blog
Menikmati Ubud
February 9th, 2006
Hal apa saja yang terbesit ketika mendengar kata Ubud? bagi yang belum pernah kesana, mungkin hanya terbesit “sebuah wilayah di Bali”. Bagi yang sudah berkunjung sekali, mungkin saja terbesit “Sawah”. Bagiku? Sawah, Udara yang sejuk, galeri, lukisan, dan monkey forest.
Rasanya sayang sekali jika berkunjung ke Bali dan tidak menikmati udara sejuk dan pemandangan indah di Ubud. Banyak sekali orang luar Bali yang terjebak dalam lingkungan Kuta dan Legian. Padahal Kuta dan Legian sudah tidak terlalu istimewa.
Perjalanan dari kota Denpasar menuju Ubud kira-kira memakan waktu sekitar 1 jam. Cukup jauh memang, tapi aku pikir sangat worthed dengan apa yang akan kita dapat. Lagipula, sepanjang perjalanan kita disuguhi pemandangan sawah-sawah yang terbentang luas. Tak ada kata macet!
Ubud dulunya adalah tempat peristirahatan beberapa pelukis. Kemudian berkembang menjadi galeri-galeri kesenian yang menyebar di setiap tanah Ubud.
Dengan begitu, orang-orang bule yang datang ke Ubud bukan merupakan bule biasa. Orang-orang bule yang datang ke Ubud biasanya penyuka benda seni, punya cita rasa tinggi dan penghargaan yang tinggi terhadap barang-barang seni. Berbeda sekali dengan bule-bule yang datang ke Kuta atau Legian. Kebanyakan dari mereka adalah bule “cheap”. Eh, itu kata temenku loh.
Selain benda seni, tentunya Ubud sangat terkenal dengan pemandangan sawah. Karena memang sawah di Ubud sudah menjadi bagian, tidak seperti di Denpasar dan sekitarnya, banyak sawah yang berubah menjadi gedung atau tempat pemukiman. Yang menjadikan Sawah di Ubud begitu spesial adalah tanahnya yang berundak-undak dan terbentang luas.
Tidak lupa Monkey forest. Sebuah kawasan dimana monyet-monyet berkeliaran dengan bebasnya. Bahkan setiap pagi, disekitar jalan menuju monkey forest, monyet-monyet tersebut sengaja keluar area sampai petugas jaga datang dan memberi mereka makan. Hampir mirip dengan monyet-monyet yang berada di pura Uluwatu. Tapi di monkey forest mungkin lebih “beradap”. Mungkin? hehe, iya, aku belum pernah kesana. Baru lihat dari luarnya aja.
Hal menarik lainnya adalah tracking di belakang Villa Ibah. Kita dibuat untuk berolahraga, karena berjalan mendaki bukit. Tepat di atas bukit, kita disuguhi pemandangan sungai besar di sebelah kanan dan kiri. Dan kita berada di antara keduanya.
Dan dibawah ini fotoku dengan objek pemandangan villa di belakangnya. Dan seperti biasa, pemandangan di belakang villa Ibah bisa dinikmati lewat Flickr-ku.

Eh, eh, aku lagi seneng nih! :D
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















kapan neh mau ngajak aku kesono? :P