blog
Paket buku itu datang
April 25th, 2006
Nama seorang blogger yang baik hati itu muncul di sebuah kertas yang ditempel di atas kotak kardus yang baru datang. Dengan senyum yang sangat lebar, aku mulai membuka kardus tersebut. Dan mendapati 4 buah buku-buku yang disusun rapi di dalam kotak.
Senyumku bertambah lebar ketika membaca judul-judul buku yang aku dapat. 3 buku berbahasa Inggris, dan 1 buku berbahasa Indonesia. Aku langsung mengambil handphone dan mulai mengetik.
“Paket darimu sudah sampai. Aku senang. Terima kasih banyak” tulisku.
“Mana buku yang kamu suka? Aku kirim 4 supaya gak rugi ongkos kirim” balasnya beberapa saat setelah SMS yang aku kirim.
“Semua bukunya aku suka! Terima kasih!” jawabku lagi dengan senyum lebar di pipi.
Dalam hidupku, baru 2 kali aku menerima paket buku. Buku-buku pertama ketika aku masih SD, karena menang sebuah undian. Dan paket kedua yang baru saja sampai ini. Niatan untuk pergi ke Tanah Lot buyar sudah, karena aku jelas lebih tertarik pada buku-buku yang ada di depanku.
Dan dari buku-buku yang aku punya, jarang sekali ditemukan sebuah novel. Kebanyakan buku yang aku beli adalah buku-buku teknik atau buku-buku psikologi. Tapi, kebanyakan buku-buku seperti itu hilang begitu saja. Karena banyak teman yang meminjam dan lupa mengembalikannya.

Van Gogh
Buku sejarah singkat Van Gogh karya Belinda Thomson. Aku belum mulai membacanya. Karena lebar bukunya yang terlalu besar. Terlalu mencolok jika aku membacanya saat makan malam di pinggir jalan.
The Number Devil
Buku ini yang pertama menarik perhatianku. Di bagian bawah cover tertulis “A mathematical Adventure” karangan Hans Magnus yang berkebangsaan Jerman. Buku yang bercerita tentang seorang anak yang bermimpi selama 12 malam bertemu dengan seseorang yang menyebut namanya the Number Devil dan mengajarkan berbagai teknik matematika yang menyenangkan.
A to Z Dream Dictionary. A positive guide to your dream.
Kamus mimpi. Tapi sejak memegang buku itu, aku jadi tak pernah bermimpi lagi. Entah kenapa, padahal mulai membacanya saja belum. Jadi lain kali, ketika bangun tidur, aku mungkin akan langsung membuka apa makna yang terkandung dalam mimpiku. *halah*
Cyber Law dan HAKI dalam sistem hukum Indonesia
Ini satu-satunya buku yang berbahasa Indonesia. Berisi daftar pasal-pasal yang berkaitan erat dengan dunia Internet. Buku ini dutulis oleh guru besar Unpad, Ahmad M. Ramli.
“Kamu boleh foto-foto buku ini, kemudian tulis di blogmu. Tapi ada satu hal yang aku ingin, jangan sebut namaku. Cukup dari seorang blogger saja” begitu bunyi secarik kertas yang aku temukan di antara keempat buku itu.
Blog memang memberiku banyak manfaat. Aku dan dia murni berkenalan lewat Blog, dan kami pertama kali bertemu saat aku masih di Jakarta. Dan sekarang masih di Bali pun, aku dan dia masih saja berhubungan. Aku gak tau harus bilang apa, terima kasih banyak!
Tapi ada satu hal yang mengganjal sampai sekarang. Kenapa namaku di tulis, Bapak H. Didats Triadi? Sejak kapan aku jadi bapak-bapak? Dan apa itu H? Hehehe…

Daftar sekarang juga untuk cara gampang dapat uang lewat blog
















aku mungkin bisa menebak buku itu dari siapa. tapi, tentang Haji Didats itu aku nggak bisa menebak mengapa dia menuliskannya seperti itu.