blog
Menciptakan Jakarta yang bebas macet dan bebas polusi
November 25th, 2006
Sudah hampir 2 bulan aku kembali lagi ke ibukota ini. Dulu, sebelum bisa pergi ke kota selain Jakarta, aku merasa Jakarta adalah tempat tinggalku nanti. Tapi setelah mengetahui Bandung, Bali, Jogja dan Malang, pandangan untuk menghabiskan waktu di Jakarta hilang sudah. Malang atau Bali menjadi tempat idamanku nanti…. Hehehe… :D
Apa sebab?
Kalau selama di Bali, sebelum pergi ke kantor, aku masih bisa jalan-jalan sekedar untuk hunting foto di Sanur, kemudian setelah pulang kantor masih bisa berjalan-jalan melihat deretan buku-buku baru di toko buku, atau sekedar berwisata kuliner, atau bahkan duduk sendiri di pantai melepas penat dengan sejuknya udara pantai di malam hari. Tidak ada perasaan takut macet, atau takut di begal.
Memang, selama dua bulan ini aku lebih sering menghabiskan waktu di rumah, menjadi pengangguran. Untuk pergi rasanya malas, karena takut macet, dan waktuku akan habis di jalan. Jadi, jarang sekali aku menggunakan motor untuk berpergian ketika di Jakarta. Janjian ketemu dengan beberapa teman juga HARUS di tempat yang dilalui busway. Kecuali kalau memang janji bertemu di kampus.
Sistem 3 in 1 dihapus, kemudian diganti ERP
ERP (Electronic Road Pricing) akan diberlakukan di Jalan-jalan 3 in 1 dan mungkin akan berlaku mulai Januari 2007. Yang menjadi masalah, negeri ini punya krisis kepercayaan terhadap pejabat tinggi. Entah uang itu akan lari ke mana, atau akan dipergunakan untuk apa. Mau berpikir positif? rasanya sulit sekali. Jadi menurutku cara ini tidak akan berhasil untuk mengubah citra Jakarta yang macet.
Mengatasi kemacetan
Kendaraan umum di Jakarta jauh dari rasa nyaman dan aman, maka dari itu banyak orang yang lebih nyaman dan aman menggunakan kendaraan pribadi. Menurutku, itulah sebab kenapa Jakarta identik dengan macet.
Maka, jika memang pemerintah berniat untuk mengatasi kemacetan, seharusnya dimulai dari memberikan rasa nyaman dan aman pada kendaraan umum. Busway? itu belum cukup! Jika rasa aman dan nyaman berada di bus kota sudah terpenuhi, maka mungkin saja kemacetan di Jakarta akan berkurang sedikit demi sedikit.
Bersepeda?
Ternyata masih banyak orang sangsi dengan bersepeda ke kantor dengan alasan polusi udara di Jakarta tidak bersahabat dengan para pengendara sepeda.
Sebenarnya dengan bersepeda, kita bergerak. Toh dengan bermotorpun, anda juga bisa terkena bahaya polusi. Perbedaannya, jika dengan bermotor anda tidak bergerak dan kemungkinan timbal-timbal polusi nyangkut di tubuh lebih besar karena tubuh anda tidak bergerak.
Jika anda merindukan kota Jakarta yang bersih dan bebas polusi, mulailah dari anda sendiri untuk menciptakan Jakarta yang bebas polusi. Jangan terlalu berharap banyak kepada pemerintah kota. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang!
Bersepeda di Jakarta menyenangkan kok!
Jarak yang pernah aku tempuh untuk bersepeda di Jakarta sekitar 50 kilometer. Rute yang aku tempuh adalah Sumur Batu - Let. Jend. Suprapto - Senen - Kwitang - Menteng - Sudirman - Pakubowono - Taman Puring - Kebayoran Lama - Ciledug.
Beberapa hal yang menyenangkan
- Kendaraan lain memberi jalan kepada pengendara sepeda.
Pengendara sepeda masih lebih dihormati dibandingkan dengan pengendara motor. Ketika menggunakan motor, banyak mobil yang tidak mau kalah. Tapi dengan menggunakan sepeda, ternyata masih banyak kendaraan yang memberi jalan. Bahkan angkotpun memberi ruang! - Bebas tilang
Atas dasar apa polisi menilang pengendara sepeda? hampir tidak ada. Jadi, jika anda memang sudah sangat muak dengan aksi tilang-menilang para polisi, lebih baik mulai naik sepeda dari sekarang - Lewat jalur cepat
Melewati jalur cepat memang sudah tidak spesial lagi di Jakarta. Banyak motor yang sudah melanggarnya. Tapi tidak di jalan-jalan protokol. - Olahraga sehat
Perut buncit? kaki sering kesemutan? cepat pegal? anda kurang olahraga! *sok tau*
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















Jakarta memang menyebalkan, saya sempat menetap dua bulan di sana, rasanya mau balik ke bandung mulu.
50 km? Buset lumayan juga..