blog
Nonton Tari Kecak
March 5th, 2006
Tari Kecak, sebuah pertunjukan seni khas Bali yang sudah banyak terkenal di penjuru dunia. Hal itu terlihat dari banyaknya pengunjung dari berbeda negara yang ikut menonton pertunjukan ini. Yang membuat tari Kecak begitu istimewa adalah semua musik, dan suara berasal dari manusia. Suara manusia yang kompak, dan beruntun membuat suasana benar-benar hidup. Dan hanya ada beberapa suara yang berasal dari kincringan di kaki beberapa penari.
Sebelumnya, aku cukup kaget dengan tiket masuknya yang cukup mahal, 50 ribu rupiah. Tadinya, aku sempat berfikir, 50 ribu rupiah untuk sebuah tontonan tarian? duh!
Tapi, setelah melihat pertunjukan awal, dan mengikutinya sampai akhir, aku pikir uang 50 ribu terlalu murah! Bahkan kalau bisa di bedakan antara pengunjung lokal dan pengunjung dari luar negeri. Hehehe… :D Dan aku, sangat-sangat tidak menyesal mengeluarkan uang itu untuk melihat tari Kecak!
Di awal pertunjukan, sekitar 50 orang berbaris melingkari sebuah kayu dengan beberapa lilin di atas kayu tersebut. Tinggi kayu tersebut kira-kira 2 meter. Sambil duduk melingkar, orang-orang itu terbagi dalam beberapa nada suara, sehingga jika dipadukan terdengar bagus, kompak, dan hidup.
Tari Kecak sendiri bercerita tentang kisah Ramayana. Rhama, Shinta, Rahwana, Hanoman, Sugriwa dan nama-nama lain muncul dalam wujud penari. Dan aku, gak pernah bisa melepaskan pandangan ke arah Dewi Shinta. Penarinya cantik banget! aw.. aw..!!! (Lihat penari sebelah kanan)

Aku sungguh salut dengan orang-orang yang berada di belakang acara, karena mereka menyusun setiap adegan begitu rapi, dan diselingi oleh beberapa adegan lucu dengan berbahasa inggris.
Di akhir acara, kita disuguhi acara yang mirip dengan kuda lumping. Biasanya, atraksi kuda lumping dihiasi oleh makan-makan beling, kuda lumping versi Bali adalah menginjakkan kaki di atas bara api.
Setelah acara selesai, tampak beberapa orang berfoto, memegang telapak kaki, bertanya macam-macam, dan dari wajahnya aku melihat rasa bangga bisa befoto dengan pemeran kuda lumping. Mungkin mereka pikir, “wah, aku bisa foto dengan orang sakti!” Hehehe.
Aku sangat senang, melihat kebudayaan Indonesia yang begitu beragam dan sangat digemari oleh wisatawan manca negara. Sungguh terkutuk pelempar bom yang membuat Bali menjadi sangat-sangat sepi! Di akhir acara, satu orang berbicara bahasa inggris, dan mengucapkan “Ketika anda kembali ke negara anda, beritahukan keluarga, teman dan kerabat untuk datang ke Bali”.
Jadi, jika main ke Bali, masih berkutat di Kuta dan Legian? RUGI….!!!
Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















pertamax… !!