Sudah hampir 2 bulan aku kembali lagi ke ibukota ini. Dulu, sebelum bisa pergi ke kota selain Jakarta, aku merasa Jakarta adalah tempat tinggalku nanti. Tapi setelah mengetahui Bandung, Bali, Jogja dan Malang, pandangan untuk menghabiskan waktu di Jakarta hilang sudah. Malang atau Bali menjadi tempat idamanku nanti…. Hehehe… :D

Apa sebab?

Kalau selama di Bali, sebelum pergi ke kantor, aku masih bisa jalan-jalan sekedar untuk hunting foto di Sanur, kemudian setelah pulang kantor masih bisa berjalan-jalan melihat deretan buku-buku baru di toko buku, atau sekedar berwisata kuliner, atau bahkan duduk sendiri di pantai melepas penat dengan sejuknya udara pantai di malam hari. Tidak ada perasaan takut macet, atau takut di begal.

Memang, selama dua bulan ini aku lebih sering menghabiskan waktu di rumah, menjadi pengangguran. Untuk pergi rasanya malas, karena takut macet, dan waktuku akan habis di jalan. Jadi, jarang sekali aku menggunakan motor untuk berpergian ketika di Jakarta. Janjian ketemu dengan beberapa teman juga HARUS di tempat yang dilalui busway. Kecuali kalau memang janji bertemu di kampus.

Sistem 3 in 1 dihapus, kemudian diganti ERP

ERP (Electronic Road Pricing) akan diberlakukan di Jalan-jalan 3 in 1 dan mungkin akan berlaku mulai Januari 2007. Yang menjadi masalah, negeri ini punya krisis kepercayaan terhadap pejabat tinggi. Entah uang itu akan lari ke mana, atau akan dipergunakan untuk apa. Mau berpikir positif? rasanya sulit sekali. Jadi menurutku cara ini tidak akan berhasil untuk mengubah citra Jakarta yang macet.

Mengatasi kemacetan

Kendaraan umum di Jakarta jauh dari rasa nyaman dan aman, maka dari itu banyak orang yang lebih nyaman dan aman menggunakan kendaraan pribadi. Menurutku, itulah sebab kenapa Jakarta identik dengan macet.

Maka, jika memang pemerintah berniat untuk mengatasi kemacetan, seharusnya dimulai dari memberikan rasa nyaman dan aman pada kendaraan umum. Busway? itu belum cukup! Jika rasa aman dan nyaman berada di bus kota sudah terpenuhi, maka mungkin saja kemacetan di Jakarta akan berkurang sedikit demi sedikit.

Bersepeda?

Ternyata masih banyak orang sangsi dengan bersepeda ke kantor dengan alasan polusi udara di Jakarta tidak bersahabat dengan para pengendara sepeda.

Sebenarnya dengan bersepeda, kita bergerak. Toh dengan bermotorpun, anda juga bisa terkena bahaya polusi. Perbedaannya, jika dengan bermotor anda tidak bergerak dan kemungkinan timbal-timbal polusi nyangkut di tubuh lebih besar karena tubuh anda tidak bergerak.

Jika anda merindukan kota Jakarta yang bersih dan bebas polusi, mulailah dari anda sendiri untuk menciptakan Jakarta yang bebas polusi. Jangan terlalu berharap banyak kepada pemerintah kota. Mulai dari diri sendiri, mulai dari hal yang kecil, mulai dari sekarang!

Bersepeda di Jakarta menyenangkan kok!

Jarak yang pernah aku tempuh untuk bersepeda di Jakarta sekitar 50 kilometer. Rute yang aku tempuh adalah Sumur Batu – Let. Jend. Suprapto – Senen – Kwitang – Menteng – Sudirman – Pakubowono – Taman Puring – Kebayoran Lama – Ciledug.

Beberapa hal yang menyenangkan

  1. Kendaraan lain memberi jalan kepada pengendara sepeda.
    Pengendara sepeda masih lebih dihormati dibandingkan dengan pengendara motor. Ketika menggunakan motor, banyak mobil yang tidak mau kalah. Tapi dengan menggunakan sepeda, ternyata masih banyak kendaraan yang memberi jalan. Bahkan angkotpun memberi ruang!
  2. Bebas tilang
    Atas dasar apa polisi menilang pengendara sepeda? hampir tidak ada. Jadi, jika anda memang sudah sangat muak dengan aksi tilang-menilang para polisi, lebih baik mulai naik sepeda dari sekarang
  3. Lewat jalur cepat
    Melewati jalur cepat memang sudah tidak spesial lagi di Jakarta. Banyak motor yang sudah melanggarnya. Tapi tidak di jalan-jalan protokol.
  4. Olahraga sehat
    Perut buncit? kaki sering kesemutan? cepat pegal? anda kurang olahraga! *sok tau*

No related posts.

Kategori: blog

 

39

Komentar

Gravatar
 

Brahmasta @25.11.2006

Jakarta memang menyebalkan, saya sempat menetap dua bulan di sana, rasanya mau balik ke bandung mulu.
50 km? Buset lumayan juga..

 
 
Gravatar
 

Dhika @26.11.2006

:), sepakat dengan kalo di Bali pagi2 abis subuh masih bisa hunting di Sanur. Pulang kerja main2 ke Jimbaran juga ndak mikir macet.

 
 
Gravatar
 

Fany @26.11.2006

Perut buncit? kaki sering kesemutan? cepat pegal? anda kurang olahraga! *sok tau*

Ah..itu sih Didats bangett…. makanya Didats sok tau, malu mengakui ;))

 
 
Gravatar
 

Fany @26.11.2006

Btw, blockquote di komen kurang oke nih hasilnya,masa’ di bawah komentator ada border gitu baru messagenya… benerin donk… *bawel mode*

 
 
Gravatar
 

alamster @26.11.2006

“Tapi setelah mengetahui Bandung, Bali, Jogja dan Malang, pandangan untuk menghabiskan waktu di Jakarta hilang sudah”

Setuju, hidup harus di nikmati , macet berbanding lurus dengan stress, gak sanggup deh tinggal di jakarta.

 
 
Gravatar
 

alamster @26.11.2006

gimana tuh cara buat quote kaya Fanny?

 
 
Gravatar
 

Hedi @26.11.2006

Aku masih belum mampu (beli) sepeda buat PP rumah-kantor :(
Apa kabarnya bos? ga jadi ke luar negeri?

 
 
Gravatar
 

agung @26.11.2006

hee ane yang kemarina aja cuman satu minggu di jakarta tuh cukup pusing juga ngeliat jalanan yang macet, hee, naik busway juga ga sanyaman yang aku bayangkan, lagi-lagi jakarta yang penuh penat

 
 
Gravatar
 

Yogi @26.11.2006

Pasti blom pernah ke Sumbar ya? Gue aja yang keturunan Padang aja sampe kaget ngeliat pemandangan & suasana asri di sana ;)

Dats, ga jadi kerja di East Timor nich?? :D

 
 
Gravatar
 

arjuna @26.11.2006

#6. alamster
gimana tuh cara buat quote kaya Fanny?

begini caranya

 
 
Gravatar
 

cahyo @26.11.2006

saya pernah berpikiran, sabtu mau nyoba pake sepeda ke kantor mas didat. tapi kalo berangkatnya, kayaknya enak ya.pulangnya itu lho yang males. mana jalan ke kemayoran, nanjak kayaknya ya. hehehehe…:-D

 
 
Gravatar
 

dewi @26.11.2006

jakarta tanpa polusi? mimpi kali…

yuk, sini. ke geger ajah!!!

 
 
Gravatar
 

Yanuar @26.11.2006

” Perut buncit? kaki sering kesemutan? cepat pegal? anda kurang olahraga! “

oohh jadi alasan ini toh, kenapa kamu sampai beli sepeda dats..
*manggut manggut*

 
 
Gravatar
 

om7ack @26.11.2006

#10 – o begitu.. *manggut-manggut*

 
 
Gravatar
 

mpokb @26.11.2006

euleuh2… jadi si jepri sudah pensiun? kalo buat ngabisin masa pensiun, kayaknya di lombok enak juga yak.. tiap ari liat sunset di senggigi.. *ngayal*

 
 
Gravatar
 

Aryo Sanjaya @26.11.2006

Ke Malang Dats!
Standar gaji turun, tapi jumlahnya gak mesti turun kan?

*nyambung dari blog Tub*

 
 
Gravatar
 

Aryo Sanjaya @26.11.2006

Theme kali ini gue banget!
Ada yang laen ga? :D

 
 
Gravatar
 

Herbi @26.11.2006

Halo Didat, gimana kabarnya? Back to Jakarta lagi nih…..Tapi emang Bali is better than JKT khan? BTW, selamat menikmati suasana ibukota Indonesia itu ya…:-)

 
 
Gravatar
 

deon @26.11.2006

waaah datz.. mending kaya gw naek kreta ke kantor.. kreta listrik (KRL) bebas polusi juga looo.. tapi gak usah keluar keringet.. :P

 
 
Gravatar
 

andriansah @27.11.2006

enakan bali kan dat?

 
 
Gravatar
 

bangsari @27.11.2006

setuju. jakarta bukan tempat yang baik untuk hidup. tapi masalahnya nyari kerjaan di daerah susahnya minta ampun…

 
 
Gravatar
 

bangsari @27.11.2006

eh, ada yagn ketinggalan nih. gimana keadaan di negeri seberang mas? moga tambah asyik aja…

 
 
Gravatar
 

Emma @27.11.2006

Jakarta is my city… ga perduli Didats mau ngomong apa

 
 
Gravatar
 

endhoot @27.11.2006

Dats, kolom ke-3 ku kok bullet-nya kurang ke kiri ya? hihiihih… *cuek ga nyambung juga ama postingan*

 
 
Gravatar
 

Irwan @27.11.2006

Jakarta bebas macet?? kapan yaah….

 
 
Gravatar
 

Amal @27.11.2006

Ajakan bersepeda memang bagus. Sangat bagus!

Namun tetap harus dipertimbangkan kelompok pengguna jalan yang tidak mungkin menggunakan sepeda karena satu dan lain hal. Anda meminta layanan transportasi yang nyaman dan aman, namun belum apa-apa sudah skeptis terhadap Busway — apa itu bukan paradoks?

Saya bukan ahli transportasi, namun menurut saya ERP lebih baik dibanding 3-in-1 yang berakhir dengan mengenaskan karena banyak pemilik mobil pribadi dengan kejam tidak peduli kepentingan bersama dan bisnis joki berlangsung. Joki ditertibkan? Sebagian orang berteriak atas nama hak asasi manusia dan kemanusiaan.

Tidak mudah membenahi angkutan umum di Jakarta; dan menjadi lebih sulit lagi jika untuk semua pemikiran dihadang oleh rasa tidak percaya dan pesimis.

 
 
Gravatar
 

dedenf @27.11.2006

mungkin harus mulai dari diri sendiri, misalkan dari yang punya mobil. Jadi agak “sadar” gitu, lagian memang angkutan umum di jakarta sangat-sangat tidak nyaman, lagi pula dengan sifat supirnya yang terkadang gak sabaran (yeah ini generalisasi keterlaluan :D).

 
 
Gravatar
 

om7ack @27.11.2006

di jakarta enak banyak yang jual ketoprak

*jakasembung mod on*

 
 
Gravatar
 

hanny @28.11.2006

kalau lagi bosan enak juga tinggal di jakarta, seperti sedang main video game tentang traffic jam, kalau bisa menghindari motor yang ngebut di trotoar, point kita bertambah. Kalau sampai nyemplung ke selokan yang penuh sampah atau kecopetan di bis kota, point-nya berkurang … tapi kok dalam game yang ini nggak pernah ada kata ‘you win’ maupun ‘game over’ ya? hehehehe

 
 
Gravatar
 

oRiDo @10.01.2007

memang itu yg membuat aku berpikir sekian kali buat pindah kerja ke ibukota.. hmmmm.. tapi utk keluarga ku, aku harus hadapi itu..

btw..
bandung mulai penuh sesak nih..
kira2 apa solusi buat kota bandung yg mulai sesak ini?
jalan layang? susah juga krn jalan2 yg ada di bandung kecil2..
pelebaran jalan? wah brarti penggusuran besar2an..
jadi apa yah???

 
 
Gravatar
 

MItha @04.02.2007

Jakarta bebas macet??? ngayal deh mas!!!!! hari gini kota besar bebas macet n polusi? ya kalo di luar negeri EXP: di Germany tu sumpeh deh emang jarang bgt kendaraan seperti mobil n motor. Contoh kayak gini donk!!!! ntar Indonesia semua maju bgt deh sumpeh deh dats!!!!!

 
 
Gravatar
 

MItha @04.02.2007

Jakarta tu g bakalan deh g bisa macet n bebas polusi. lha wong banyak pabrik n kendaraan gitu lho!!!!

So contoh aza negara lain yang kendaraannya lebih sedikit daripada negara kita!!!!!

So pasti deh ntar jakarta bebas apaun negara qt jadi maju bgt deh dats!!!

 
 
Gravatar
 

Ima Anafari @28.02.2007

Kerja di Jakarta emang bisa buat kite mate berdiri karena keseringan berdiri di busway. Baru 2 tahun pindah kerja rasanya saya dah perlu tabung oksigen.

 
 
Gravatar
 

Rizhan Nurhadi @01.05.2007

Jakarta????
identik dengan macet, polusi??
emang sih.tp semua itu bisa dikurangi koq…biar bagaimanapu jakarta tetep ibukota negara kita lho..
so,I still love jakarta…

 
 
Gravatar
 

toyooo @08.06.2007

ingin menghilangkan kejenuhan pada mata sebaiknya anda pijt kning mata anda putar sampe terasa enak lalu kedip2 yang kuat pasti terasa enak dan usahakan untk melihat pemandangan yang banyak pohon hijau
selamat mencoba….aku tu kalo diskolah slalu gitu end da…da..

 
 
Gravatar
 

setyanto @08.06.2007

ingin menghilangkan kejenuhan pada mata sebaiknya anda pijt kning mata anda putar sampe terasa enak lalu kedip2 yang kuat pasti terasa enak dan usahakan untk melihat pemandangan yang banyak pohon hijau
selamat mencoba….aku tu kalo diskolah slalu gitu end da…da..

 
 
Gravatar
 

setyanto @08.06.2007

ingin menghilangkan kejenuhan pada mata sebaiknya anda pijt kning mata anda putar sampe terasa enak lalu kedip2 yang kuat pasti terasa enak dan usahakan untk melihat pemandangan yang banyak pohon hijau
selamat mencoba….aku tu kalo diskolah slalu gitu end da…da..

 
 
Gravatar
 

dyah @29.01.2008

jakarta tanpa polusi.Mimpi kali

 
 
Gravatar
 

ryo @12.07.2008

bersepeda di jalur cepat di jalan protokol? jangan deh om. bahaya. kecuali kondisi jalur lambat memang macet dan sudah tidak mungkin dilewati oleh sepeda…baru pindah ke jalur cepat yang umumnya memang tidak ada motor di jalur paling kirinya.. sehingga sepeda lebih leluasa.

 
 

Maaf, form komentar saya tutup. Jika ada pertanyaan atau pendapat, langsung saja ke halaman kontak.