Krisis energi di Kuwait

Hemat listrik

Negara kaya seperti Kuwait akhirnya mengalami juga krisis energi. Akhir-akhir ini digalakkan agar semua orang berhemat akan energi listrik yang kian menipis. Caranya, kata-kata “Gunakan listrik seperlunya” diterjemahkan ke dalam 7 bahasa. Arab, Inggris, Urdu, India, Bangladesh, Filipina (tagalog), dan tentu saja, Indonesia.

Tapi menurutku, himbauan ini sudah tidak terlalu banyak berpengaruh. Secara orang-orang yang berada di Kuwait sudah terlena akan enaknya punya daya listrik tidak terbatas yang tidak mengenal pemadaman sementara, pemadaman bergilir, atau lampu mati karena daya yang dipunyai tiap rumah tidak kuat menampung daya listrik yang keluar.

Bagiku, himbauan ini cuma berlaku khusus pendatang. Karena kebanyakan Kuwaiti tidak banyak ambil pusing. Dan juga, tidak ada hukuman yang membuat jera. Himbauan, tinggal sebuah himbauan. Biaya pembuatan spanduk terbuang percuma.

Pemborosan ListrikBuktinya, di tiap rumah-rumah besar, masih saja ada yang kurang kerjaan. Menghiasi batang pohon kurma, tiang-tiang, jalan setapak, batu-batu di pelataran rumah dengan lampu! Penghematan yang digembor-gemborkan, tapi tidak dimulai dari orang Kuwait sendiri adalah percuma!

Daftar Projek30 sebelum tulisan ini dipublish:

1. Hari pertama: Pohon Kurma
2. Hari kedua: The dangerous streets are in Kuwait
3. Hari ketiga: Makan siang roti shalaweet
4. Hari keempat: Pasar Mubarokiyah, Blok M versi Kuwait
5. Hari kelima: Mesin penghasil pulsa telepon
6. Hari keenam: Beli parfum merek terkenal
7. Hari ketujuh: Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara
8. Hari kedelapan: Dishdasha, baju arab yang punya nilai lebih
9. Hari kesembilan: Makan siang hari ini: Kebab dan Khobus
10. Hari kesepuluh: Tinggal bareng demi kata hemat
11. Hari kesebelas: Jam kerja yang aneh
12. Hari keduabelas: Kirim uang ke Indonesia
13. Hari ketigabelas: Liberation Tower tertinggi di Kuwait

19 thoughts on “Krisis energi di Kuwait”

  1. loh…koq bisa sih?
    kan disana banyak energi (minyak), apa nggak bisa bikin PLTD(pembangkit listrik tenaga dalam diesel) yang banyak?

  2. #1 – #4 huehehehe… udah keliatan kok. berderet malah… :p

    #5 gag tau gimana ceritanya. tapi kayaknya sih gag ada.

    #6 eh, salah yak? *jadi maluw* :”>

  3. wehehehe..ironis banget. Negeri sekaya itu bisa krisis energi. Kalo di Indo sih krisisnya gara2 listriknya dikantongin kalee. hehehe..pemadaman bergilir aja biar jera :)>-

  4. #10 lah, aku kan ngomongin rumah besar. bukan bandara…

    lagian letak bandara itu di gurun. jauh dari pemukiman…

    #11 eh, gag jadi toh? bukannya mbae yang buat? :P wah, salah dong inpo-nyah.. :”>

  5. hmmm…… krisis energi ya..!!??
    padahlan si RADJA minyak…..:p

    mendingan dihimbawin supaya banyakin pake pelita….
    minyaknya tinggal ngambil di sumur tetangga……:D

  6. inponya di baca lagi dunk..pasti kemaren basanya cepet2 deh ampe kelewat..hahhaa..indonesia masuk setelah di traslit ke 11 bahasa.

  7. dulu di indonesia juga pernah di galakkan gerakan hemat energi, tapi gak sukses, buktinya sekarang makin banyak pertandingan liga indonesia yang di mainkan malam hari yang pasti nya butuh banyak energi

  8. “Menghiasi batang pohon kurma, tiang-tiang, jalan setapak, batu-batu di pelataran rumah dengan lampu!” <—- boros listrik sih tapi mendingan lah daripada gelap2an kayak di Indonesia. Penerangan jalan umum banyak yang gak nyala.

Comments are closed.