blog, kuwait, personal
Kuwait, dan serba-serbinya
December 17th, 2006
“Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”
Peribahasa di atas memang sangat pantas untuk selalu diingat. Tiap kota, tiap daerah, dan tiap negara punya hal-hal tertentu yang sangat berbeda satu sama lain. Dan sebagai orang baru, aku memang harus ikut dalam aturan itu.
Pemaksaan penggunaan huruf Arab
Bagi orang non-muslim mungkin akan lebih sulit mencerna bagian ini. Tapi jangan khawatir, karena aku juga menyertakan bagaimana cara membacanya. Untuk orang Islam, membaca huruf arab mungkin masih sedikit susah, tapi minimal beberapa huruf hijaiyah sudah dikenal.
Tahu tidak sih, ternyata orang arab susah untuk mengucapkan huruf P! Beberapa contoh yang menurutku menjadi aneh dijabarkan dalam gambar di bawah ini. Entah kenapa mereka masih saja berniat mengkonversinya menjadi tulisan arab. Akan lebih baik jika mereka tetap menjaga tulisan itu menjadi latin bukan?

Dari gambar di atas, bisa dilihat bagaimana perubahannya. Aku pikir, huruf P mungkin saja bisa diwakili dengan huruf Fa. Tapi ternyata memang orang Arab tidak bisa menuliskannya dan melafalkannya dengan benar.
Naik Bus
Ada aturan yang sangat memuliakan keberadaan wanita di dalam bus. Tempat duduk bagian depan, HANYA untuk wanita. Jika seorang laki-laki kebetulan berada di area depan, kemudian ada beberapa wanita yang baru naik, maka laki-laki tersebut DIHARUSKAN pindah ke kursi belakang. Jika tidak, semua orang di dalam bus akan memarahi anda.
Pengalamanku sebagai orang baru adalah diusir oleh seorang ibu-ibu. Kebetulan memang aku duduk di bagian depan. Lalu seorang ibu-ibu datang dan berbicara dalam bahasa India. Aku yang tidak mengerti, mempersilahkan dia untuk duduk disampingku (bagian dalam). Tapi ia masih saja melotot. Karena aku pikir ia ingin di bagian luar, aku menyingkir ke bagian dalam. Tapi ia masih saja melotot. Aku yang kebingungan hanya bisa berkata “What?”.
Beruntung dia berkata “You go there!” sambil menunjuk arah belakang. Aku dengan muka agak kesal cuma bisa pindah tempat ke bagian belakang. Tampak seluruh penumpang bus melihat ke arahku. Hihihi… :D
Kuwaiti
Seperti yang pernah aku ceritakan dulu, para Kuwaiti adalah orang yang beruntung. Tanpa bekerjapun mereka digaji oleh pemerintah. Sekolah gratis, ke rumah sakit juga gratis. Akibatnya? mereka jadi terlalu manja. Mereka berfikir semua hal di dunia ini bisa mereka beli dengan uang.
Bosku, memang Kuwaiti. Tapi keturunan Indonesia. Jadi aku tidak menganggapnya Kuwaiti. Malah aku cukup bangga, karena ternyata ada orang Indonesia yang mempunyai anak buah dari negara lain (India, Bangladesh, Mesir, dan Palestina). Kayaknya akan jadi cita-citaku nanti. Punya anak buah seorang Kuwaiti asli! Hahaha….
Anak muda Kuwaiti sangat kentara. Jika pergi ke suatu tempat seperti Mall dan melihat anak muda yang bertampang songong, belagu, kebanyakan gaya, sok tau, dan lain-lain (yang jelek-jelek) pastilah dia Kuwaiti! Seperti apa sih belagunya mereka?
Saat di lampu merah, sekitar 5 sampai 7 orang berada di dalam mobil. Mereka berteriak-teriak, sambil menggoyang-goyangkan mobil dari dalam. Norak! Mereka belum tahu saja, di Ancol, cukup 2 orang untung menggerakkan mobil seperti itu! Hihihi….
Yah, memang tidak semua orang Kuwaiti seperti itu memang, hanya 99%!
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















Ah, kali loe salah ngitungnya dats….. Bukannya 99%, tapi 68%…..
*Kabur*