blog
Menikmati rasa capek
June 24th, 2007
Seminggu terakhir ini aku merasakan bagaimana menderitanya bekerja dengan deadline sangat tinggi di beberapa projek yang aku tangani. Kadang harus berhati-hati untuk bilang projek ini hari a selesai. Kemudian kepada orang yang lain, juga bilang projek ini selesai pada hari b.
Alhasil, pekerjaanku jadi terbelah-belah. Dan aku juga harus dituntut profesional. Pekerjaan rumah ya pekerjaan rumah. Kantor ya kantor. Dan aku pikir aku cukup berhasil untuk menerapkan hal itu. Ya, tidak terasa. Disiplinku sudah agak membaik setelah digembleng di Bali.
Juga akhirnya, aku harus sedikit demi sedikit melepaskan rasa idealisku untuk mengerjakan semua dengan tanganku sendiri. Aku harus menyadari kalau aku masih seorang manusia. Punya limitasi. Aku harus berbagi dengan beberapa teman. Ada yang menghasilkan pekerjaan seperti harapan, ada juga yang tidak. Dan itulah resiko yang harus aku tempuh.
Dan hari ini adalah puncaknya. Satu projek yang hampir selesai, tapi badanku rasanya ingin sekali dipijat dan di injak-injak. Tapi sayang, tak ada orang yang bisa melakukan itu di sini. Eh, maksudku, tak ada yang cocok.
Jika di rumah, aku bisa leluasa berlagak bossi kepada adik-adikku.
“ris, injek-injekin dong. 15 menit 1500″ kataku.
“yaaah.. 1500 mah cuma dapet somay 3 biji. 2000 deh” tawar adikku yg paling kecil.
“wah siyal. udah tau duit dia” begitu pikirku.
“ya udah. 2000 tapi 20 menit” jawabku.
“sama aja boong gitu mah. 18 menit deh” tawarnya lagi.
“ya udah deh” jawabku sambil menyiapkan punggung dan kaki untuk diinjak-injak
Tapi kadang adikku tidak dalam kondisi mood yang bagus. Yang akhirnya, dia membagi pengeluarannya sedikit kepada temannya yang lebih kecil.
“Dit! mau 500 gag?” tanya adikku kepada temannya yg masih SD.
“Mau. tapi suruh ngapain?” jawabnya
“Injek-injek om Didats bagian punggung 10 menit” jawabnya.
“Okeeeh” jawab temannya itu.
Dan 10 menit kemudian, adikku yang menginjak-injak bagian kaki “selesai bertugas”. Sambil bilang:
“Mas, udah 10 menit. 10 menitnya lagi sama si Adit tuh” katanya sambil lari untuk mengejar tukang somay.
*pingsan*
=====
Intinya, aku senang bulan ini akan ada beberapa ratus dinar menghampiriku.
“Neng, kita makan di restoran ntu nyook… ”
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















SUPER PERTAMAX!!
Istirahat dulu datz!!