April 12th, 2005

Ya, saya sendiri tak tahu mana yang benar. Seorang yang bernama Mulyana-lah yang menjadi korban peperangan kedua institusi tersebut. Negeri ini memang penuh dengan tipu daya. Lihat saja Adiguna Sutowo, sidang selalu diundur, dengan alasan klasik, yang seperti eyang kita saat itu, sakit.

Menurut kuasa hukum Mulyana, dia dijebak oleh KPK. Menurut KPK sendiri, itu memang kenyataannya. Lalu, bagaimana membuktikan siapa yang benar? yang benar saja, masa sih harus siapa yang lebih punya modal?

Pakar kita, juga ikut menyerang tim IT KPU. Sepertinya ada dendam pribadi antara pakar itu dan tim IT KPU. Dengan berkedok lembaga LSM, dia menyerang tim IT KPU dengan dugaan korupsi. Ada apa sang pakar?

Kembali lagi, sampai saat ini saja, kasus ini belum jelas. Belum jelas siapa yang benar dan yang salah, dan sepertinya tak akan jelas. Maklum, negeri ini sudah mengakar sekali masalah seperti itu, apalagi dikalangan pejabat.

Teman saya, seorang saksi hidup yang dulunya pernah menjabat sebagai seorang supervisor penghitungan suara Pemilu lalu, lebih banyak mengutarakan terhamburnya uang rakyat yang digunakan KPU. Salah satunya, pembelian flash disk. Setiap supervisor mendapatkan jatah flash disk seharga 500 ribu rupiah. Padahal, harga saat itu masih sekitar 200 ribu rupiah untuk 128 MB. Dan bukan tidak mungkin, harga tersebut setelah di audit, bisa mencapai 1 juta rupiah tiap unit. Ya, bukan rahasia umum jika tiap ada pengeluaran, semua orang yang duduk sebagai pegawai negeri mendapatkan jatah. Makin banyak birokrasi yang dilewati, semakin banyak pengeluaran, dan semakin senanglah mereka.

Jadi, ayo kita bermain tebak-tebakan, siapkan buah manggis ditangan anda. KPK atau KPU yang menang?

Related posts:

No related posts.



Kategori:blog



9 Responses

  1. adi wahyu says:

    Hi Roy! First hehehe

  2. adi wahyu says:

    kalo brantem bukan tren sesaat kan?

  3. geblek says:

    ah males mikirnya dats.gak ngaroh geto loh :P

  4. fisto says:

    kita terima aja deh semuanya dats….wong udah susah buat diapa2in lagi…

  5. lantip says:

    siapapun yang menang, yang kalah tetaplah rakyat. kita.

  6. goiq says:

    tragisnya, pak mulyana itu adalah dosen saya sewaktu masih kuliah di kriminologi UI. huehuehue. mungkin si bapak mencoba mempraktekkan ilmu kriminologi yang beliau miliki. gyahahaha…

  7. Imponk says:

    pemenangnya dapet hadiah apa nih? :D

  8. dodY says:

    kalo buah durian aja gimana? labih mantap buat nimpuk sang penjebak :-) heuheue

  9. IPUNK KRIMINOLOGI UIR says:

    Sebenarnya kita g usah mencari siapa yg menang ato kalah yang jelas untuk saat ini,tetapi sadarilah bahwa ada kehidupan setelah kematian dan ingatlah banyak orang2 yang terlantar karna perbuatan kita,lihat aja perutnya kalo buncit berarti banyak korupsinya mungkin ntar lagi mau ngelahirin tuduhan tersangka