blog
Kota Malang, kota kecil dengan beragam daya tarik
May 9th, 2006
Sesampainya di Malang, aku langsung diajak berkeliling. Kota Malang adalah kota kecil, dibandingkan Denpasar atau Jakarta (kota dimana aku pernah/sedang tinggal), Malang sangat layak aku jadikan tempat berlibur walaupun cuma beberapa hari.
Selama dua hari (Minggu dan Senin), aku memang belum banyak berkunjung ke berbagai sudut kota Malang, tapi bukan berarti juga aku tidak kemana-mana. Yang sangat disayangkan adalah, perjalanan yang memakan waktu cukup panjang, hampir 8 jam.
Salah satu hal yang paling spesial dari kota Malang adalah udara. Jakarta, walaupun tidak sepanas Denpasar, mengandung banyak kotoran udara dari asap-asap kendaraan. Denpasar, memang lebih panas dibandingkan Jakarta, tapi panasnya langsung dari matahari, bukan murni dari asap-asap kendaraan, lagipula masih banyak angin laut di Denpasar. Dan Malang, karena letaknya di dataran tinggi, mempunyai udara yang dingin.

Dari kiri ke kanan: Aku, Isdah dan Vnuz
Banyak dari sudut-sudut kota Malang mirip dengan Bandung. Aku tidak terlalu bisa mengungkapkan dimana kesamaannya, tapi yang jelas memang mirip.
Wisata Makan
Malang terkenal dengan kota pelajar, sama seperti Jogjakarta, mungkin karena banyak pelajar (tepatnya mahasiswa, karena kota sekecil itu punya banyak Kampus) harga makanan menjadi sangat murah. Beberapa jenis makanan yang aku makan adalah sebagai berikut:
1. Pecel Kawi
Tempat ini sangat ramai pengunjung. Kebetulan aku hanya mencicipi nasi pecelnya, yang lumayan enak. Sayang sekali, aku tidak diperbolehkan untuk membayar sendiri, bahkan Isdah dan Vnuz tidak memperbolehkan aku untuk mentraktir mereka. Maka dari itu, aku tidak terlalu memaksakan diri untuk makan banyak. Hehehe…
2. Bakso kota Cak Man
Dari beberapa tulisan yang terpampang di dindingnya, tempat ini cukup banyak mendapat perhatian dari para selebritis, ataupun media. Disini, perutku sudah tak bisa berkrompomi lagi, satu porsi bakso malang disini cukup banyak, dan rasanya mantaaap…! :D
3. Es Tawon
Ina, mengirimkan SMS ketika aku sampai di Malang, untuk tidak lupa mencicipi Es tawon. Kepada Isdah, langsung aku tanya apa itu Es tawon. Dan ia hanya menjawab, kalau Es-nya banyak tawon. Tadinya aku berfikir kalau Es tawon itu, berarti kita makan tawon. Ternyata, disebut es tawon karena banyak tawon yang mengitari madu yang di gunakan sebagai pemanis. Isinya, hanya es serut, blewah, cincau hitam, dan madu.
Wisata jalan kaki
Seperti saat di Jogja dulu, Malang juga rasanya sangat mengasyikkan jika dikelilingi dengan berjalan kaki. Tapi sayang, pejalan kaki di Malang tidak terlalu diperhatikan. Buktinya, sangat jarang ditemui trotoar di sepanjang jalan. Mungkin lain kali, jika aku ke Malang lagi, aku akan menikmatinya dengan berjalan kaki. Tidak lupa untuk potret-potret yang bening-bening. :D
Bangunan Jepang dan Belanda
Seperti Semarang, Malang juga banyak menyimpan sejarah. Seperti di sepanjang jalan Ijen, kebanyakan perumahan masih kental dengan bangunan Belanda. Tapi, sayangnya sudah banyak bangunan yang di renovasi, sehingga nuansa bangunan Belanda dan Jepang tidak terlalu terlihat.
Kota Batu
Batu adalah nama daerah kecil yang curah hujannya cukup tinggi. Mungkin nama kota Batu sempat naik daun seiring terjadinya Bom di jalan Flamboyan ketika Azhari dan kawan-kawannya diserbu.
Batu bukanlah bagian dari Malang, ia adalah kota mandiri yang juga punya stasiun televisi sendiri. Udara di Batu sangat dingin, karena ia berada di daerah puncak. Di malam hari, cukup banyak pasangan yang berpacaran di daerah lembah di sepanjang jalan. Mereka tidak mengindahkan jurang di depan mereka dan lampu-lampu kendaraan, karena mereka terlalu asyik untuk ber… ah, sudahlah.

Dari kiri ke kanan: Arie, Indra, Aku, Isdah dan Vnuz
Pada malam hari, dari Batu kita bisa melihat suasana malam kota Malang yang dipenuhi lampu-lampu indah. Sayang sekali aku lupa untuk membawa foto yang sudah tersimpan rapi di komputer.
Dan sepertinya, aku harus merencanakan hidup di kota Malang. Entah kapan, tapi Malang sangat layak untuk dijadikan tempat tinggal.
Dan kini, aku harus mau menikmati panasnya Denpasar. Sejuknya udara Malang tidak akan aku dapatkan di Denpasar, kecuali di Ubud. Dua hari di Malang, membuat aku terpincut!
Ucapan terima kasih
Isdah dan Vnuz, yang mau menjemput dan rela untuk mengantarku keliling Malang. Kalau kalian ke Bali, aku gak akan membiarkan kalian makan dengan uang kalian! Gantian! Huh!
Arie astral, Indra, dan Peyek, yang juga akhirnya datang untuk meramaikan kopdarku dengan kawan-kawan lain, juga menemani untuk menunggu jemputan.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















eh ada penampakan bagas jiajajajja