indonesia di Kuwait juga bukan tanpa usaha. Mereka mungkin sudah capek untuk menyelesaikan masalah ini. Usaha mereka untuk menaikkan gaji para TKW adalah usaha yang aku bilang terbilang jempolan.

Akhir-akhir ini KBRI Kuwait mensosialisasikan pernyataan kepada seluruh agensi. Setiap TKW yang bermasalah dengan majikan, maka agensi yang bertanggung jawab memberangkatkan TKW tersebut harus menyelesaikan masalah itu dulu, baru kemudian mereka mendapatkan ijin untuk mencari lagi TKW lain. Jika mereka belum menyelesaikan masalahnya, maka semua agensi yang menjadi teman dari agensi yang bermasalah tersebut juga akan menanggung akibatnya, yaitu tidak diijinkan untuk mengambil TKW baru. (maap kalo bahasa indonesianya belibet)

Dan, semua aturan yang sudah dibuat akan tidak berguna jika para individu-individu yang bermain tidak konsekuen dengan peraturan yang ada. Perlu diingat, “perdagangan manusia” ini adalah bisnis uang yang sangat lancar. Akan banyak uang yang beredar, dan akan banyak usaha-usaha tak kenal lelah dari orang-orang arab penanggung jawab agensi.

Related posts:

  1. Kisah perjalanan lengkap TKW dari Indonesia sampai di negara Arab Peringatan: Tulisan ini panjang. Tapi layak dibaca… :P Aku tak...
  2. Bertambah lagi orang Indonesia di Kuwait Alhamdulillah. Ini Kuwait emang negara super kaya. Jadi walaupun cuaca...
  3. Indonesia vs Kuwait Masalah sumber daya alam Kuwait: Punya sumber daya alam minyak,...
  4. TKW Indonesia di Kuwait Saya sudah lama tidak memberi kabar tentang bagaimana keadaan para...
  5. Kirim uang ke Indonesia Waduh! Hari-hari berjalan begitu cepatnya. Projek30-ku terbengkalai. Hihihi… *lirik sidebar*...



Kategori:blog, kuwait, tkw indonesia



20 Responses

  1. ayahshiva says:

    jauh-jauh pergi ke negeri orang cuma untuk jadi pembantu dan cuma di bayar segitu? wah mesti di kasih pengertian lebih neeh para calon TKW asal indonesia, mending jadi PRT di negeri sendiri walau cuma di bayar 1,2jt :D

  2. Luthfi says:

    pengumuman : gaji didats minimal 3,5 juta oyyy

  3. goiq says:

    hayo taruhaaaann, berapa pastinya gaji didats ???

  4. didats says:

    jrit!

    woooi.. ini ngomongin tkw!
    bubar bubar…!

    ;))

  5. agam says:

    Alhamdulillah. Moga2 aja TKW gak cuma jadi sapi perah pemerintah kita untuk meningkatkan devisa, yg sering terabaikan nasibnya.

  6. bLub says:

    ????
    trus,
    kenaikan gajinya mana, Dats?

  7. Hedi says:

    trus ID loe nomor berapa Dats? jadi biar gue yang nebak jumlah gaji :P

  8. bluedee says:

    hehehe…ketauan nih mas didats gajinya brp…hehehe

  9. Jauhari says:

    Jadi gimana cak? Pindah kerja?

  10. Jauhari says:

    wah wah pye yoo Kok ono sing omong SAPI PERAH barang :D

  11. AMMMMMMMEL says:

    DUUUUUUUH…….!!! kesihan y.udah di siksa dapet duit dikit! banyak2 ja ber do’a supaya masuk surga

  12. dini says:

    didats tolong kasih info nya yang berimbang donk… jangan dari sisi jeleknya aja. sedikit banyak TKI yang berangkat itu juga penghasil devisa negara. kalo memang kamu ga setuju dengan pengiriman tenaga kerja ke luar negeri coba buka lapangan kerja di indonesia dan kamu usul aja ke pemerintah supaya PJTKI ditutup… Beres kan ??!! Orang semuanya cuma bisa koment tanpa tau apa yang etrjadi sebenarnya… Tq…

  13. gugi says:

    kebanyakan TKI yang pergi lewat PJTKI nggak punya kemampuan atau skill untuk kerja. Sehat badan aja udah nggak cukup. Harus ada kesadaran sendiri dari TKI kalo mau kerja di luar negeri harus punya skill. jangan ngomel gaji sedikit jadi TKW, lihat dulu kerja apa dia bisa? kalo bahasa inggris aja nggak bisa, gimana bisa kerja setaraf sama tenaga kerja dari negara lain? TKI indonesia harus bisa bela hak-hak nya sendiri, nggak bisa bersandar sama orang lain, apalagi sama KBRI, semua orang punya kepentingan sendiri-sendiri, kerja di luar negeri nggak bisa bersandar sama samaritan yang nggak ketahuan datangnya (atau mungkin nggak dateng-dateng).

  14. ana says:

    Kasian banget para TKI,,, buat apa sih cari kerja susah-susah keluar negeri kalo sebagian besar hanya jadi korban penyiksaan. mending kerja di dalam negeri aja,, orang indonesia kn ramah-ramh looh.. tapi gimanapun juga itu pilihan Anda sendiri

  15. oji says:

    terus terang saya bekerja disebuah PPTKIS yang ada di INdonesia dan rata-rata kami memberangkatan 300-350 TKI perbulan. jumlah PPTKIS yang ada di Indonesia sekitar 400 PPTKIS di seluruh Indonesia. pemerintah Indonesia mendapatkan pemasukan $15/TKI yang dibayarkan oleh PPTKIS ketika DP3. kalau saja setiap PPTKIS dapat memberangkatkan 300-350 TKI perbulannya, bisa anda bayangkan betapa besar pemasukan buat negara hanya dari TKI.
    selain negara yang diuntungkan, TKI2 tersebut juga mendapat keuntungan karena dapat bekerja dan menghasilkan uang tentunya untuk kelangsung hidupnya serta keluarganya, serta dapat mengurangi tingkat pengangguran di INdonesia. jadi ga ada alasan buat memandang rendah seorang TKI !

  16. putri says:

    kalo kesel ma pembantu mah … disini juga ngeselin … padahal bahasa udah sama. apalagi bahasa yang beda … kaya baju pada bolong krn mereka gak ngerti setrika bahan2 tertentu.

    Gaji 3.5 itu cukup lumayan kalo dibandingin gaji di indo yang rata2 200rb s/d 600rb.

    Apakah karena mereka kebanyakan duit ngasih segitu ? Ya gak juga, karena gak ada pilihan lain kecuali harus bayar segitu.

    Lalu ongkos untuk keberangkatan aja, ticket Jakarta-Saudi itu bisa ampe 5jt one way … belum mereka yang gak ngerti aturan jadi mesti ditraining dan sebagainya.

    BTW yang aku dengar, kalo si TKW itu gak bagus, agent mesti bayar ganti rugi ampe harus dipulangkan.

    Aku rasa semua orang disini selalu berfikir bahwa diluar itu wah dengan gaji Dollar, Dinnar dsb karena kursnya gede kali yah.

    Sebenernya sih ini bukan masalah dagang berdagang … apalagi dagang manusia … tapi hanya penyebaran info pekerjaan, dimana semua pihak saling menguntungkan ….

    BTW … ada lowongan di http://www.tips4job.com untuk profesional … Jadi … siapa yang berani maju ??? Silahkan daftar … Jangan ngomongin pembantu aja …. Malu … deeeehhhhh

  17. Sunny says:

    Saya perlu sih pembantu rumah tangga, untuk bekerja di Argentina. Nggak perlu punya ketrampilan khusus, yang penting jujur, sopan dan baik hati.

  18. jayadi says:

    assalamu’alaikum wr wb.

    saya punya saudara yang berangkat ke arqb khuusnya ke negri saudi arabia untuk menjadi tki.

    hari selasa tanggal 11 Mopember 2008 berangkat dari bandara soekarno hatta.

    pesen semoga baik2 ja krn aku sangat sayang padanya.

    semoga Allah selalu melindunginya, Amin.

    Wassalamu’alaikum wr wb.

  19. dagadu says:

    Wah om gak trimo aku, bojoku yo dadi tki mergo golek kerjaan angel neng jowo. ngomahmu iso mbayar PRT 1jt800 wae ra? tak melu nyambut neng mahmu. Lek gak tak mingkem wae lah