blog, kuwait
Makan siang hari ini: Kebab dan Khobus
July 29th, 2007

Ternyata orang Indonesia telah salah kaprah. Aku pernah merasakan bagaimana rasa kebab di Jakarta. Kemudian setelah di Kuwait, di sebuah restoran arab, aku melihat ada menu Kebab (كباب). Ya karena taunya itu aja (waktu itu) aku langsung memesannya.
Sampai di depan mataku, yang ada malah daging panjang berwarna hitam. Hahaha.. sekilas seperti tai kuda. Ya, seperti itulah Kebab di arab. Sedangkan Kebab yang ada di Jakarta itu di sini seperti shawarma. Mirip-mirip dengan shalaweet.

Harga ‘tai kuda’ ini untuk 3 potongnya sekitar 750 fils atau setara dengan Rp. 22 ribu rupiah. Makan segitu kenyang? ya jelas tidak! maka dari itu biasanya kita diberi gratis 2 atau 3 buah roti khobus. Aku sendiri tidak tahu dibuat dari apa roti khobus ini. Bentuknya bulat dan ukurannya pasti lebih besar dari muka anda semua! Tinggal di bolongin di bagian mata dan mulut, jadilah ninja! :D
Kebab arab ini adalah daging kambing. Untuk di beberapa restoran, baunya sangat menyengat. Kalau restoran bagus dan bersih, biasanya tidak berbau menyengat dan enak rasanya.
Kabab yang aku makan tadi siang rasanya tidak terlalu enak. Biasa saja. Walau begitu, cukuplah untuk sekedar mengisi makan siang. Lain kali, aku akan cerita tentang makanan siang favoritku di sini, Roti Fathoeer. Yang dalam bahasa betawi menjadi Roti Pak Toir… :P
Daftar Projek30 sebelum tulisan ini dipublish:
1. Hari pertama: Pohon Kurma
2. Hari kedua: The dangerous streets are in Kuwait
3. Hari ketiga: Makan siang roti shalaweet
4. Hari keempat: Pasar Mubarokiyah, Blok M versi Kuwait
5. Hari kelima: Mesin penghasil pulsa telepon
6. Hari keenam: Beli parfum merek terkenal
7. Hari ketujuh: Maliya, Kuwait City yang sangat Asia tenggara
8. Hari kedelapan: Dishdasha, baju arab yang punya nilai lebih
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















gag takut apa bilang itu makanan seperti tai kuda ke orang arab sana… langsung kena gampar kamu nanti hahahaha….