May 15th, 2006
Tiba-tiba saja pagi ini mentalku jatuh. Setelah sampai di kantor aku langsung dipanggil Nalisa bersama-sama mas Adi. Mas Adi adalah teman kantor yang sudah berkeluarga tapi belum dikaruniai anak, dan mulai hari Minggu kemarin kami tinggal bersama dalam satu rumah.
Rumah yang kami kontrak cukup besar untuk bertiga. Dan pastinya aku punya kamar dan kamar mandiku sendiri. Tidak bercampur dengan mereka. Hanya pada saat menonton tv kita bersama *akhirnya bisa nonton tv lagi*, selain itu, kita sama-sama mengurus diri sendiri.
Lalu aku, mas Adi, dan Nalisa duduk dalam satu meja bundar berwarna coklat. Meja itu terlihat bagus, karena terbuat dari kayu Jati asli. Disebuah ruangan cukup nyaman itu kita duduk bersama-sama. Dan seperti yang aku duga, pasti ada sesuatu yang sangat penting untuk dibicarakan.
Aku mendengar kata perkata. Kalimat per kalimat. Dan semua nasihat dari mulutnya lebih tertuju kepadaku.
Walaupun aku terlihat banyak makan di kantor, tapi aku masih bisa membedakan mana yang bisa aku makan dan tidak. Dan aku juga cukup sopan (rasanya) untuk menghormati kepunyaan orang lain.
Aku masih bisa melihat mana yang bukan untukku, dan mana yang menjadi milikku.
Satu hal yang paling membuatku terkejut adalah kalimatnya yang sepertinya benar-benar ia paling mengerti aku. Aku tidak mau menulisnya di sini. It is too personal.
Mungkin aku hanya capek. Biasanya nasihat-nasihat sok-tau seperti itu cuma masuk kuping kiri dan keluar kuping kanan. Tapi kali ini, ditambah beberapa hal, makin membuatku selalu diam.
Dan hari ini, aku diam.
*laper*
33 Responses
wah wah, sepertinya sibuk sekali :P btw lam kenal! I’m very interested with ur design. Know any indonesian with talents like urself? gw lagi nyari komunitas buat mengembangkan desain web gw ni :D
Selamat menempuh rumah yang baru ..ya..dats. piss
hehe. . selamat deh jgn banyakan nonton tipi ya
didat juga manusia!!! :) GUTLAK di rumah baru mas
kadang diam lebih baik.. :D
Mumpung tuan rumah lagi pendiam:
salam kenal dari malang :p
kemaren itu aku divonis sakit sama venus dan isdah, jadinya ga bisa ketemu.
*uhuk, masih flu batuk flu batuk*
#Aryo :Aku ngerti kamu lagi ngapain, Si … lagi datang khan?, gag usah alasan sakit segala.. :D
Itulah repotnya jika berbagi satu rumah dengan keluarga lain, harus bisa jaga diri dengan baik.
“Walaupun aku terlihat banyak makan di kantor, tapi aku masih bisa membedakan mana yang bisa aku makan dan tidak. Dan aku juga cukup sopan (rasanya) untuk menghormati kepunyaan orang lain.
Aku masih bisa melihat mana yang bukan untukku, dan mana yang menjadi milikku.”
Menurutmu benar bukan berarti benar buat orang lain.. Kamu harus bisa lebih pintar lagi dats.
Selamat berbagi. :)
rakusnya keluar?
#8 rakus?
met menempuh hidup baru di rumah baru
halah
tampa skrimsut nalisa adalah bambang!!!
bang didats ga korupsi kan heheh
refreshing timee !!!!!
udah jalan jalan lagi …
WUIH serumah bertiga… MAKAN-MAKAN!â„¢
jadi kamu dituduh apa dats?
jgn2 dituduh (pager) makan tanaman?
*kabuur*
diam, berfikir, dan merenung …
nice themes ^_^
dituduh banyak makan, ya dats?
THREESOME??
*KETIK PUWAS*
makan di ubud aja. boleh makan sebanyak-banyaknya.
napa napa dats
lo nyuri apa ?
stok mie instan diabisin ya
Itulah ga enaknya tinggal serumah sama orang lain yang bukan keluarga kita..
laper lagi, Dats?
Laper…laper..laper…
sama dats..!!!!
ehh.. rumah barumu disebelah mana.?
Pecel Kawi, Bakso Cak Man, Es Tawon… pilih mana dats?
loh? mana skrinsut boss mu dats? koq belum ada juga?
tempat baru.. tidur di lantai, pantesan laper mlulu
wah
tinggal serumah sama orang laen
kumpul kebo nih
doh… postingan ini penuh dengan *aan* … ngeloyor
kalo terlalu capek…muka gw pasti langsung jutek…he…!
kumpul gak kumpul asal makan dats…!
nahan diri………..suatu hari nnti mudah2an bisa ngontrak sendiri,so mkan pun akhirnya gak tersiksa.
ber-susah2 dahulu,ber-senang2 kemudian
Just going where the wind blow…..
ca yoo…….^_^
kacian de lo bang dats
kacian de lo bang dats
aku bosan….tolong la…asyik kna tuduh jer..adui..