Technology, blog, general, programming, tutorial
Membedah theme Didats.net
February 14th, 2008
Menjadi seorang web designer tentunya punya beban dan ego yang besar terhadap situsnya sendiri. Dengan segenap usaha, daya, jurus-jurus maut, pokoknya semua kemampuan dikeluarkan demi mempercantik situs blognya sendiri.
Bukan sekali dua kali, setelah selesai proses design, dan setelah puas, lalu beristirahat sebentar. Setelah beberapa menit kembali di depan macbook kesayangan, ternyata hati sudah berubah. Design yang tadi sudah dibuat, seakan-akan jadi design yang paling jelek sedunia. Halah. Ganti lagi lah jadinya. Hehehe.
Nah, mumpung lagi doyan nulis, maka yang ada di kepala saya, akan saya tuliskan semua. Tak perduli sudah berapa komentar yang masuk, juga tak perduli berapa orang yang baca. Yang penting nulis aja dulu…
Export data ke Wordpress
Setelah mempelajari struktur database Wordpress, akhirnya saya memberanikan diri untuk pindah ke Wordpress. Kebetulan struktur datanya tidak banyak perbedaan dengan blog hasil buatan saya. Proses pemindahan data tidak memakan banyak waktu di kode PHP. Hanya banyak memakan waktu saat mencocokkan data dari Didats.net yang dulu ke Wordpress. Lebih tepatnya, faktor mempelajarinya itu yang butuh waktu.
Terminologi Blog Didats.net
Saya punya dua kategori utama untuk setiap post yang saya tulis. Yaitu Blog dan Sideblog. Penggunaan sideblog di sebelah kanan pada halaman depan tidak menggunakan plugin apa-apa. Hanya mengandalkan kategori Sideblog saja.
Bagaimana memisahkan antara sideblog dan post?
Saya biasanya menggunakan fungsi get_post yang ada di wordpress. Untuk menampilkan post terakhir, saya menuliskannya sebagai berikut:
Maksud dari perintah di atas adalah, “tampilkan 1 post terakhir dengan kategori id adalah 3″. Kategori ID nomor 3 sendiri adalah kategori Blog. Jadi, kategori blog adalah hal wajib ketika saya ingin menampilkannya sebagai sebuah post, bukan sebagai sideblog.
Previous Post
Untuk Previous post, saya menggunakan query_post. Tidak ada bedanya menggunakan query_posts atau get_posts. Parameter untuk menampilkan previous post adalah seperti di bawah ini:
Penjelasannya, query_post akan menghasilkan 5 buah post terakhir dengan kategori ID adalah Blog. Nah, saya menampilkan 5 post, tapi kenapa yang keluar cuma 4?
Perlu diketahui, 5 buah post terakhir, juga berarti post yang sudah saya tampilkan sebelumnya di bagian atas. Jadi, untuk tidak mengikutsertakan post terakhir, maka saya menggunakan variabel penunjuk $i.
Jadi, sebelum ada perulangan foreach, saya mendaftarkan sebuah variabel bernama i yang bernilai 0. Di dalam perulangan, saya langsung menambahkan variabel i tersebut dengan 1 (ditandai dengan $i++). Setelah adanya penambahan, saya langsung memberikan kondisi. Kondisinya, jika nilai variabel i adalah 1, maka perulangan pertama akan diabaikan, dan langsung memulai perulangan kedua.
Dan untuk menampilkan preview gambar di setiap post, saya menggunakan bahasa Regular Expression yang mengambil gambar pertama yang ada di post, dengan kode di bawah ini:
Dari kode di atas, saya mencoba untuk langsung berinteraksi dengan database menggunakan bahasa SQL. Dengan kode SQL “SELECT post_content FROM $wpdb->posts WHERE ID = $id“, maka saya akan mendapatkan isi konten dari post yang sedang diakses.
Isi kontent tersebut akhirnya saya proses untuk mencari tag image. Saya sendiri hanya mengambil tag image pertama yang ada di dalam isi konten. Lalu URL image saya masukkan ke dalam variabel $image_src.
Nah, dari situ kita bisa langsung menampilkan gambarnya dengan tag IMG, tapi terlebih dahulu kita cek, apakan gambar di temukan. Jika tidak, maka tidak perlu ditampilkan. Berikut perintahnya:
Nah, gampang kan? :p
Sideblog tanpa plugin
Untuk menampilkan sebuah sideblog tanpa menggunakan plugin, saya hanya menggunakan kode berikut ini:
Artinya, Tampilkan 8 post terakhir dari kategori ID 14. Kategori ID nomor 14 sendiri adalah Sideblog. Penggunaan sideblog tanpa plugin berarti mempermudah saya untuk mengkategorisasi setiap post yang mau saya publish.
Dan dengan banyak kostumisasi dari Wordpress, maka memungkinkan kita membuat apapun yang kita inginkan dari sebuah wordpress saja. Memang ada beberapa kelemahan, tapi saya pikir kelemahan itu bisa kita tutup dengan pengetahuan yang kita punya tentang wordpress.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















he eh liat photo aku kira gugun gondrong :P