blog
Menjelang Keberangkatanku Ke Bali
November 29th, 2005
Hari ini, aku akan meninggalkan Jakarta. Tinggal di Bali untuk jangka waktu yang cukup lama. Sebelum hari itu, aku telah benar-benar memanfaatkan waktu bertemu dengan teman-temanku. Berpamitan dengan mereka, melepas tawa dan kebahagiaan bersama.
Dan wiken kemarin, aku datang ke Bandung. Bersama Cintah dan Nugi. Mengunjungi beberapa warga kampung gajah yang tinggal di Bandung, seperti Bunda, Jay, Fahmi, Rendy, Deden, Surur, Hengky, Fajri dan Mba Joan. Ya, akhirnya, aku bisa ke Bandung. Karena sebelumnya, aku pernah berjanji kepada mereka untuk datang ke Bandung.
Mereka sangat baik dan ramah. Aku sangat terkesan dengan sambutan mereka kepada kami, Menyambut dengan senyum, dan melepas kepergian kami, juga dengan senyum. Mengajak kesana dan kemari. Mengenalkan suasana kota Bandung.
Didats mau kemana lagi?
Didats mau makan apa lagi?
Didats mau mengunjungi tempat mana lagi?
Ah, kalian benar-benar baik. Aku benar-benar terkesan dengan sambutan kalian. Pertanyaan-pertanyaan di atas selalu saja kalian tanyakan, demi membuat aku senang. Ciwalk, Portluck, Cihaheum, Batagor Kingsley, Yogurt Cisangkui, dan Gedung Sate adalah tempat-tempat yang aku kunjungi. Sangat berkesan.
Di akhir pertemuan, aku menyalami mereka satu persatu. Memeluk beberapa diantara mereka. Aku pamit untuk pergi ke Bali. Aku mohon doa, dan mengucapkan banyak terima kasih atas sambutan yang mereka siapkan.
Suasana perpisahan itu sangat mengharukan. Mataku berkaca-kaca menyalami mereka satu persatu. Satu hal yang harus aku terima, mungkin aku akan mulai jarang bertemu dengan mereka lagi.
Berpamitan dengan Teman-teman di Lab
Dan Malam tadi, aku berpamitan dengan sahabat-sahabatku. Kupeluk mereka satu persatu, sambil mendengarkan petuah-petuah mereka untuk tidak melupakan kenangan-kenangan yang pernah kita lakukan bersama.
Suasana haru terlihat malam tadi. Mataku berkaca-kaca lagi.
Berpamitan dengan Cintah
Sampai di rumah Cintah, aku dipersilahkan masuk mamanya. Duh, aku sangat tersanjung dengan perlakukan mamamu, Cintah. Mempersilahkan masuk dan memberikan cukup waktu untuk kami berdua saling mengobrol.
Tapi, berapapun waktu yang tersedia, tetap saja itu kurang. Waktu ngobrol dengan Cintah, adalah waktu yang mengasyikkan. Itu sebabnya 1 jam serasa seperti 1 menit.
Ah, mulai hari ini, aku akan mulai jarang melihatmu lagi. Percayalah, waktu bersamamu, adalah waktu yang sangat aku nantikan.
Seperti kata bunda, jernihkan pikiran, bersihkan hati, ambil nafas dalam-dalam, angkat dagu, tatap ke depan, pikirkan untuk meraih masa depan.
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















yo dats, gudlak … masalh masukin motor gampang deh kan ada pembokat lo dah titipin konci sama dia kan ?