
Memang, nonton langsung dan nonton di tivi rasanya beda.
Kebetulan saya ini penggemar berat timnas Indonesia sejak jaman PSSI Primavera. Walau prestasi melempem, tapi saya terus mengikuti sepak terjang mereka. Serunya cuma satu kalau nonton timnas bermain, deg-degan.
Selama pertandingan, saya selalu dibuat deg-degan. Kecuali kalau sudah ketahuan kalah. Dan, sensasi nonton langsung di stadion lebih hebat lagi, saya bukan hanya deg-degan, tapi gemeteran!
Tapi apa mau dikata, Indonesia akhirnya menyerah dari Kuwait, 2 – 1. Dan kami-kami ini yang jadi suporter habis diledek orang-orang Kuwait itu. Kata-kata “Indonisi losers”, atau “Indonisi maskin (kasiyan deh Indonesia)” jadi akrab di telinga saya malam itu.Bahkan mereka mencegat mobil yang saya naiki selama 5 menit hanya untuk ngata-ngatain kita.
Gak tau apa yang terjadi kalau Indonesia menang.
Yogi @17.11.2009
Kampret juga orang2 Kuwait. Ntar gantian deh gw cegat mobil2 orang Kuwait pas maen di Jakarta :p